Senin, 02 November 2020

Best Profit | Awali November, Wall Street Menghijau

 


Best Profit (3/11) - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), yang merupakan hari pertama di November. Pendorong kenaikan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini adalah aksi pemulihan pelaku pasar usai penurunan tajam pada pekan lalu.

Mengutip CNBC, Selasa (3/11/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup 423,45 poin lebih tinggi atau naik 0,6 persen menuju 26.925,05. Untuk S&P 500 naik 1,2 persen untuk mengakhiri perdagangan di 3.310,24. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,4 persen menjadi 10.957,61.

Jim Cramer dari CNBC mengatakan bahwa kenaikan Wall Street di perdagangan Senin ini mungkin didorong oleh meredakan kekhawatiran atas hasil pemilu. best profit

"Pelaku pasar benar-benar terlalu banyak melakukan aksi jual (oversold) pada pekan lalu sehingga sangat mungkin pada minggu ini untuk kembali pulih," terang da dalam acara Squawk on the Street di CNBC.

Menjelang pemilihan pada Selasa, Kandidat Joe Biden memegang kepemimpinan nasional di daerah-daerah penting atas Presiden Donald Trump. Dalam jajak pendapat NBC News/Wall Street Journal, Mantan wakil presiden itu mengumpulkan 52 persen dukungan dari pemilih terdaftar versus 42 persen untuk Trump. best profit

Pemilihan Senat menjadi sangat penting untuk pelaku Wall Street karena banyak perubahan kebijakan utama termasuk stimulus fiskal bergantung pada siapa yang memegang kendali mayoritas di senat.

“Pelaku pasar di AS dan dunia sebagian besar masih memilih pola bertahan karena menunggu kejelasan pemilihan AS,” jelas pendiri Vital Knowledge Adam Crisafulli.

"Dunia kemungkinan akan menjadi jauh lebih jelas hanya dalam beberapa hari ke depan dengan berakhirnya pemilu AS, pembicaraan stimulus dilanjutkan di Washington." tambah dia. best profit

Saham Honeywell dan Walgreens Boots Alliance menjadi emiten di indeks acuan Dow Jones dengan kinerja terbaik pada perdagangan Senin. Masing-masing naik lebih dari 5 persen.

Sedangkan S&P 500 dipimpin lebih tinggi oleh keuntungan di sektor energi, material dan industri. Energi dan material masing-masing naik setidaknya 3,4 persen dan industri terdongkrak 2,7 persen.

Sementara itu sektor teknologi tengah berjuang keras karena Facebook dan Amazon masing-masing turun 0,7 persen dan 1 persen.

Investor bertaruh pada potensi kemenangan Biden. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 01 November 2020

Best Profit | Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Perkembangan Kasus Corona

 


Best Profit (11/2) - Bursa saham di kawasan Asia Pasifik dibuka beragam pada perdagangan Jumat pagi. Sedangkan Wall Street ditutup menguat pada perdagangan semalam.

mengutip CNBC, Jumat (30/10/2020), indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,36 persen. Sementara indeks Topix Jepang juga turun 0,73 persen.

Dalam laporan awal Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, produksi industri di negara tersebut naik 4 persen pada September jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Untuk indeks Kospi Korea Selatan juga melemah 0,41 persen. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,3 persen.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang yang menjadi patokan bursa saham Asia hanya sedikit berubah di awal perdagangan. best profit

Untuk perkembangan pembuatan baksin Covid-19, perusahaan bioteknologi Moderna mengatakan pada Kamis kemarin bahwa pihaknya tengah mempersiapkan peluncuran secara global vaksin Covid-19.

Pengumuman tersebut di tengah meningkatnya kasus di AS serta Eropa, dengan Jerman dan Prancis mengumumkan akan kembali melakukan penguncian secarea nasional.

Untuk saham perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik yang memasok komponen untuk Apple diperdagangkan beragam.

Di Jepang, saham Taiyo Yuden turun sekitar 1 persen dan Murata Manufacturing tergelincir 0,4 persen. Di Korea Selatan, saham LG Display naik 0,69 persen.

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini kembali menguat setelah mengalami tekanan yang sangat dalam pada sesi perdagangan sebelumnya. best profit

Saham-saham sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan. Sentimen pendorong Wall Street adalah data ekonomi yang ternyata lebih baik dari perkiraan awal para analis dan pelaku pasar.

Mengutip CNBC, Jumat (30/10/2020), S&P 500 naik 1,2 persen menjadi 3.310,11 dan Nasdaq Composite naik 1,6 persen menjadi 11.185,59. Untuk Dow Jones Industrial Average ditutup 139,16 poin lebih tinggi atau naik 0,5 persen menjadi 26.659,11.

Pada perdagangan Kamis ini menandai kenaikan harian pertama untuk indeks acuan Dow Jones dalam lima hari. S&P 500 bergerak datar dalam tiga hari sebelumnya.

Saham Amazon dan Apple masing-masing naik 1,5 persen dan 3,7 persen. Alphabet ditutup 3,1 persen lebih tinggi dan Facebook menguat hampir 5 persen.

Enam dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 naik lebih dari 1 persen, termasuk layanan teknologi dan komunikasi. Sedangkan saham Netflix melonjak lebih dari 5 persen setelah perusahaan mengumumkan akan menaikkan harga kepada pelanggan AS. best profit

Amazon dan Alphabet melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan setelah laporan yang dikeluarkan oleh Facebook. Sedangkan Apple dijadwalkan untuk mengeluarkan laporan kinerja lada Kamis malam waktu setempat.

Harapan besar diberikan kepada saham-saham sektor teknologi terutama Apple. Karena memang sektor ini yang selama ini menjadi penggerak Wall Street.

“Harapan akan selalu tinggi ketika harga saham mendekati level tertinggi dalam 52 minggu. Ini adalah perusahaan yang berkualitas,” kata analis Strategic Wealth Partners Nate Fischer.

"Orang-orang selalu membicarakan tentang saham yang menjadi pendorong. Ini tidak bisa lepas dari teknologi. Jadi, sulit untuk mengalihkan pandangan Anda dari mereka." tambah dia.

Lebih dari 260 perusahaan yang melantai di Wall Street telah melaporkan pendapatan kuartal ketiga sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 85 persen telah melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 29 Oktober 2020

Best Profit | Wall Street Menguat Usai Aksi Jual Besar-Besaran

 


Best Profit (30/10) - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini kembali menguat setelah mengalami tekanan yang sangat dalam pada sesi perdagangan sebelumnya.

Saham-saham sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan. Sentimen pendorong Wall Street adalah data ekonomi yang ternyata lebih baik dari perkiraan awal para analis dan pelaku pasar.

Mengutip CNBC, Jumat (30/10/2020), S&P 500 naik 1,2 persen menjadi 3.310,11 dan Nasdaq Composite naik 1,6 persen menjadi 11.185,59. Untuk Dow Jones Industrial Average ditutup 139,16 poin lebih tinggi atau naik 0,5 persen menjadi 26.659,11.

Pada perdagangan Kamis ini menandai kenaikan harian pertama untuk indeks acuan Dow Jones dalam lima hari. S&P 500 bergerak datar dalam tiga hari sebelumnya. best profit

Saham Amazon dan Apple masing-masing naik 1,5 persen dan 3,7 persen. Alphabet ditutup 3,1 persen lebih tinggi dan Facebook menguat hampir 5 persen.

Enam dari 11 sektor dalam indeks S&P 500 naik lebih dari 1 persen, termasuk layanan teknologi dan komunikasi. Sedangkan saham Netflix melonjak lebih dari 5 persen setelah perusahaan mengumumkan akan menaikkan harga kepada pelanggan AS.

Amazon dan Alphabet melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan setelah laporan yang dikeluarkan oleh Facebook. Sedangkan Apple dijadwalkan untuk mengeluarkan laporan kinerja lada Kamis malam waktu setempat. best profit

Harapan besar diberikan kepada saham-saham sektor teknologi terutama Apple. Karena memang sektor ini yang selama ini menjadi penggerak Wall Street.

“Harapan akan selalu tinggi ketika harga saham mendekati level tertinggi dalam 52 minggu. Ini adalah perusahaan yang berkualitas,” kata analis Strategic Wealth Partners Nate Fischer.

"Orang-orang selalu membicarakan tentang saham yang menjadi pendorong. Ini tidak bisa lepas dari teknologi. Jadi, sulit untuk mengalihkan pandangan Anda dari mereka." tambah dia.

Lebih dari 260 perusahaan yang melantai di Wall Street telah melaporkan pendapatan kuartal ketiga sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 85 persen telah melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 27 Oktober 2020

Best Profit | Wall Street Tumbang usai Kasus Virus Corona di AS Cetak Rekor

 


Best Profit (28/10) -  Saham berjangka AS jatuh pada Selasa malam dipengaruhi kenaikan kasus infeksi virus corona baru baru ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (28/10/2020), Dow Jones Industrial Average berjangka diperdagangkan 150 poin lebih rendah, atau 0,5 persen. S&P 500 turun 0,6 persen dan Nasdaq 100 berjangka turun 0,4 persen.

Indeks saham Dow turun lebih dari 200 poin selama perdagangan reguler dan S&P 500 tergelincir 0,3 persen. Nasdaq Composite, sementara itu, naik 0,6 persen.

Tindakan pasar yang berbeda pada hari Selasa datang karena nama-nama yang akan mendapat manfaat dari orang-orang yang tinggal di rumah - seperti Amazon dan Zoom Video - naik secara luas. Sementara saham yang bergantung pada pembukaan ekonomi kembali menurun. best profit

Kasus virus corona harian AS telah meningkat dengan rekor rata-rata 69.967 selama seminggu terakhir. Hal ini sesuai data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Sementara itu, rawat inap terkait virus corona naik 5 persen atau lebih di 36 negara bagian, menurut data dari Proyek Pelacakan Covid.

Peningkatan ini telah menyebabkan beberapa negara menerapkan kembali langkah-langkah penguncian tertentu. Di AS, negara bagian Illinois telah memerintahkan Chicago untuk menutup tempat makan dalam ruangan.

"Ketidakpastian tentang pembatasan mobilitas terkait COVID-19 dan politik AS berarti kita harus mengharapkan volatilitas tetap tinggi untuk keseimbangan tahun ini," kata Mark Haefele, kepala investasi untuk manajemen kekayaan global di UBS, dalam sebuah catatan. "Namun, kami terus melihat kenaikan saham dalam jangka menengah," tambah dia. best profit

“Dengan sepuluh kandidat vaksin dalam uji coba tahap akhir secara global, skenario utama kami adalah bahwa pembatasan dapat mulai dicabut pada 2Q21, membantu pendapatan perusahaan pulih ke posisi tertinggi sebelum pandemi sekitar akhir 2021,” katanya.

Wall Street juga meneliti gelombang terbaru pendapatan perusahaan untuk kuartal sebelumnya, termasuk dari raksasa teknologi Microsoft.

Microsoft melaporkan pendapatannya lebih baik dari perkiraan untuk kuartal sebelumnya karena penjualan dari bisnis cloudnya tumbuh tajam. Namun, saham tersebut merosot 0,3 persen dalam perdagangan setelah jam kerja. best profit

"Redmond terus melihat kekuatan di lapangan karena lebih banyak perusahaan pindah ke cloud," kata analis Wedbush Dan Ives dalam sebuah catatan.

“Ini sangat kontras dengan bencana pendapatan yang kami lihat dari perangkat lunak matang yang mendukung SAP awal pekan ini yang menyoroti pemenang dan pecundang yang jelas dalam pergeseran cloud ini dengan MSFT yang memimpin,” lanjutnya.

First Solar juga membukukan angka kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis, mengirimkan sahamnya naik sekitar 10% setelah bel. Boeing, General Electric, UPS dan Fiat Chrysler termasuk di antara perusahaan yang akan melaporkan Rabu sebelum bel. best profit

Sumber : Liputan6

Senin, 26 Oktober 2020

Best Profit | Harga Emas Diprediksi Masih Datar hingga Pemilu AS

 


Best Profit (27/10) - Investor tidak boleh berharap untuk melihat harga emas bergerak terburu-buru. Ini karena harga emas diperkirakan akan masih bergerak di sekitar USD 1.900 dalam waktu dekat.

Dikutip dari Kitcho.com, Senin (26/10/2020), harga emas terus berjuang untuk mendapatkan arah karena sentimen di antara para analis pasar jelas beragam. Sementara itu, investor ritel tetap bullish terhadap harga emas minggu ini. Namun, minat di pasar tetap pada level terendah yang tidak terlihat sejak awal tahun.

Adrian Day, presiden dan CEO Adrian Asset Management, menggambarkan aksi harga dan sentimen di pasar emas sebagai dua langkah maju dan mundur. Dia menambahkan bahwa volatilitas ini akan berlanjut hingga setelah Pemilihan Umum AS 3 November 2020.

"Beberapa investor memindahkan segalanya untuk mendapatkan uang menjelang pemilihan. Sementara yang lain semakin frustrasi dengan hilangnya momentum emas," katanya. best profit

"Di sisi lain, investor memanfaatkan penurunan harga emas untuk memanfaatkan kemungkinan tren jangka panjang," tambah dia.

"Perpindahan kursi kepresidenan dan senat oleh salah satu partai akan sangat bullish untuk emas," tambah Day.

Minggu ini 17 analis berpartisipasi dalam survei. Sebanyak 7 pemilih atau 41 persen menyerukan harga emas naik atau diperdagangkan sideways minggu ini. Sementara tiga analis, atau 18 persen, menyerukan harga yang lebih rendah.

Partisipasi dalam survei online mingguan Kitco News, sebanyak 1.305 suara diberikan minggu lalu. Di antara mereka, 800 pemilih, atau 61 persen, mengatakan mereka bullish pada harga emas minggu ini. 255 lainnya, atau 20 persen, mengatakan mereka bearish. Sementara 220 pemilih, atau 20 persen, 19 netral. best profit

Richard Baker, editor Laporan Penambang Eureka, mengatakan bahwa dia cenderung bullish pada emas minggu ini. Namun melihat harga dibatasi sekitar USD 1.920 per ounce.

"Tidak ada kejutan akhir Oktober, itu menantang untuk membayangkan penggerak pasar yang akan memindahkan logam berkilau dari liku-liku tangguh akhir-akhir ini hingga pasca pemilihan," katanya.

Namun, melihat melewati dua minggu ke depan, Baker mengatakan bahwa dia masih melihat harga akan ke USD 2.200 pada akhir tahun.

Nicholas Frappell, general manager global ABC bullion, mengatakan bahwa dia bisa melihat harga emas menguji support di sekitar USD 1.888 dalam waktu dekat.

"Saya pikir USD akan cenderung lebih banyak melakukan penawaran dalam beberapa hari sebelum pemilihan AS," katanya. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 25 Oktober 2020

Best Profit | Harga Emas Anjlok ke Bawah USD 1.900 per Ounce

 


Best Profit (26/10) - Harga emas melemah pada penutupan perdagangan hari Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Pelemahan harga emas ini karena tekanan nilai tukar dolar AS.

Namun, ketidakpastian yang terjadi pada rencana pemilu AS pada 3 November 2020 membatasi pelemahan harga emas batangan.

Mengutip CNBC, Sabtu (24/10/2020), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.896,84 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.898,40 per ounce.

"Pergerakan harga emas benar-benar mencerminkan nilai tukar dolar AS pada saat ini," kata kepala analis logam mulia BMO, Tai Wong. best profit

Harga emas terus berada dalam koridor USD 1.890 per ounce hingga USD 1.930 per ounce.

“Harga emas masih tertahan di kisaran rendah karena menunggu kepastian stimulus fiskal.

"Optimisme stimulus memudar setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mencatat bahwa negosiasi masih berada dalam taraf ketidaksepakatan,” kata analis senior OANDA, Edward Moya.

Harga emas telah naik sekitar 25 persen sepanjang tahun ini terdorong statusnya sebagai lindung nilai terhadap inflasi di tengah stimulus yang didorong pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia. best profit

Pada perdagangan sebelumnya atau kamis kemari, harga emas turun 1 persen menjadi mendekati USD 1.900 per ounce di tengah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan.

Daya tarik logam tersebut semakin terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan keraguan atas paket stimulus AS sebelum pemilihan presiden.

Dikutip dari CNBC, Jumat (23/10/2020), harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1,903,16 per ounce, dan emas berjangka AS turun 1,3 persen menjadi USD 1,904.60. best profit

"Jumlah klaim pengangguran, yang jauh lebih baik dari yang diharapkan, menekan emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Peningkatan jumlah jenis menghilangkan beberapa urgensi untuk menyelesaikan kesepakatan stimulus sekarang,” tambah dia.

Data menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara bagian di AS turun 55 ribu menjadi 787 ribu yang disesuaikan secara musiman minggu lalu, meskipun jumlah keseluruhan masih relatif tinggi.

Sebuah survei Reuters memperkirakan 860 ribu klaim dalam seminggu terakhir. Ini jelas mempengaruhi harga emas. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 22 Oktober 2020

Best Profit | Menanti Debat Capres AS, Wall Street Melemah

 


Best Profit (23/10) - Saham berjangka AS naik pada Kamis malam karena Wall Street mempertimbangkan potensi stimulus fiskal tambahan. Berita tentang pendapatan dan perawatan virus corona sambil menunggu debat terakhir presiden AS.

Dikutip dari CNBC, Jumat (23/10/2020), Dow Jones berjangka naik 44 poin, atau 0,2 persen. S&P 500 berjangka naik 0,1 persen dan Nasdaq 100 berjangka diperdagangkan lebih tinggi 0,2 persen.

Saham Intel turun lebih dari 9 persen dalam perdagangan setelah jam kerja menyusul rilis angka kuartalan yang beragam untuk pembuat chip. Penghasilan perusahaan sejalan dengan ekspektasi analis, tetapi pendapatan dari bisnis pusat datanya jauh dari perkiraan analis.

Sementara itu, Gilead Sciences naik 4 persen setelah Food and Drug Administration menyetujui obat perusahaan, remdesivir, untuk digunakan sebagai pengobatan melawan virus corona. best profit

Dow dan S&P 500 masing-masing naik 0,5 persen selama perdagangan reguler. Sementara Nasdaq Composite naik 0,2 persen setelah Ketua DPR Nancy Pelosi mengisyaratkan dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin membuat kemajuan dalam negosiasi stimulus fiskal mereka.

“Jika kita tidak membuat kemajuan, saya tidak akan menghabiskan lima detik dalam percakapan ini. Ini tidak lain adalah menurutku upaya serius. Saya yakin kedua belah pihak ingin mencapai kesepakatan,” kata Pelosi.

Namun, Pelosi juga melunakkan ekspektasi atas Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan sebelum pemilu, dengan mengatakan perlu waktu untuk sebuah RUU untuk ditulis dan ditandatangani.

Pedagang telah mengawasi Washington dalam beberapa pekan terakhir karena mereka mengukur prospek bantuan virus corona baru. Beberapa pakar pasar dan ekonom, termasuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell, menganggap penting anggota parlemen mencapai kesepakatan tentang paket stimulus lain. best profit

“Kekuasaan pemerintah masih mencoba untuk mengumpulkan paket bantuan ekonomi lainnya,” kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di The Leuthold Group. “Namun, meskipun tunjangan pengangguran yang diberikan oleh CARES Act berakhir pada bulan Juli, di sini, dua setengah bulan kemudian, momentum ekonomi AS sangat sehat,” tambahnya.

Komentar Paulsen muncul setelah rilis data pengangguran AS yang jauh lebih baik dari perkiraan pada hari Kamis.

Langkah hari Kamis terjadi menjelang debat kedua antara Presiden Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden. Debat akan dimulai pukul 9 malam. ET dan akan menjadi yang terakhir sebelum pemilihan presiden 3 November. best profit

Biden memimpin dalam sebagian besar jajak pendapat nasional menuju perdebatan karena kemungkinan untuk apa yang disebut Gelombang Biru tumbuh.

Beberapa pakar pasar, sapuan Demokrat dapat menyebabkan lonjakan harga ekuitas dalam jangka pendek. Namun, manajer hedge fund legendaris Paul Tudor Jones memperingatkan Kamis bahwa skenario ini dapat menekan saham dalam jangka panjang.

"Saya pikir di bawah gelombang biru, dan rencana pajak Biden, aset keuangan dalam jangka panjang sangat menderita," katanya di "Squawk Box" CNBC. best profit

Sumber : Liputan6