Rabu, 30 September 2020

Best Profit | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Stimulus Covid-19

 


Best Profit (1/10) - Saham di AS menguat pada perdagangan Rabu. Hal ini di tengah meningkatnya harapan untuk stimulus virus corona lebih lanjut. Namun rata-rata saham utama masih membukukan penurunan sejak Maret.

Dikutip dari CNBC, Kamis (1/10/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup naik 329,04 poin atau 1,2 persen menjadi 27.781,70, setelah melompat 573 poin pada sesi tertinggi.

S&P 500 naik 0,8 persen atau 27,53 poin menjadi 3.363,00. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,7 persen atau 82,26 poin menjadi 11.167,51. best profit

Saham memangkas keuntungan pada sesi akhir perdagangan setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan bantuan virus corona.

Pasangan itu akan melanjutkan pembicaraan saat mereka mencoba menyusun paket kelima yang dapat melewati kedua kamar Kongres. Pasar melonjak di awal sesi setelah Mnuchin mengatakan anggota parlemen memberikan RUU itu upaya serius. best profit

Sentimen terbantu oleh data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah pekerjaan sektor swasta bulanan ADP menunjukkan pertumbuhan 749 ribu pada September, di atas 600 ribu yang diharapkan dari survei ekonom Dow Jones.

Sementara itu, penjualan rumah tertunda melonjak 8,8 persen pada Agustus, menandai laju tertinggi dalam catatan, menurut survei National Association of Realtors. best profit

Saham-saham yang sensitif terhadap pemulihan ekonomi, termasuk bank dan operator kapal pesiar, mengalami kenaikan terbesar pada perdagangan Rabu. Goldman Sachs naik lebih dari 2 persen, sementara Citigroup naik 1,6 persen. Norwegian Cruise naik lebih dari 3 persen dan Boeing naik 1 persen.

Namun, rata-rata saham utama mengalami penurunan bulanan pertama sejak Maret sebagian karena koreksi yang disebabkan oleh saham teknologi pada awal September. S&P 500 turun 3,9 persen, sedangkan Dow dan Nasdaq Composite turun masing-masing 2,3 persen dan 5,2 persen pada September. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 29 September 2020

Best Profit | Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Selama Seminggu

 


Best Profit (30/9) - Harga emas naik ke level tertinggi dalam sepekan pada hari Selasa karena dolar melemah dan harapan naik untuk stimulus fiskal tambahan untuk ekonomi Amerika, menjelang debat presiden AS yang pertama.

Dikutip dari CNBC, Rabu (30/9/2020), harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 1,889,85 per ounce sementara emas berjangka AS naik 0,7 persen menjadi USD 1,895,70.

"Karena kami melihat prospek stimulus yang lebih baik, kami memahami ada kecenderungan melemahnya mata uang domestik, dalam hal ini dolar melemah dan mendukung emas dan perak," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pada titik ini, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi "perlahan-lahan menyetujui rencana stimulus kedua, jelas merupakan lingkungan yang mendukung," tambahnya. best profit

Mnuchin dan Pelosi dijadwalkan untuk berbicara pada hari Selasa tentang undang-undang bantuan virus corona, kata penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow.

Ini terjadi setelah Pelosi pada hari Senin mengatakan anggota parlemen Demokrat mengumumkan tagihan bantuan virus corona senilai USD 2,2 triliun.

Emas, dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang, telah naik sekitar 24 persen sepanjang tahun ini didukung oleh stimulus moneter dari bank sentral utama dan pemerintah.

Menopang harga emas, dolar turun 0,4 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena pasar menunggu debat presiden pertama antara Presiden Donald Trump dan saingan Demokrat, Joe Biden pada 2100 ET (0100 GMT).

"Gelombang mungkin bergeser sedikit kembali ke emas," kata James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC dalam sebuah catatan. best profit

"Karena fokus pasar bergeser lebih tegas ke pemilu AS dan ketidakpastian yang dibawa oleh siklus pemilu ini, sepertinya harga emas dan perak telah mendapat penangguhan hukuman dari likuidasi besar-besaran minggu lalu."

Survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco memperlihatkan bahwa pelaku pasar sulit untuk menentukan harga emas. Alasannya, belum ada sentimen jangka pendek yang bisa menunjukkan harga emas akan melambung dalam waktu dekat.

"Begitu banyak ketidakpastian dan volatilitas di pasar sehingga sulit untuk ditebak gerak emas dalam waktu dekat ini," jelas Kepala Perdagangan MKS (Switzerland) SA, Afshin Nabavi dikutip dari Kitco, Senin (27/9/2020). best profit

Pendapat analis sendiri terbagi rata di tiga posisi pada pekan ini. Dari 16 analis yang disurvei, sebanyak enam atau 38 persen analis memperkirakan harga emas akan naik. Tak berbeda jauh, analis yang memperkirakan harga emas akan melemah dan mendatar masing-masing lima orang atau sekitar 31 persen.

Sedangkan sebagian pelaku pasar memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan. Hal ini terjadi karena sentimen bullish telah mencapai level terendah sejak awal tahun.

Pergeseran sentimen dari bullish menjadi bearish terjadi setelah harga emas mengalami penurunan yang sangat signifikan minggu kemarin. Harga emas tertekan hingga di bawah USD 1.900 per ounce. best profit

Harga emas mengakhiri minggu kemarin dengan turun lebih dari USD 100 atau 5 persen dari periode pekan sebelumnya.

Analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, bearish pada harga emas akan terjadi pada pekan ini karena sepertinya dolar AS memiliki ruang untuk bergerak sedikit lebih tinggi.

“Ini bukan tentang emas tetapi lebih tentang dolar AS. Mata uang tersebut memiliki kekuatan yang lebih besar,” jelas dia.

“Dolar AS telah mendominasi semua pasar dan harga emas tidak bisa menghindarinya. Saya pikir kita perlu melihat guncangan emas lagi sebelum investor kembali ke pasar." tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Senin, 28 September 2020

Best Profit | Harga Emas Menguat Jelang Debat Capres AS

 


Best Profit (29/9) - Harga emas naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong utama kenaikan harga emas adalah pelemahan dolar AS jelang debat calon Presiden (Capres) AS pada pekan ini.

Namun, kenaikan harga emas dibatasi oleh penguatan yang terjadi di bursa saham atau Wall Street.

Mengutip CNBC, Selasa (29/9/2020), harga emas di pasar spot naik 1,0 persen menjadi USD 1.878,33 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,9 persen menjadi USD 1.882.30 per ounce.

"Harga emas telah pulih dari kerugian karena penguatan dolar AS telah mereda dan suku bunga riil telah turun tipis," kata analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

"Ada banyak peristiwa yang memiliki risiko tinggi pada minggu ini. Hal ini bisa menjadi peluang bagi emas untuk naik. Risiko tersebut mulai dari debat presiden AS hingga data pengangguran dan inflasi," tambahnya.

Presiden Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden akan saling berhadapan dalam debat presiden pertama mereka pada hari Selasa.

Namun, kenaikan harga emas batangan dibatasi karena saham naik, terutama didorong oleh data selama akhir pekan yang menunjukkan laba di perusahaan industri China tumbuh untuk empat bulan berturut-turut di bulan Agustus. best profit

“Harga emas telah menemukan level dukungan teknis baru di USD 1.850 per ounce. Anda mungkin melihat investor emas mulai merasa sedikit lebih percaya diri, ”kata analis senior OANDA New York, Edward Moya.

Sebelumnya, survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco memperlihatkan bahwa pelaku pasar sulit untuk menentukan harga emas. Alasannya, belum ada sentimen jangka pendek yang bisa menunjukkan harga emas akan melambung dalam waktu dekat.

"Begitu banyak ketidakpastian dan volatilitas di pasar sehingga sulit untuk ditebak gerak emas dalam waktu dekat ini," jelas Kepala Perdagangan MKS (Switzerland) SA, Afshin Nabavi dikutip dari Kitco, pada Senin 28 September 2020.

Pendapat analis sendiri terbagi rata di tiga posisi pada pekan ini. Dari 16 analis yang disurvei, sebanyak enam atau 38 persen analis memperkirakan harga emas akan naik. Tak berbeda jauh, analis yang memperkirakan harga emas akan melemah dan mendatar masing-masing lima orang atau sekitar 31 persen. best profit

Sedangkan sebagian pelaku pasar memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan. Hal ini terjadi karena sentimen bullish telah mencapai level terendah sejak awal tahun.

Pergeseran sentimen dari bullish menjadi bearish terjadi setelah harga emas mengalami penurunan yang sangat signifikan minggu kemarin. Harga emas tertekan hingga di bawah USD 1.900 per ounce.

Harga emas mengakhiri minggu kemarin dengan turun lebih dari USD 100 atau 5 persen dari periode pekan sebelumnya.

Analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, bearish pada harga emas akan terjadi pada pekan ini karena sepertinya dolar AS memiliki ruang untuk bergerak sedikit lebih tinggi.

“Ini bukan tentang emas tetapi lebih tentang dolar AS. Mata uang tersebut memiliki kekuatan yang lebih besar,” jelas dia.

“Dolar AS telah mendominasi semua pasar dan harga emas tidak bisa menghindarinya. Saya pikir kita perlu melihat guncangan emas lagi sebelum investor kembali ke pasar." tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 27 September 2020

Best Profit | Harga Emas Sulit Melambung Sepanjang Pekan Ini

 


Best Profit (28/9) - Survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco memperlihatkan bahwa pelaku pasar sulit untuk menentukan harga emas. Alasannya, belum ada sentimen jangka pendek yang bisa menunjukkan harga emas akan melambung dalam waktu dekat.

"Begitu banyak ketidakpastian dan volatilitas di pasar sehingga sulit untuk ditebak gerak emas dalam waktu dekat ini," jelas Kepala Perdagangan MKS (Switzerland) SA, Afshin Nabavi dikutip dari Kitco, Senin (27/9/2020).

Pendapat analis sendiri terbagi rata di tiga posisi pada pekan ini. Dari 16 analis yang disurvei, sebanyak enam atau 38 persen analis memperkirakan harga emas akan naik. Tak berbeda jauh, analis yang memperkirakan harga emas akan melemah dan mendatar masing-masing lima orang atau sekitar 31 persen.

Sedangkan sebagian pelaku pasar memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan. Hal ini terjadi karena sentimen bullish telah mencapai level terendah sejak awal tahun. best profit

Pergeseran sentimen dari bullish menjadi bearish terjadi setelah harga emas mengalami penurunan yang sangat signifikan minggu kemarin. Harga emas tertekan hingga di bawah USD 1.900 per ounce.

Harga emas mengakhiri minggu kemarin dengan turun lebih dari USD 100 atau 5 persen dari periode pekan sebelumnya.

Analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, bearish pada harga emas akan terjadi pada pekan ini karena sepertinya dolar AS memiliki ruang untuk bergerak sedikit lebih tinggi.

“Ini bukan tentang emas tetapi lebih tentang dolar AS. Mata uang tersebut memiliki kekuatan yang lebih besar,” jelas dia.

“Dolar AS telah mendominasi semua pasar dan harga emas tidak bisa menghindarinya. Saya pikir kita perlu melihat guncangan emas lagi sebelum investor kembali ke pasar." tambah dia. best profit

Sebelumnya, harga emas jatuh pada hari Jumat, begerak di dekat level terendah selama dua bulan terakhir. Ini karena investor mencari perlindungan dalam dolar dari meningkatnya kasus virus corona dan ketidakpastian atas stimulus AS berikutnya untuk membantu perekonomian.

Dikutip dari  CNBC, Sabtu (26/9/2020), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1,864,39 per ounce, sementara emas berjangka AS turun 0,6 persen pada USD 1,866,30 per ounce.

"Partai Republik dan Demokrat berada di halaman yang sama tentang menempatkan beberapa stimulus tetapi mereka tidak dapat memutuskan jumlah dan ketidakpastian yang mendorong investor memilih dolar," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York. best profit

Untuk minggu ini, harga emas turun sekitar 4,4 persen sejauh ini, terbesar setidaknya dalam enam minggu, karena dolar ditetapkan untuk minggu terbaiknya sejak awal April. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang dihargai dalam mata uang, seperti emas, lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lain.

Seorang anggota parlemen utama mengatakan Demokrat di DPR AS sedang mengerjakan paket stimulus virus corona senilai USD 2,2 triliun yang dapat dipilih minggu depan.

Federal Reserve minggu ini berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal di tengah kekhawatiran investor akan pukulan ekonomi lain dari pandemi virus corona.

Saham ditetapkan untuk jatuh paling banyak untuk setiap minggu sejak Juni karena kekhawatiran atas gelombang kedua penguncian terkait virus membebani selera risiko investor. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 24 September 2020

Best Profit | Dipimpin Saham Teknologi, Bursa Saham AS Mencoba Bangkit

 


Best Profit (25/9) - Saham berjangka AS menguat tipis pada Kamis malam karena indeks pasar mencoba menghindari kerugian selama empat minggu berturut-turut.

Dikutip dari CNBC, Jumat (25/9/2020), futures untuk Dow Jones Industrial Average naik sekitar 70 poin, atau 0,2 persen. Kontrak yang terkait dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,3 persen dan 0,4 persen.

Tiga indeks utama AS bertahan pada kenaikan selama sesi perdagangan pada Kamis, tetapi masih negatif untuk minggu ini. Nasdaq Composite sedikit mengungguli, menguat sekitar 0,4 persen, dan juga menjadi indeks berkinerja terbaik minggu ini.

Kinerja luar biasa untuk saham teknologi berat yang mengalami pembalikan dari sebelumnya selama tren pasar yang melemah. Sebagian besar kerugian bulan September terkonsentrasi pada saham teknologi, yang membawa beban berat pada indeks. best profit

Saham Apple naik 1 persen pada hari Kamis tetapi masih turun lebih dari 19 persen dari penutupan tertinggi baru-baru ini pada 1 September.

Russ Koesterich, direktur pelaksana dan manajer portofolio di Blackrock, mengatakan pada "Closing Bell" CNBC bahwa timnya telah mengambil untung di beberapa saham teknologi tinggi pada akhir Agustus dan kemudian membeli lebih banyak saham siklikal selama penurunan pasar baru-baru ini.

“Apa yang kami coba lakukan dalam beberapa minggu terakhir adalah meningkatkan eksposur siklus sedikit. Bukan berarti kami berpikir saham teknologi akan melemah. Kami masih menyukai temanya. Namun dalam basis taktis jangka pendek, kami merasa nyaman dengan ekonomi, kami pikir kami akan terus melihat peningkatan, dan kami mencari nama yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan itu," kata Koesterich. best profit

Keadaan pemulihan ekonomi telah menjadi topik hangat dalam beberapa pekan terakhir di Wall Street, terutama setelah kematian Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg membuat banyak ahli strategi menurunkan peluang untuk paket bantuan lain sebelum pemilihan.

Pada hari Kamis, Goldman Sachs memangkas proyeksi kuartal keempatnya untuk pertumbuhan produk domestik bruto menjadi 3 persen secara tahunan, turun dari 6 persen.

Demokrat DPR sedang mempersiapkan paket bantuan senilai USD 2,4 triliun yang dapat mereka pilih secepatnya minggu depan, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada CNBC. RUU itu akan mencakup peningkatan tunjangan pengangguran dan bantuan untuk maskapai penerbangan. best profit

Sumber : Liputan6

Rabu, 23 September 2020

Best Profit | Anjlok 2 Persen, Harga Emas Sentuh Level Terendah Sejak Awal Agustus

 


Best Profit (24/9) - Harga emas merosot lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Penurunan harga emas ini karena tekanan akibat penguatan dolar AS.

Investor tengah menunggu tanggapan lebih lanjut dari bank Sentral AS di tengah ketidakpastian ekonomi.

Mengutip CNBC, Kamis (24/9/2020), harga emas di pasar spot turun 1,9 persen menjadi USD 1.862,56 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 22 Juli di USD 1,861.60 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 2,1 persen menjadi USD 1.868,40 per ounce.

"Emas saat ini mengambil isyarat dari dolar AS dan kekuatan dolar AS terus membebani emas," kata analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

"Harga emas akan terus diuji dari posisi terendah dari awal Agustus. Level dukungan teknis berikutnya adalah sekitar USD 1.840 per ounce, namun harga mendekati wilayah oversold." tambah dia.

Indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam delapan minggu. Tentu saja hal ini meredupkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas turun, meskipun saham AS melemah setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS turun pada bulan September.

“Investor menunggu dan mengawasi apa yang akan dilakukan bank sentral utama selanjutnya. Saat ini sebagian besar kebijakan moneter dan fiskal yang tersedia telah diterapkan. " jelas Phillip Streible, kepala analis Blue Line Futures di Chicago.

Sebelumnya, harga emas baru-baru ini sangat bergantung pada pasar saham. Dengan keadaan seperti itu, analis dengan hati-hati mengamati potensi pergerakan uang tunai jika ada aksi jual di pasar utama. best profit

Harga emas terus diperdagangkan di tengah kisaran USD 1.900- USD 2.000 per ons. Pada Jumat (18/9/2020) pekan lalu, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1.958, naik 0,46 persen pada hari itu.

"Salah satu katalis utama dari pasar logam sampai kita mendekati pemilihan adalah pasar ekuitas," kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (21/9/2020).

Valuasi di ruang ekuitas sangat memprihatinkan mengingat perekonomian masih dalam tahap awal pemulihan. “Jika pasar ekuitas terpukul dan menjual, itu akan menjadi negatif bagi kompleks industri - palladium, platinum, perak, dan akan menyeret emas turun bersamanya," jelas Hug.

"Selama harga emas bisa bertahan di USD 1.925, saya yakin logam akan naik ke pemilihan dengan peringatan bahwa pasar ekuitas tidak mengambil lebih dari 5 persen hit," imbuh dia. best profit

Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek memperkirakan emas akan naik pada pekan ini dengan kisaran harga di USD 1.960 per ounce pada sisi atas dan USD 1.933-1935 pada sisi bawah.

Sebagai catatan, saat pasar mulai mendekati pemilu AS pada November mendatang, volatilitas di pasar saham dan juga ruang logam mulia akan meningkat. Pedagang mungkin takut akan ketidakpastian dan menunggu sampai hasil pemilihan jelas.

"Kami semakin terpuruk dalam musim politik di AS yang semakin jelas. Kami mendapatkan komentar yang sangat agresif dari Presiden, Demokrat, kami melihat retorika agresif tentang China dan kebijakan pajak. Itu akan menciptakan semacam jumlah yang signifikan volatilitas. Pasar mungkin khawatir tentang pernyataan tertentu," kata Melek. best profit

"Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan emas. Tetapi jika kita mengalami krisis likuiditas penuh, itu tidak akan baik untuk apa pun. Orang akan kembali ke uang tunai," sambung Melek.

Di sisi lain, Analis di bidang emas juga mengamati meningkatnya kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di Eropa, dapat berdampak signifikan pada pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun, sebagian besar belum yakin bahwa kenaikan kasus akan menyebabkan penutupan yang signifikan seperti di bulan Maret lalu.

"Kami menduga bahwa penurunan ekuitas global selama beberapa hari terakhir akan berumur pendek kecuali kenaikan kasus baru mulai membebani ekonomi lagi," kata ekonom Capital Economics, Jessica Hinds. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 22 September 2020

Best Profit | Harga Emas Turun Lagi Menanti Kepastian The Fed

 


Best Profit (23/9) - Harga emas turun untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa karena dolar naik mendekati puncak dua bulan. Di sisi lain investor mengawasi dengan cermat pernyataan dari pejabat Federal Reserve AS tentang keadaan ekonomi.

Jalan ke depan untuk ekonomi tetap tidak pasti dan bank sentral AS akan berbuat lebih banyak jika diperlukan, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada panel kongres pada hari Selasa.

Secara terpisah, Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan ekonomi AS berisiko resesi, jika Kongres AS gagal meloloskan paket fiskal.

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2020), harga emas di psar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1,904.34 per ounce, membalikkan kenaikan sebelumnya. Emas berjangka AS turun 0,2 persen pada 1.907,60 per ounce. best profit

Aksi jual tajam di seluruh kelas aset pada hari Senin menyeret emas turun ke level terendah sejak 12 Agustus, di USD 1.882,70.

“Ketika kita melihat emas dan ekuitas turun pada saat bersamaan, investor membutuhkan uang tunai. Logam mulia selalu menjadi sumber yang baik untuk menghasilkan uang. Itu adalah faktor kemarin, tetapi hari ini kami pikir sebagian besar dolar dan teknis," kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di TIAA Bank.

"Dolar mempertahankan kekuatannya dan pada dasarnya itu membebani harga emas," tambahnya. best profit

Dolar mencapai level tertinggi sejak akhir Juli terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, dengan kurangnya kemajuan Washington dalam mencapai kesepakatan stimulus fiskal.

Harapannya adalah bahwa lewatnya Hakim Ruth Bader Ginsburg akan menciptakan perpecahan tambahan antara Demokrat dan Republik, yang akan mengarah pada kemungkinan yang lebih kecil dari rencana stimulus yang diajukan, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Meningkatnya kasus virus corona telah membayangi harapan pemulihan ekonomi yang cepat dan mendorong bank sentral untuk melonggarkan sikap moneter mereka, membantu harga emas naik sekitar 25 persen sepanjang tahun ini.

Tapi, harga emas telah mengupas keuntungan sejak mencapai rekor puncak pada Agustus karena Kongres AS selama berminggu-minggu tetap menemui jalan buntu mengenai ukuran dan bentuk RUU tanggapan virus korona berikutnya. best profit

Harga emas baru-baru ini sangat bergantung pada pasar saham. Dengan keadaan seperti itu, analis dengan hati-hati mengamati potensi pergerakan uang tunai jika ada aksi jual di pasar utama.

Harga emas terus diperdagangkan di tengah kisaran USD 1.900- USD 2.000 per ons. Pada Jumat (18/9/2020) pekan lalu, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1.958, naik 0,46 persen pada hari itu.

"Salah satu katalis utama dari pasar logam sampai kita mendekati pemilihan adalah pasar ekuitas," kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (21/9/2020).

Valuasi di ruang ekuitas sangat memprihatinkan mengingat perekonomian masih dalam tahap awal pemulihan. “Jika pasar ekuitas terpukul dan menjual, itu akan menjadi negatif bagi kompleks industri - palladium, platinum, perak, dan akan menyeret emas turun bersamanya," jelas Hug.

"Selama harga emas bisa bertahan di USD 1.925, saya yakin logam akan naik ke pemilihan dengan peringatan bahwa pasar ekuitas tidak mengambil lebih dari 5 persen hit," imbuh dia. best profit

Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek memperkirakan emas akan naik pada pekan ini dengan kisaran harga di USD 1.960 per ounce pada sisi atas dan USD 1.933-1935 pada sisi bawah.

Sebagai catatan, saat pasar mulai mendekati pemilu AS pada November mendatang, volatilitas di pasar saham dan juga ruang logam mulia akan meningkat. Pedagang mungkin takut akan ketidakpastian dan menunggu sampai hasil pemilihan jelas.

"Kami semakin terpuruk dalam musim politik di AS yang semakin jelas. Kami mendapatkan komentar yang sangat agresif dari Presiden, Demokrat, kami melihat retorika agresif tentang China dan kebijakan pajak. Itu akan menciptakan semacam jumlah yang signifikan volatilitas. Pasar mungkin khawatir tentang pernyataan tertentu," kata Melek.

"Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan emas. Tetapi jika kita mengalami krisis likuiditas penuh, itu tidak akan baik untuk apa pun. Orang akan kembali ke uang tunai," sambung Melek.

Di sisi lain, Analis di bidang emas juga mengamati meningkatnya kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di Eropa, dapat berdampak signifikan pada pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun, sebagian besar belum yakin bahwa kenaikan kasus akan menyebabkan penutupan yang signifikan seperti di bulan Maret lalu.

"Kami menduga bahwa penurunan ekuitas global selama beberapa hari terakhir akan berumur pendek kecuali kenaikan kasus baru mulai membebani ekonomi lagi," kata ekonom Capital Economics, Jessica Hinds. best profit

Sumber : Liputan6