Minggu, 20 Juni 2021

Best Profit | Sempat Anjlok, Harga Emas Berpeluang Bangkit Kembali Pekan Ini?

 


Best Profit (21/6) - Harga emas mengalami pergeseran pada pekan lalu. Logam mulia tersebut turun USD 100 per ounce karena dibayangi sikap hawkish The Fed.

Investor kini tengah sibuk mencoba menilai kembali nilai wajar emas. Harga emas berjangka Comes diperdagangkan terakhir pada USD 1.771,10, turun lebih dari 5 persen pada pekan lalu.

"Itu adalah penurunan besar, dan itu mengguncang banyak orang. Emas bisa reli kembali sedikit pada pekan depan dengan menemukan nilai wajarnya. Dengan semua yang saya lihat, USD 1.950 - USD 2.000 bukanlah nilai wajar, tapi saya pikir USD 1.600 juga bukan nilai wajar. Pekan depan, emas akan mencari pijakannya," kata Presiden Phoenix Futures and Options LLC, Kexin Grady, dikutip dari Kitco, Senin (21/6/2021).

Menurut Grady, harga emas telah berjuang bahkan sebelum pengumuman Fed, dan gagal membuat kenaikan signifikan di atas level USD 1.900 per ounce. Ini merupakan pertanda buruk. best profit

"Dengan stimulus di luar sana, emas tidak bisa mencapai USD 2.500. Emas seharusnya berkinerja jauh lebih baik di lingkungan ini. Sebaliknya, emas diredam dan mengalami kesulitan reli. Dan dengan inflasi yang masuk, The Fed harus menghadapinya di beberapa titik dengan berbicara tentang menaikkan suku bunga," tuturnya.

Dalam jangka panjang, Grady mencatat bahwa investor mungkin harus mempersiapan diri untuk kisaran perdagangan emas yang lebih rendah. Menurutnya di kisaran USD 1.700 - USD 1.500.

"Saat kita mendekati kuartal empat, saat itulah Anda bisa melihat emas di USD 1.500 per ounce," katanya. best profit

Co-Director Walsh Trading, John Weyer, mengatakan penurunan harga emas memang sudah diantisipasi, tapi tidak menyangka bahwa itu akan sangat fluktuatif.

"Pasar logam mulia tampaknya bereaksi berlebihan terhadap jenis berita utama ini, dengan investor benar-benar memperhatikan perkataan Fed. Dan orang-orang berlarian ke pintu. Saya menduga kita akan melihat banyak penurunan pada pekan depan," jelasnya.

Dijelaskannya, pasar akan mengalami kenaikan suku bunga lebih cepat daripada perkiraan, karena ekspektasi inflasi yang lebih tinggi mengubah banyak hal untuk emas.

Sementara itu, Weyer menunjukkan USD 1.750 sebagai level dukungan teknis. "Emas bisa kembali ke USD 1.900, tapi itu akan memakan waktu lebih lama daripada penurunan pekan ini. Emas membutuhkan sesuatu untuk mendorongnya lebih tinggi," jelas Weyer. best profit

Broker komoditas senior RJO Futures, Daniel Pavilonis, mengungkapkan bahwa emas akan mencari dasar dari tren penurunannya pada pekan depan. Setelah itu, emas akan memulai pemulihannya.

"Ini adalah peluang beli lainnya di logam. Dolar AS juga akan naik pekan depan, yang seharusnya membantu emas. Imbal hasil 10-tahun juga turun setelah naik," sambungnya.

Emas di USD 1.770 adalah level yang menarik untuk masuk ke ruang emas. Pavilonis menambahkan, bahwa level dukungan yang solid untuk pekan depan adalah USD 1.763 dan USD 1.740. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 17 Juni 2021

Best Profit | Harga Minyak Terjatuh dari Posisi Tertingginya

 


Best Profit (18/6) - Harga minyak mentah dunia susut usai menggapai posisi tertingginya dalam beberapa tahun di tengah kekhawatiran pasokan.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 2,4 persen menjadi USD 72,56 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 2,2 persen menjadi USD 70,54 per barel.

Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang lainnya setelah Federal Reserve mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga pada kecepatan yang jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Melansir laman CNBC, Jumat (18/6/2021), penguatan greenback membuat harga minyak dalam dolar lebih mahal dalam mata uang lain, berpotensi membebani permintaan.

Data dari Administrasi Informasi Energi menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS di konsumen terbesar dunia turun tajam pekan lalu. best profit

Ini imbas kilang yang meningkatkan operasi ke level tertinggi sejak Januari 2020, menandakan peningkatan permintaan yang berkelanjutan.

Juga mendorong harga minyak pada produksi kilang di China, selaku konsumen minyak terbesar kedua di dunia, naik 4,4 persen pada Mei dari bulan yang sama tahun lalu ke rekor tertinggi.

Pedagang minyak terbesar dunia mengatakan minggu ini mereka melihat harga minyak tetap di atas USD 70 per barel dengan permintaan diperkirakan akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada paruh kedua tahun 2022.

Iran sedang menuju ke pemilihan presiden pada hari Jumat, di mana Ebrahim Raisi menjadi kandidat terdepan. best profit

"Hasil pemilihan presiden besok di Iran juga kemungkinan akan memberikan dukungan pada harga minyak ... Setiap pengembalian cepat ekspor minyak Iran patut dipertanyakan," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Harga emas turun lebih dari 2 persen. Aksi jual membuat seluruh logam mulia termasuk paladium menempati hari terburuknya dalam lebih dari setahun, dipicu dolar yang menguat setelah Federal Reserve AS memberikan nada hawkish pada strategi moneter.

Melansir laman CNCB, Jumat (18/6/2021), harga emas di pasar spot turun 2 persen menjadi USD 1.776.10 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 3 Mei di posisi USD 1.766.29. Adapun harga emas berjangka AS turun 4,7 persen menjadi USD 1.774,80.

Mayoritas dari 11 pejabat Fed memproyeksikan akan adanya kenaikan suku bunga dua seperempat poin pada 2023, meskipun para pejabat berjanji untuk menjaga kebijakan untuk tetap memberikan dukungan untuk saat ini guna mendorong pemulihan pekerjaan. best profit

Pengumuman itu mendorong dolar ke level tertinggi lebih dari dua bulan, mengikis daya tarik emas batangan bagi mereka yang memegang mata uang lain.

Sert mendorong lonjakan imbal hasil Treasury AS, meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Dot plot The Fed memberikan perubahan nada yang jelas, pada akhirnya menunjukkan bahwa meskipun The Fed terus menegaskan kembali bahwa inflasi bersifat sementara, penilaian formal mereka terhadap risiko terhadap ekonomi jelas lebih hawkish," kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali.
Melemahnya permintaan fisik dan melambatnya aliran spekulatif ke emas, yang keduanya dimulai sebelum pertemuan Fed, mendorong penurunan harga emas lebih lanjut. best profit

Sumber : Liputan6

Rabu, 16 Juni 2021

Best Profit | Wall Street Tersungkur Setelah The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga

 


Best Profit (17/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Rabu, 16 Juni 2021. Wall street merosot setelah bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) menaikkan harapan inflasi dan menaikkan kerangka waktu kapan akan menaikkan suku bunga.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 265,66 poin atau 0,8 persen menjadi 34.033,67. Rata-rata saham unggulan melemah tajam setelah pernyataan the Fed. Indeks S&P 500 tergelincir 0,5 persen menjadi 4.223,70 didorong sektor saham utilitas dan kebutuhan konsumen.

Indeks saham acuan turun satu persen setelah 11 sektor saham anjlok ke zona merah. Selain itu, indeks Nasdaq turun 0,2 persen menjadi 14.039,68 setelah sempat susut 1,2 persen ke posisi terendah.

The Federal Reserve mengindikasikan kenaikan suku bunga dapat terjadi segera setelah 2023 setelah memberi sinyal pada Maret tidak ada kenaikan hingga tahun itu. best profit

"Ini bukan yang diharapkan pasar. The Fed sekarang memberi sinyal suku bunga perlu naik lebih cepat. Perubahan sikap ini sedikit mengejutkan dengan klaim the Fed baru-baru ini lonjakan inflasi baru-baru ini bersifat sementara,” Wakil Kepala Ekonom Aberdeen Standard Investments James McCann, dilansir dari CNBC, Kamis (17/6/2021).

Indeks saham utama diperdagangkan dari posisi terendah setelah Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan, apa yang disebut proyeksi dot-plot yang merinci perkiraan anggota the Fed untuk kenaikan suku bunga pada masa mendatang.

Bank sentral AS tidak memberikan indikasi kapan akan mulai mengurangi pembelian obligasi yang agresif yang juga membantu mendorong kenaikan pasar. The Fed telah membeli obligasi senilai USD 120 miliar setiap bulan. best profit

Ketua the Fed mengatakan, bank sentral memberitahukan informasi lanjutan sebelum mengumumkan langkahnya untuk mengurangi pembelian aset.

"Anda dapat menganggap pertemuan yang kami lakukan ini sebagai pertemuan berbicara tentang membicarakan. Dalam pertemuan mendatang, komite akan terus menilai kemajuan ekonomi menuju tujuan kami,” ujar Powell.

Powell menuturkan, pihaknya akan memberitahukan terlebih dahulu sebelum mengumukan keputusan apapun.

"Seperti yang telah kami katakan, kami akan memberitahukan terlebih dahulu sebelum mengumumkan keputusan apapun untuk melakukan perubahan pada pembelian kami,” ujar dia. best profit

The Fed juga menaikkan harapan inflasi utama menjadi 3,4 persen pada 2021, angka ini lebih tinggi dari proyeksi Maret. Pada pernyataan sebelumnya, the Fed menyebutkan tekanan inflasi bersifat sementara.

Pertemuan the Fed terjadi saat inflasi memanas dengan harga produsen naik pada tingkat tahunan tercepat dalam hampir 11 tahun selama Mei. Powell menuturkan, inflasi bisa berjalan lebih panas dari yang diharapkan the Fed di tengah pemulihan ekonomi.

"Seiring pembukaan kembali berlanjut, pergeseran permintaan bisa besar, cepat, dan macet. Kesulitan perekrutan dan kendala lainnya dapat terus membatasi seberapa cepat pasokan dapat menyesuaikan, meningkatkan kemungkinan inflasi bisa menjadi lebih tinggi dan lebih konsisten dari yang kami harapkan,” kata Powell.

Pembukaan kembali ekonomi memberi pasar yang lebih luas dengan beberapa dukungan. Saham Royal Caribbean naik hampir dua persen, Norwegian Cruisse Line naik mendekati tiga persen setelah saham dinaikkan dari Wolfe Research. Saham United Airlines dan American Airlines juga mencatat keuntungan.

Pada Rabu 16 Juni 2021, China mengatakan akan melepaskan logam industri termasuk tembaga, aluminium, dan seng dari cadangan nasionalnya untuk mengekang harga komoditas. Harga tembaga telah turun lebih dari 10 persen dari posisi rekornya. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 15 Juni 2021

Best Profit | Wall Street Tergelincir Jelang Pertemuan The Fed

 


Best Profit (16/6) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan saham Selasa, 15 Juni 2021 waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq tergelincir dari posisi tertingginya seiring investor menanti hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 melemah 0,2 persen menjadi 4.246,59 setelah naik 0,1 persen ke posisi tertinggi baru di kisaran 4.257,16. Indeks Dow Jones susut 94,42 poin atau 0,3 persen menjadi 34.299,33. Indeks Nasdaq turun 0,7 persen menjadi 14.072 setelah saham Apple, Alphabet, Amazon dan Microsoft melemah.

Sektor real estate dan teknologi alami tekanan terbesar pada perdagangan Selasa, sementara itu sektor energi naik 2,1 persen. Saham Diamondback Energy naik 5,1 persen dan Exxon Mobil dan Occidental Petroleum menguat lebih dari tiga persen.

Dari data ekonomi, indeks harga produsen melonjak 6,6 persen hingga Mei 2021. Kenaikan itu terbesar dalam 12 bulan ini. Secara bulanan, indeks harga produsen naik 0,8 persen. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones 0,6 persen. best profit

Sementara itu, data ritel penjualan pada Mei 2021 susut 1,3 persen dibandingkan dari harapan ekoom sekitar 0,7 persen.

“Data yang beragam tidak membuat pasar khawatir. Pasar hampir tidak merespons dengan sedikit cukup berani untuk mengambil posisi besar menjelang pertemuan the Fed,” ujar Analis City Index Fiona Cincotta, dilansir dari CNBC, Rabu (16/6/2021).

Ia menambahkan, hal yang menjadi pertanyaan mengenai the Federal Reserve (the Fed) akan memulai dengan sangat lambat mendiskusikan taper tantrum atau pengurangan pembelian obligasi dan perdebatan seputar kebijakan moneter  yang lebih ketat. best profit

Pertemuan kebijakan the Federal Reserve dalam dua hari ini menjadi titik fokus pasar pekan ini. Bank sentral AS diperkirakan tidak akan mengambil tindakan apapun.

Namun, komentar tentang suku bunga, inflasi dan ekonomi dapat mendorong pergerakan pasar. Pelaku pasar akan mendengarkan dengan cermat komentar tentang inflasi dan rencana pengurangan obligasi.

“Semakin lama mereka menunggu untuk berbicara, apalagi taper, ketidakseimbangan tumbuh. Risiko taper ditambah data inflasi tinggi baru-baru ini dan masalah seputar tingkat RRP/IOER kemungkinan akan membuat pertemuan terakhir the Fed bisa dovish,” kata Head of US Macro Strategy MUFG, George Goncalves. best profit

Miliarder Paul Tudor Jones menuturkan, pertemuan the Fed ini bisa menjadi paling penting dalam karier ketua the Federal Reserve Jerome Powell.

Tudor juga memperingatkan Powell dapat memicu aksi jual besar-besaran dalam aset berisiko jika tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk memberi sinyal penurunan dalam pembelian aset bulanan the Fed. best profit

Sumber : Liputan6

Senin, 14 Juni 2021

Best Profit | Harga Emas Jatuh karena The Fed Kurangi Likuiditas

 


Best Profit (15/6) - Harga emas tergelincir 0,7 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Kejatuhan harga emas ini karena investor khawatir Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan mengurangi kebijakan moneter yang ekspansif.

Mengutip CNBC, Selasa (15/6/2021), harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1.863,98 per ounce pada pukul 13.43 EDT, setelah mencapai level terendah sejak 17 Mei di USD 1.848,49 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 0,7 persen di level USD 1.865,9 per ounce.

Kepala analis Blue Line Futures Chicago Phillip Streible mengatakan, mungkin ada beberapa aksi jual emas menjelang pertemuan the Fed, yang dimulai pada hari Selasa.

"Ada kemungkinan the Fed akan mulai mengurangi kebijakan yang eskpansif. Hal ini seharusnya membebani emas," kata Streible. best profit

Ia melanjutkan, The Fed sedang dalam proses mengurangi likuiditas dari sistem dan itu juga akan membebani harga emas. Pengurangan likuiditas ini mengacu pada lonjakan volume pembelian kembali Federal Reserve minggu lalu.

Pelaku pasar juga akan melihat pandangan Federal Reserve yang berkembang tentang pengangguran, inflasi dan pertumbuhan ekonomi, serta kemungkinan kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya selama pandemi Covid-19.

"Kami melihat risiko pelemahan harga emas berlanjut karena pembicaraan taper (the Fed) melemahkan minat investor pada logam mulia," tulis analis TD Securities dalam sebuah catatan.

Sebelumnya, harga emas sekali lagi terjebak dalam level konsolidasi pada pekan ini. Logam mulia akan diperdagangkan dalam level koridor yang sempit.

Para analis di Wall Street melihat bahwa harga emas belum bisa melaju ke level positif dalam di pekan ketiga Juni 2021 ini. best profit

Mengutip Kitco, Senin (14/6/2021), analis mencatat bahwa ada dukungan fundamental yang solid bagi harga emas dengan tekanan inflasi terus meningkat.

Namun mereka melihat bahwa harga emas akan bearish karena tidak mampu menahan kenaikan di atas USD 1.900 per ounce meskipun ada penurunan imbal hasil riil dan dolar AS melemah.

Pekan ini, 15 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Hasil yang diperoleh belum pernah terjadi sebelumnya. Kesimpulannya mengarah ke tiga arah dengan masing-masing skenario mengumpulkan lima suara.

Artinya, 5 analis menyatakan harga emas akan naik, 5 analis menyatakan harga emas akan tertekan dan sisanya 5 analis netral.

Sementara itu, total 1.056 suara diberikan pelaku pasar dalam survei online. Dari jumlah tersebut, 695 responden atau 66 persen menyebutkan bahwa harga emas naik minggu ini.

Sebanyak 181 responden atau 17 persen lainnya menyatakan melemah. Sedangkan 180 pemilih atau 17 persen juga netral. best profit

Pada pekan lalu investor dan analis Wall Street memperirakan harga emas akan bullish. Namun pada kenyataannya harga emas tidak mampu ditutup di atas USD 1.900 per ounce.

Sepertinya, pasar emas sekali lagi akan menyambut pelemahan kembali. Emas berjangka pengiriman Agustus terakhir diperdagangkan di USD 1.881,80 per ounce, turun 0,5 persen dari minggu sebelumnya.

Minggu ini, para analis mengatakan secara fundamental sulit untuk melihat harga emas melonjak ketika inflasi di Mei naik menjadi 5 persen, kenaikan paling signifikan sejak Agustus 2008.

Meningkatnya inflasi ditambah dengan suku bunga yang lebih rendah berarti bahwa hasil riil telah turun lebih jauh ke wilayah negatif.

Banyak analis mengatakan bahwa meskipun harga emas berkonsolidasi, tren dan momentum tetap bullish karena harga bertahan di atas USD 1.855 per ounce. best profit

Kepala analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, meskipun dia secara teknis menyatakan harga emas akan bearish, dia tidak melihat alasan kejatuhannya akan dalam.

Dia menambahkan bahwa pasar kehilangan beberapa momentum dan perlu menemukan katalis baru untuk tren naik.

"Saya percaya The Fed salah, tetapi pasar telah membeli pandangan bahwa inflasi tidak akan berdampak besar pada perekonomian," katanya.

"Saya dapat melihat beberapa alasan jangka pendek menjadi negatif pada emas, tetapi saya melihat alasan fundamental yang kuat harga emas tidak akan mengalami kejatuhan yang dalam." tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 13 Juni 2021

Best Profit | Harga Emas Diprediksi Alami Tekanan di Pekan Ini

 


Best Profit (14/6) - Harga emas sekali lagi terjebak dalam level konsolidasi pada pekan ini. Logam mulia akan diperdagangkan dalam level koridor yang sempit.

Para analis di Wall Street melihat bahwa harga emas belum bisa melaju ke level positif dalam di pekan ketiga Juni 2021 ini.

Mengutip Kitco, Senin (14/6/2021), analis mencatat bahwa ada dukungan fundamental yang solid bagi harga emas dengan tekanan inflasi terus meningkat.

Namun mereka melihat bahwa harga emas akan bearish karena tidak mampu menahan kenaikan di atas USD 1.900 per ounce meskipun ada penurunan imbal hasil riil dan dolar AS melemah. best profit

Pekan ini, 15 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Hasil yang diperoleh belum pernah terjadi sebelumnya. Kesimpulannya mengarah ke tiga arah dengan masing-masing skenario mengumpulkan lima suara.

Artinya, 5 analis menyatakan harga emas akan naik, 5 analis menyatakan harga emas akan tertekan dan sisanya 5 analis netral.

Sementara itu, total 1.056 suara diberikan pelaku pasar dalam survei online. Dari jumlah tersebut, 695 responden atau 66 persen menyebutkan bahwa harga emas naik minggu ini. best profit

Sebanyak 181 responden atau 17 persen lainnya menyatakan melemah. Sedangkan 180 pemilih atau 17 persen juga netral.

Pada pekan lalu investor dan analis Wall Street memperirakan harga emas akan bullish. Namun pada kenyataannya harga emas tidak mampu ditutup di atas USD 1.900 per ounce.

Sepertinya, pasar emas sekali lagi akan menyambut pelemahan kembali. Emas berjangka pengiriman Agustus terakhir diperdagangkan di USD 1.881,80 per ounce, turun 0,5 persen dari minggu sebelumnya. best profit

Minggu ini, para analis mengatakan secara fundamental sulit untuk melihat harga emas melonjak ketika inflasi di Mei naik menjadi 5 persen, kenaikan paling signifikan sejak Agustus 2008.

Meningkatnya inflasi ditambah dengan suku bunga yang lebih rendah berarti bahwa hasil riil telah turun lebih jauh ke wilayah negatif.

Banyak analis mengatakan bahwa meskipun harga emas berkonsolidasi, tren dan momentum tetap bullish karena harga bertahan di atas USD 1.855 per ounce.

Kepala analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan, meskipun dia secara teknis menyatakan harga emas akan bearish, dia tidak melihat alasan kejatuhannya akan dalam. best profit

Dia menambahkan bahwa pasar kehilangan beberapa momentum dan perlu menemukan katalis baru untuk tren naik.

"Saya percaya The Fed salah, tetapi pasar telah membeli pandangan bahwa inflasi tidak akan berdampak besar pada perekonomian," katanya.

"Saya dapat melihat beberapa alasan jangka pendek menjadi negatif pada emas, tetapi saya melihat alasan fundamental yang kuat harga emas tidak akan mengalami kejatuhan yang dalam." tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 10 Juni 2021

Best Profit | Harga Emas Melonjak Usai Pengumuman Data Inflasi AS

 


Best Profit (11/6) - Harga emas naik pada penutupan perdagangan hari Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta), setelah data inflasi AS menunjukkan angka yang lebih tinggi dari harapan.

Data tersebut meredakan kekhawatiran bahwa Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) akan mengurangi dukungan stimulus moneter.

Mengutip CNBC, Jumat (11/6/2021), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.893,75 per ounce pada pukul 13.43 EDT, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 4 Juni di USD 1.869,46 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS menetap di USD 1.896,40 per ounce. best profit

Data menunjukkan harga konsumen AS meningkat lebih pada Mei karena pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dari pandemi mendorong permintaan domestik. Klaim pengangguran mingguan juga turun ke level terendah dalam hampir 15 bulan.

"Dari data inflasi ini pelaku pasar sangat percaya bahwa Federal Reserve AS tidak akan mengubah sikap dalam waktu dekat dengan tetap mengandalkan kebijakan akomodatif. Dengan begitu kesempatan emas tetap ada," kata analis senior OANDA, Edward Moya.

"Beberapa sentimen yang menekan harga emas memang masih ada, tetapi pada akhirnya ketakutan soal inflasi sudah mereda yang dapat memicu pengetatan kebijakan Fed," tambah Moya. best profit

Investor juga memperhatikan janji Bank Sentral Eropa untuk mempertahankan aliran stimulus yang stabil selama musim panas.

“Kami memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang, dan ekspektasi inflasi akan tetap menjadi titik fokus,” kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

"Selera investor baru-baru ini telah lebih dari mengimbangi permintaan emas fisik yang lemah, terutama dari India dan Cina," tambah dia.

Sebelumnya, harga emas menghadapi banyak volatilitas pada pekan lalu. Pertama turun lebih dari USD 40, kemudian naik kembali menuju USD 1.900 per ounce.

Dikutip dari Kitco, Senin (7/6/2021), menurut para analis, tren bullish pada emas masih jauh dari selesai. best profit

Harga emas sangat sensitif terhadap taper talk bank sentral Amerika Serikat (AS), dolar AS, dan US treasury yield.

Setiap lonjakan pada tiga hal tersebut mengarah kepada penurunan harga emas, sedangkan jika sebaliknya memicu reli emas.

"Pasar sensitif terhadap taper talk. Kamis, kita melihat pergerakan lebih tinggi pada imbal hasil dan dolar, dan orang-orang panik. Emas dibuang, dibantu oleh faktor-faktor teknis," kata Kepala Strategi Global TD Securities, Bart Melek, kepada Kitco News.

Namun aksi jual dengan cepat berbalik pada Jumat, 4 Juni 2021, karena emas menerima dorongan dari laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan periode Mei. best profit

Menurut Melek, jika pekerjaan terus buruk, maka the Fed tidak akan melihat inflasi sebagai masalah. "Dan imbal hasil juga tidak akan beraksi, yang artinya bagus untuk emas," lanjutnya.

Melek memproyeksikan perdagangan emas dalam kisaran baru antara USD 1.855 dan USD 1.935. "USD 1.920 adalah batas atas yang bisa kita capai pekan depan (pekan ini)," tuturnya.

Menurut senior broker komoditas RJO Futures, Bob Haberkorn, secara keseluruhan tren bullish emas pada Mei masih utuh atau belum terganggu.

"Tren naik akan berlanjut berdasarkan data ketenagakerjaan ini. Emas akan mencoba kembali ke level tertinggi Agustus. Saya melihat emas diperdagangkan kembali ke USD 1.920 pada awal pekan depan (pekan ini). Satu-satunya hal yang akan mengganggu sisi atas emas adalah petunjuk baru pengetatan moneter," jelas dia.

Para investor disebut harus mencermati imbal hasil US Treasury dan berita utama inflasi baru. Hal ini seiring pasar yang bersiap untuk pertemuan kebijakan moneter The Fed pada 16 Juni 2021. best profit

Arah dolar seiring dengan kebijakan The Fed sangat penting untuk pasar emas. Menurut pakar logam mulia Gainesville Coins, Everett Millman, pasar harus memperhatikan kapan bank sentral itu memperbarui pemikirannya tentang inflasi dan suku bunga.

"Meskipun kita memiliki retorika tapering dan melihat tanda-tanda inflasi, saya pikir The Fed menjalankan risiko menjaga kebijakan terlalu longgar dalam waktu terlalu lama. Saya tidak berpikir mereka akan memperketat kebijakan dan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat," kata Millman.

Dalam jangka pendek, Millman netral terhadap emas. Ia memperkirakan emas kemungkinan akan diperdagangkan antara USD 1.870 dan USD 1.890 pada pekan depan.

Sementara dalam jangka panjang, ia tetap meyakini targetnya yaitu di level USD 2.100 per ounce.

"Saya pikir kita bisa kembali ke sana. Ada ruang untuk bergerak tinggi, khususnya setelah emas mundur dari rekor tertinggi Agustus," jelasnya. best profit

Sumber : Liputan6