Tampilkan postingan dengan label Yen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yen. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2016

Pound Anjlok Terkait Sentimen Brexit Memicu Permintaan Aset Haven

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/6) - Pound jatuh dan yen menguat terhadap 16 mata uang utama terkait sentiment mengenai potensi dari Inggris keluar dari Uni Eropa sehingga memicu permintaan untuk aset yang paling aman.
Hedge fund (Dana lindung nilai) ditambahkan ke spekulasi net bullish pada yen untuk pertama kalinya dalam tujuh pekan karena pedagang mengesampingkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada tanggal 15 Juni, sehari sebelum Bank of Japan juga memutuskan kebijakannya. Pound melemah untuk hari keempat setelah jajak pendapat menunjukkan kampanye di Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa mengambil 10% poin jelang referendum pada 23 Juni.
Sterling merosot 0,4%menjadi $ 1,4207 pada 09:17 pagi Senin di Tokyo, melanjutkan pelemahan tiga hari sebesar 2%. Turun 0,4% menjadi 79,16 pence per euro. Yen menguat 0,4% menjadi 106,58 per dolar.(yds)
Sumber: Bloomberg

Selasa, 07 Juni 2016

Saham Jepang Dibuka Berayun Ditengah Jatuhnya Sektor Eksportir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring penurunan sektor eksportir pada yen sementara saham energi menguat setelah harga minyak mentah berjangka naik di atas $ 50 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara tumbuh lebih dari perkiraan awal.
Indeks Topix sedikit berubah pada level 1,340.28 pada pukul 09:13 pagi waktu Tokyo, setelah naik sebanyak 0,3 % dan jatuh 0,1 %. Sementara itu, Yen menguat 0,3 % diperdagangkan pada level 107,09 per dolar setelah kemarin lebih tinggi. Data direvisi menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 1,9 % pada basis tahunan di kuartal pertama, lebih tinggi dari perkiraan awal untuk kenaikan 1,7 %.
Bank of Japan (BOJ) akan mengadakan pertemuan pada tanggal 16 Juni untuk mengkaji kebijakan moneter, sehari setelah Federal Reserve memutuskan apakah akan menaikkan biaya pinjaman. Pada hari Senin, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan ekonomi sedang mengalami kemajuan meskipun tanda-tanda pertumbuhan pekerjaan melambat, membuat investor lebih nyaman dengan prospek untuk tingkat suku bunga secara bertahap. Peluang untuk peningkatan biaya pinjaman Amerika jatuh ke 18 % di bulan Juli, dari sebelumnya lebih dari 50 % pada pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Stock Average sedikit berubah di level 16,667.23 hari Rabu, sementara Indeks S&P 500 berjangka juga stagnan. Yang mendasari Indeks AS ditutup dekati semua waktu tertinggi dengan keuntungan pada harga minyak mentah mendorong saham energi lebih tinggi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Senin, 06 Juni 2016

Bursa Asia Naik Diiringi Pelemahan Yen, Saham Komoditi Rally

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Saham Asia naik karena melemahnya yen mendorong sektor eksportir Jepang dan penguatan saham komoditas setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi AS cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga secara bertahap.
Indeks MSCI Asia Pacific naik untuk hari ketiga untuk memperpanjang lima minggu tertinggi, menguat 0,4 % ke level 130,45 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Dolar melonjak tajam dalam tiga minggu terakhir terhadap yen seiring komentar Yellen yang mengatakan positif dalam perekonomian AS lebih besar daripada negatif, dan menegaskan kembali pandangan kenaikan suku bunga dilakukan bertahap.
Ekuitas di AS pada hari Senin naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan dalam 1 % dari semua waktu tertinggi terkait kekhawatiran investor mengenai kekuatan ekonomi AS mereda menyusul pidato Yellen, yang juga menghilangkan referensi dari Ketua Fed ketika kemungkinan melihat ke arah kenaikan suku bunga. Pedagang berjangka menurunkan kemungkinan lonjakan pada bulan Juli menjadi 21 % setelah pidatonya dari 27 %. Kemungkinan kenaikan di bulan September naik tipis menjadi 42 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Minggu, 05 Juni 2016

Bursa Saham Jepang Sesi 1 Melemah Diiringi Penguatan Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/6) - Saham Jepang menuju penutupan terendah dalam tiga minggu terakhir seiring lesunya laporan pekerjaan AS dalam hampir enam tahun mengirim pelemahan dolar terhadap yen, meredakan prospek bagi eksportir.
Indeks Topix turun 1,2 % ke level 1,321.56 pada istirahat perdagangan di Tokyo, semua kelompok industri kecuali 3 dari 33 kelompok industri mengalami penurunan. Indeks Nikkei 225 Stock Average merosot 1,1 % ke level 16,452.95. Yen diperdagangkan pada 106,78 dolar setelah melonjak 2,2 % pada hari Jumat, yang terbesar dalam lebih dari satu bulan terkait data menunjukkan pengusaha di AS pada bulan Mei menambahkan jumlah pekerja paling sedikit sejak tahun 2010.
Penambahan sebanyak 38.000 pekerja di AS pada bulan lalu adalah kurang dari perkiraan yang disurvei oleh Bloomberg, dan mengikuti kenaikan 123.000 di bulan April yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,7 %, yang terendah sejak November 2007. (knc)
Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Selasa, 31 Mei 2016

Yen Membawa Pelemahan Pada Eksport, Saham Jepang Dibuka Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/5) - Saham Jepang jatuh dalam perdagangan ringan, dengan indeks ekuitas acuan jatuh dari level tertingginya satu bulan, karena penguatan yen yang menyeret eksport ke posisi lebih rendah dan juga karena investor masih menantikan waktu kenaikan suku bunga AS.
Indeks Topix turun sebesar 0,3 persen menjadi 1,361.73 pada 09:02 pagi di Tokyo, dengan volume perdagangan 12 persen di bawah rata-rata 30-hari intradaynya. Indeks ini menuju kenaikan sebesar 1,5 persen di bulan ini setelah penutupan Senin kemarin yang berada di level tertinggi sejak April. Nikkei 225 Stock Average melemah 0,5 persen menjadi 16,988.64. Yen naik 0,3 persen dan diperdagangkan pada 110,83 per dolar setelah turun 0,7 persen kemarin. Kontrak pada Indeks S & P 500 naik 0,2 persen dari sesi Jumat. Pasar AS ditutup Senin untuk Memorial Day.
Produksi industri Jepang naik 0,3 persen pada April dari bulan sebelumnya, mengalahkan perkiraan ekonom untuk penurunan sebesar 1,5 persen, seperti yang ditunjukkan oleh data pada Selasa ini. Angka tersebut turun 3,5 persen dari tahun lalu. Secara terpisah, data menunjukkan rasio dari aplikasi pekerja mengalami kenaikan menjadi 1,34 bulan lalu, tertingginya sejak 1991 dan naik dari 1,3 pada bulan Maret. Tingkat pengangguran negara tersebut tetap stabil di 3,2 persen, menurut perkiraan dari pertemuan para ekonom.(mrv)
Sumber: Bloomberg

Selasa, 24 Mei 2016

Pelemahan Yen Bantu Angkat Bursa Jepang Dari Penurunan Selama 3 Hari

BESTPROFIT FUTURES MALANG (25/5) - Bursa saham Jepang naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari karena pelemahan yen, meningkatkan prospek pendapatan bagi eksportir, dan setelah data perumahan AS meningkatkan keyakinan investor bahwa ekonomi terbesar dunia dapat mengatasi peningkatan biaya pinjaman dalam waktu dekat.
Indeks Topix menguat 1,5 persen menjadi 1,346.31 pada pukul 09:01 pagi di Tokyo dengan lebih dari 20 saham menguat untuk setiap satu saham yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,6 persen menjadi 16,758.91. Yen diperdagangkan di 110,14 per dolar, melemah untuk hari kedua. Sementara data pembelian rumah baru di AS melonjak pada bulan April ke level tertinggi sejak awal tahun 2008.
Kontrak pada Indeks S&P 500 naik 0,2 persen. Indeks ekuitas AS yang mendasari naik 1,4 persen pada hari Selasa, naik tajam dalam lebih dari dua bulan karena perusahaan keuangan dan teknologi mengalami penguatan.(frk)
Sumber: Bloomberg

Bursa Jepang Melemah Pada Istirahat Perdagangan, Dipimpin oleh Eksportir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/5) - Bursa saham Jepang masih melemah, dipimpin oleh produsen alat listrik dan pembuat mobil, karena yen mempertahankan keuntungan terhadap dolar, meredam prospek pendapatan ekspor.
Indeks Topix merosot 0,6 persen menjadi 1,333.61 pada istirahat perdagangan di Tokyo dengan dua saham turun untuk setiap saham yang naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,7 persen menjadi 16,543.38. Sementara yen diperdagangkan di 109,43 per dolar setelah menguat 0,8 persen pada hari Senin menyusul pembicaraan dengan Kelompok Tujuh menteri keuangan terkait intervensi mata uang yang mengecewakan investor.
Produsen alat-alat listrik dan pembuat mobil merupakan penyeret terbesar pada indeks Topix. Saham Toyota Motor Corp. merosot 1,1 persen, sedangkan Mazda Motor Corp. turun 1,7 persen dan pembuat produk elektronik Toshiba Corp. turun 2,4 persen. Calsonic Kansei Corp anjlok 6,8 persen setelah surat kabar Nikkei melaporkan Nissan Motor Co. akan menjual seluruh sahamnya di perusahaan pembuat suku cadang mobil lebih dari 100 miliar yen ($ 910 juta). Saham produsen minyak Inpex Corp. merosot 1,2 persen.(frk)
Sumber: Bloomberg