Senin, 12 April 2021

Best Profit | Wall Street Melemah Imbas Investor Menanti Rilis Data Inflasi

 


Best Profit (13/4) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan saham Senin, 12 April 2021. Hal itu seiring investor menanti rilis data inflasi dan dimulainya laporan keuangan perusahaan kuartal I 2021.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham S&P 500 kurang dari satu poin menjadi 4.127,99 setelah ditutup pada rekor tertinggi sebelumnya.

Indeks saham Dow Jones melemah 55,20 poin atau 0,2 persen ke posisi 33.745,40. Saham Intel alami penurunan terbesar di indeks Dow Jones. Indeks saham Nasdaq susut 0,4 persen menjadi 13.850.

Wall street relatif tenang dengan indeks saham S&P 500 bergerak satu persen selama lima sesi berturut-turut. Gejolak pasar telah menurun ke level sebelum pandemi COVID-19 di tengah meningkatnya optimisme pembukaan kembali ekonomi. best profit

Indeks volatilitas CBOE atau VIX yang mengukur kekuatiran pasar telah diperdagangkan di bawah 18 selama empat hari terakhir, level yang tidak terlihat sejak Februari 2020.

Saham Nuance Communications melonjak hampir 16 persen setelah Microsoft mengumumkan akan membeli perusahaan pengenalan suaan itu senilai USD 16 miliar. Akuisisi Nuance merupakan akuisisi terbesar Microsoft sejak membeli Linkedln senilai lebih dari USD 26 miliar pada 2016.

Saham Nvidia melonjak 5,6 persen setelah raksasa chip itu mengatakan, pendapatan kuartal I untuk fiskal 2022 akan berada di atas dari perkiraan yang diberikan sebelumnya. Perseroan mengharapkan permintaan terus melebihi pasokan pada 2021.

Saham Carnival dan Norwegian Cruise Line masing-masing turun lebih dari empat persen seiring ada potensi pelemahan meski ekonomi kembali dibuka. Saham United Airlines susut 3,9 persen setelah maskapai mengatakan pendapatan kuartal pertamanya diperkirakan turun 66 persen dibandingkan periode sama pada 2019. best profit

"Di tengah level tertinggi baru, tidak mengherankan jika pasar bergerak agak dalam pola bertahan akhir-akhir ini,” ujar Chris Larkin, Direktur Pelaksana Produk Perdagangan dan Investasi E-Trade, dilansir dari CNBC, Selasa, (13/4/2021).

Ia menambahkan, semua mata kemungkinan akan tertuju pada rilis data inflasi yang dirlis Selasa, 13 April 2021. Hal ini untuk melihat kondisi terbaru mengenai inflasi.

“Dan tentu saja musim laporan keuangan yang bisa menjadi katalisator pergerakan pasar selama beberapa minggu ke depan,” ujar Chris.

Musim laporan keuangan kuartal I 2021 dimulai pekan ini dengan harapan ditetapkan untuk berita positif  secara luas dan tren naik untuk bursa saham AS berkat pemulihan ekonomi.

Bank terbesar di AS termasuk Goldman Sachs dan JP Morgan Chase akan melaporkan kinerja kuartal I 2021 yang berakhir pada 31 Maret 2021. best profit

Pekan ini juga akan diwarnai dengan pidato the Federal Reserve dan data ekonomi utama termasuk rilis inflasi yang diantisipasi investor. Ekonom perkirakan inflasi 0,5 persen month over month (MoM).

Saham Tesla naik 3,7 persen menjadi di atas USD 700 setelah Canaccord Genunitu meningkatkan target harga menjadi USD 1.071. Hal itu didorong sentimen inovasi baterainya.

Di sisi lain, Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menegaskan kembali  pihaknya ingin melihat inflasi naik di atas dua persen untuk periode yang diperpanjang sebelum pejabat the Fed bergerak untuk menaikkan suku bunga.

“Kami ingin melihat inflasi bergerak hingga 2 persen, dan yang kami maksudkan secara berkelanjutan, kami tidak bermaksud hanya mengetuk basisnya sekali, tetapi kemudian kami juga ingin melihatnya bergerak di atas 2 persen,” ujar Powell. best profit

Dia menambahkan, di tengah peluncuran vaksin COVID-19 yang dipercepat dan dukungan fiskal yang kuat, ekonomi AS tampaknya berada pada titik balik. Powell juga akan kembali berbicara pada acara Economic Club of Washington pada Rabu pekan ini.

Sementara itu, investor juga akan mengawasi upaya Presiden AS Joe Biden untuk memajukan proposal infrastruktur besar yang dikenal sebagai the American Jobs Plan.

Biden bersama anggota Partai Demokrat lainnya menjanjikan perbaikan infrastruktur yang signifikan dalam pemilu 2020. Ia mencari dukungan dari sekelompok anggota parlemen bipartisan untuk mencoba membujuk Capitol Hill mendukung paket USD 2 triliun.

Kongres akan kembali ke Washington minggu ini.  Kongres kembali ke Washington untuk pertama kali sejak Biden meluncurkan proposalnya yang mengalokasikan ratusan miliar dolar AS untuk jalan, jembatan, bandara, broadband, kendaraan listrik, perumahan dan pelatihan kerja.

Rencana presiden AS juga akan menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28 persen dan menindak strategi penghindaran pajak luar negeri lainnya. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 11 April 2021

Best Profit | Harga Emas Diprediksi Tembus USD 1.750 per Ounce, Hanya Masalah Waktu

 


Best Profit (12/4) - Harga emas dipastikan akan kembali menguat pada pekan ini. Hal ini terlihat dari beberapa sentimen bullish yang terjadi di pasar.

Pada Jumat kemarin, harga emas telah mengahiri perdagangan di level tertinggi dalam dua pekan. Selain itu, optimisme pelaku pasar akan membuat harga emas tembis levvel psikologis di USD 1.750 per ounce.

Namun memang, beberapa analis melihat masih ada banyak ketidakpastian di pasar sehingga banyak yang perlu diwaspadai. best profit

Kepala analis Forexlive.com Adam Button mengatakan, kondisi pasar emas dalam posisi genting. "Penutupan di atas USD 1.755 akan mengkonfirmasi double bottom Maret dan mengarah ke USD 1840. Jika gagal, maka akan kembali ke USD 1676 atau di bawahnya," katanya dikutip dari Kitco, Senin (12/4/2021).

Minggu ini, terdapat 15 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Di antara jumlah tersebut, sebanyak sembilan atau 60 persen menyatakan bahwa harga emas bakal naik.

Pada saat yang sama, analis yang menyatakan harga emas bakal melemah dan juga bakal netral masing-masing sudut pandang mengumpulkan tiga suara, atau 20 persen. best profit

Sementara itu, total 1.201 suara diberikan dalam jajak pendapat online. Dari jumlah tersebut, 778 responden atau 65 persen memperkirakan harga emas untuk minggu ini akan naik.

Sedangkan 236 pelaku pasar atau 20 persen menyatakan harga emas akan melemah. Di luar itu sebanyak 187 pelaku pasar atau 16 persen menyatakan netral.

Secara teknikal, beberapa analis melihat bahwa harga emas dalam waktu dekat ini akan bullish. Harga emas telah memantul dari level support krisis di USD 1.700 per ounce. Harga emas berjangka untuk pengiriman Juni ditutup di level USD 1.746 per ounce atau naik 1 persen dari pekan sebelumnya. best profit

namun memang, harga emas terpukul sedikit pada Jumat lalu setelah imbal hasil obligasi dan dolar AS melonjak menyusul data inflasi harga produsen yang lebih kuat dari perkiraan. Laporan itu mengatakan bahwa inflasi umum tahunan naik 4,2 persen, kenaikan terkuat sejak September 2011.

Analis senior LaSalle Futures Group Charlie Nedoss mengatakan, terjadi aksi jual di pasar oblogasi karena investor tidak mengharapkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

"The Fed mengatakan ingin melihat angka nyata. Saya pikir itu akan membatasi dolar AS dan mendukung emas," jelas dia. best profit

Nedoss memperkirakan harga emas akan bullish karena telah mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 hari.

Presiden Darin Newsom Analysis Darin Newsom mengatakan, tanda-tanda bahwa dolar AS, setidaknya dalam waktu dekat, kehilangan momentum bullish. Dia menambahkan, ada potensi kenaikan harga emas pada minggu ini. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 08 April 2021

Best Profit | Wall Street Perkasa, Indeks S&P 500 Kembali Cetak Rekor

 


Best Profit (9/4) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak menguat pada perdagangan saham Kamis, 8 April 2021. Di antara indeks saham acuan, indeks saham S&P 500 kembali cetak rekor tertinggi didorong sektor saham teknologi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham S&P 500 naik 0,4 persen menjadi 4.097,17. Indeks saham Nasdaq menanjak 1 persen ke posisi 13.829,31.

Hal itu didukung saham Apple, Netflix, dan Microsoft yang menguat lebih dari satu persen. Indeks saham Dow Jones melonjak 57,31 poin atau 0,2 persen ke posisi 33.503,57.

Investor mencerna perkiraan klaim pengangguran mingguan yang terbaru. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan, sebanyak 744.000 warga AS mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya hingga 3 April 2021. Angka ini lebih tinggi dari yang diperkirakan ekonom sebanyak 694.000. best profit

"Lonjakan klaim pengangguran mengecewakan tetapi tidak mengubah pandangan kami dalam beberapa bulan ke depan akan ada peningkatan pekerjaan yang besar karena ekonomi terus dibuka kembali. Faktanya tidak mengejutkan kami melihat pengembalian pekerjaan mendekati tingkat sebelum pandemi pada akhir tahun ini,” ujar Equity Strategist LPL Financial, Jeff Buchbinder, dilansir dari CNBC, Jumat, (9/4/2021).

Ketua the Federal Reserve, Jerome Powell mengisyaratkan pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19 masih memiliki ruang untuk pergi karena pemulihan sejauh ini belum menyeluruh.

"Pemulihan tetap tidak merata dan tidak lengkap,” ujar Powell.

Powell juga menekankan, inflasi diperkirakan tidak akan menjadi serius meski pun tekanan harga jangka pendek kemungkinan besar terjadi. best profit

"Kami tidak berpikir itu adalah hasil yang paling mungkin, tetapi kami memiliki alat untuk menangani hasil tersebut. Kami akan menggunakannya untuk memandu inflasi kembali ke 2 persen jika diperlukan. Dalam kasus yang paling mungkin, periode ini akan menunjukkan harga yang lebih tinggi untuk sementara tetapi bukan inflasi yang persisten," ujar Powell.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara mengenai rencana infrastruktur pemerintahannya sebesar USD 2 triliun yang mencakup kenaikan tarif pajak perusahaan menjadi 28 persen. Ia juga bersedia bernegosiasi tentang kenaikan pajak yang diusulkan. best profit

Peningkatan yang diusulkan untuk pajak perusahaan dianggap sebagai sumber utama pendapatan pajak untuk rencana infrastruktur Gedung Putih. Partai Republik mengatakan prihatin dengan kenaikan pajak karena ekonomi AS hadapi pandemi COVID-19.

Dukungan fiskal dianggap sebagai pendorong utama dari catatan ekuitas bulan lalu dan data ekonomi yang kuat termasuk laporan pekerjaan pada Maret 2021 yang lebih kuat dari perkiraan. Indeks saham acuan S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq mengalami kenaikan karena pemulihan ekonomi.

Di sisi lain risalah rapat terbaru bank sentral AS atau the Federal Reserve menunjukkan para pejabat the Fed berencana menjaga laju pembelian aset tetap sama karena bank sentral bekerja untuk mendukung harga yang stabil dan lapangan kerja maksimum. best profit

Sumber : Liputan6

Rabu, 07 April 2021

Best Profit | Harga Emas Jatuh karena Data Ekonomi AS Membaik

 


Best Profit (8/4) - Harga emas melemah para penutupan perdagangan rabu (Kamis pagi waktu Jakarta), setelah mencapai harga tertinggi dalam satu pekan. Pendorong kejatuhan harga emas ini karena membaiknya data ekonomi Amerika Serikat (AS) sehingga meredupkan daya tarik logam mulia.

Mengutip CNBC, Kamis (8/4/2021), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1.737,01 per ounce pada pukul 3:14 sore. Sedangkan harga emas berjangka AS melemah 0,1 persen menjadi USD 1.741,6 per ounce.

“Jika data ekonomi terus membaik, saya pikir kita akan melihat kemungkinan yang jauh lebih besar dari kenaikan suku bunga. Itu pada akhirnya akan berdampak negatif pada harga emas,” jelas pendiri Circle Squared Alternative Investments, Jeffrey Sica. best profit

Emas tidak memberikan imbal hasil sangat sensitif terhadap suku bunga yang lebih tinggi.

Data pada hari Selasa menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS naik ke level tertinggi dalam dua tahun untuk bulan Februari. Sementara penguatan permintaan domestik membantu perekrutan di tengah peningkatan vaksinasi Covid-19 dan bantuan pandemi tambahan dari pemerintah.

Sementara itu, Federal Reserve AS tetap berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi risiko dampak pandemi Covid-19. Bank Sentral berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan moneter sampai ekonomu pulih. best profit

IMF menaikkan prospeknya untuk pertumbuhan ekonomi global lagi pada hari Selasa, memperkirakan produksi dunia akan naik 6 persen tahun ini, tingkat yang tidak terlihat sejak tahun 1970-an.

Selain harga emas, harga perak juga turun 0,2 persen menjadi USD 25,12 per ounce. Harga palladium turun 2,3 persen menjadi USD 2.622,71 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level terendah satu minggu di USD 2.592 per ounce.

Sebelumnya, setelah awal tahun terburuk dalam hampir empat dekade dan kinerja kuartal terburuk dalam lebih dari empat tahun, harga emas memulai kuartal II (Q2) 2021 dengan catatan yang lebih baik. Harga emas pun diprediksi memiliki peluang yang lebih baik untuk kuartal II (Q2) 2021. best profit

"Harga emas telah turun ke awal terburuk dalam 39 tahun, turun sebesar 10 persen yaitu USD 190 pada kuartal pertama. Ini juga merupakan performa harga paling negatif di setiap kuartal sejak kuartal empat 2016," kata analis Commerzbank, Daniel Briesemann, seperti dikutip dari Kitco pada Senin (5/4/2021).

Terlepas dari hal tersebut, kenaikan harga emas didorong oleh seberapa baik logam mulia tersebut dapat pulih setelah turun di bawah USD 1.680 per ounce pada pekan ini. Harga emas kini mengalami kenaikan, tapi belum ada katalis jelas untuk pergerakan signifikan yang lebih tinggi.

"Kita berada di bawah USD 1.680, saat ini kita ada di mode pemulihan - di atas USD 1.728. Saya tidak melihat katalis besar untuk naik pada tahap ini. Untuk saat ini, kita terikat dalam range bound," tutur pimpinan strategi global TD Securities, Bart Melek kepada Kitco News. best profit

Harga emas masih terus terkait dengan imbal hasil, artinya ketika imbal hasil US Treasury 10-tahun naik, emas turun dan sebaliknya.

Lebih dari itu, kata Melek, dolar AS tetap menjadi satu-satunya masalah utama bagi harga emas. Menurutnya, dolar AS saat ini menjadi sorotan utama, begitu pula dengan ekonomi AS.

"Eropa terkunci sementara AS dapat divaksinasi penuh pada Mei. Ini mengapa pasar AS akan bekerja cukup baik. Ditambah, kita mendapatkan komitmen signifikan untuk membelanjakan lebih banyak untuk infrastruktur. Penghasilan dan yang lainnya akan baik-baik saja," katanya. best profit

Harga emas perlu melihat seluruh dunia pulih dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), yang akan memicu pembalikan dolar AS. "Saya sedikit lebih optimis tentang Q2, tapi emas tidak akan menemukan daya tariknya sampai akhir tahun ini," tuturnya.

Dari perspektif teknis, emas terlihat membaik. Melek mengatakan ia masih melihat emas bisa mencapai USD 1.900 pada akhir tahun karena inflasi meningkat.

"Ada potensi signifikan untuk naik. Fed terus mengatakan bahwa tekanan harga tahun ini bersifat sementara. Itu tidak berarti pasar mempercayai mereka. Jika demikian, harga emas dalam kondisi jauh lebih baik," sambungnya. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 06 April 2021

Best Profit | Harga Minyak Naik Didorong Pemulihan Ekonomi China dan AS

 


Best Profit (7/4) - Data ekonomi yang kuat dari China dan Amerika Serikat membantu mengangkat harga minyak pada hari Selasa. Menutup beberapa kerugian sesi sebelumnya, karena volatilitas yang dipicu oleh virus corona terus mendominasi.

Dikutip dari CNBC, Rabu (7/4/2021), harga minyak Brent naik 59 sen menjadi menetap di USD 62,74 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup 68 sen, atau 1,16 persen, lebih tinggi pada USD 59,33 per barel.

Kedua kontrak turun sekitar USD 3 pada hari Senin, menekan peningkatan pasokan minyak OPEC + dan meningkatnya infeksi COVID-19 di India dan sebagian Eropa.

Kematian terkait virus Corona di seluruh dunia melampaui 3 juta pada hari Selasa, menurut penghitungan Reuters, karena kebangkitan global terbaru dari infeksi COVID-19 menantang upaya vaksinasi di seluruh dunia. best profit

"Situasi saat ini rapuh, oleh karena itu meninjau kembali tertinggi baru-baru ini (harga minyak) tidak akan terjadi lagi," kata analis PVM Tamas Varga.

"Sampai ada tanda-tanda nyata dari penurunan tingkat infeksi, pasar minyak kemungkinan besar akan tetap ramai dan sibuk," tambahnya.

Sentimen pasar didukung karena data Maret menunjukkan aktivitas jasa AS mencapai rekor tertinggi. Sektor jasa China juga meningkat tajam dengan peningkatan penjualan paling tajam dalam tiga bulan.

Selain itu, Inggris akan melonggarkan lebih banyak pembatasan virus korona pada 12 April, dengan pembukaan bisnis termasuk semua toko, pusat kebugaran, salon rambut, dan area perhotelan luar ruangan. best profit

Namun, pembatasan baru di sebagian besar Eropa dan meningkatnya infeksi di India membebani harga.

"Hal ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran atas permintaan, mengingat bahwa, saat ini, sebagian besar prospek konstruktif untuk pasar minyak didasarkan pada asumsi bahwa kami melihat pemulihan permintaan yang kuat selama paruh kedua tahun ini," analis ING Kata Warren Patterson mengatakan tentang salah satu sentimen harga minyak.

Faktor-faktor tersebut membantu mengimbangi kekhawatiran tentang kesepakatan pekan lalu oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, untuk mengembalikan pasokan 350.000 barel per hari (bph) di bulan Mei, 350.000 bpd lainnya di bulan Juni dan 400.000 bpd atau lebih di bulan Juli.

Perhatian pasar sekarang tertuju pada pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia, yang dapat menyebabkan Washington mencabut sanksi pada sektor energi Iran. best profit

Goldman Sachs mengatakan setiap potensi pemulihan dalam ekspor minyak Iran tidak akan mengejutkan pasar dan pemulihan penuh tidak akan terjadi hingga musim panas 2022.

Pedagang juga menarik napas lega setelah sebuah kapal tanker menghadapi kesulitan di selatan Terusan Suez tetapi segera melanjutkan perjalanannya.

Otoritas Terusan Suez (SCA) mengatakan kepada Reuters bahwa masalah tersebut berlangsung sekitar 10 menit dan "telah diperbaiki".

Harga minyak melonjak pada akhir Maret setelah kapal kontainer raksasa memblokir kanal selama berhari-hari.

Sementara itu, ketegangan yang meningkat antara Arab Saudi dan India terus berlanjut. Pabrik penyulingan negara India berencana untuk membeli 36 persen lebih sedikit minyak dari Arab Saudi pada Mei dari biasanya, kata tiga sumber. best profit

Sumber : Liputan6

Senin, 05 April 2021

Best Profit | Dolar AS Merosot Terendah 1 Minggu

 


Best Profit (6/4) - Dolar AS merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang pada hari Senin karena bursa saham mencapai rekor tertinggi, dan karena investor menunggu katalis berikutnya untuk arah perdagangan.

Dolar AS telah rebound tahun ini seiring dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS karena investor memperkirakan pada pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi ketika ekonomi dibuka kembali setelah penutupan bisnis terkait COVID-19.

Dolar AS umumnya meningkat pada saat yang sama dengan penguatan saham. Investor sekarang mengamati untuk melihat apakah hubungan itu berlanjut karena ini dapat mengindikasikan pergeseran dalam bagaimana mata uang merespons untuk meningkatkan selera risiko. best profit

Dolar AS jatuh pada hari Senin karena saham menguat. Itu terakhir turun 0,20% terhadap sekeranjang mata uang di 92,77. Ini telah jatuh dari 93,44 pada hari Rabu, yang merupakan tertinggi sejak 5 November.

Dolar AS telah menguat pada hari Jumat setelah data menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan lapangan kerja paling banyak dalam tujuh bulan pada bulan Maret karena lebih banyak orang Amerika yang divaksinasi dan pemerintah membagikan uang bantuan pandemi tambahan, menandai dimulainya apa yang bisa menjadi kinerja ekonomi terkuat tahun ini. dalam hampir empat dekade. best profit

Namun volume perdagangan ringan pada hari Jumat, dengan banyak pedagang keluar untuk liburan Jumat Agung. Pasar keuangan di Inggris juga ditutup pada hari Senin.

Euro naik 0,29% menjadi $ 1,1786. Sterling naik 0,42% menjadi 1,3886. Dolar Australia, yang biasanya naik ketika selera risiko kuat, naik 0,64% menjadi $ 0,7639.

Investor juga fokus pada rencana infrastruktur yang diusulkan oleh Pemerintah AS, yang akan melibatkan peningkatan pajak perusahaan untuk membayar pengeluaran baru. best profit

Sumber : Vibiznews

Minggu, 04 April 2021

Best Profit | Awal Tahun Meredup, Harga Emas Diprediksi Kinclong Lagi di Kuartal II 2021

 


Best Profit (5/4) - Setelah awal tahun terburuk dalam hampir empat dekade dan kinerja kuartal terburuk dalam lebih dari empat tahun, harga emas memulai kuartal II (Q2) 2021 dengan catatan yang lebih baik. Harga emas pun diprediksi memiliki peluang yang lebih baik untuk kuartal II (Q2) 2021.

"Harga emas telah turun ke awal terburuk dalam 39 tahun, turun sebesar 10 persen yaitu USD 190 pada kuartal pertama. Ini juga merupakan performa harga paling negatif di setiap kuartal sejak kuartal empat 2016," kata analis Commerzbank, Daniel Briesemann, seperti dikutip dari Kitco pada Senin (5/4/2021).

Terlepas dari hal tersebut, kenaikan harga emas didorong oleh seberapa baik logam mulia tersebut dapat pulih setelah turun di bawah USD 1.680 per ounce pada pekan ini. Harga emas kini mengalami kenaikan, tapi belum ada katalis jelas untuk pergerakan signifikan yang lebih tinggi. best profit

"Kita berada di bawah USD 1.680, saat ini kita ada di mode pemulihan - di atas USD 1.728. Saya tidak melihat katalis besar untuk naik pada tahap ini. Untuk saat ini, kita terikat dalam range bound," tutur pimpinan strategi global TD Securities, Bart Melek kepada Kitco News.

Harga emas masih terus terkait dengan imbal hasil, artinya ketika imbal hasil US Treasury 10-tahun naik, emas turun dan sebaliknya.

Lebih dari itu, kata Melek, dolar AS tetap menjadi satu-satunya masalah utama bagi harga emas. Menurutnya, dolar AS saat ini menjadi sorotan utama, begitu pula dengan ekonomi AS. best profit

"Eropa terkunci sementara AS dapat divaksinasi penuh pada Mei. Ini mengapa pasar AS akan bekerja cukup baik. Ditambah, kita mendapatkan komitmen signifikan untuk membelanjakan lebih banyak untuk infrastruktur. Penghasilan dan yang lainnya akan baik-baik saja," katanya.

Harga emas perlu melihat seluruh dunia pulih dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), yang akan memicu pembalikan dolar AS. "Saya sedikit lebih optimis tentang Q2, tapi emas tidak akan menemukan daya tariknya sampai akhir tahun ini," tuturnya.

Dari perspektif teknis, emas terlihat membaik. Melek mengatakan ia masih melihat emas bisa mencapai USD 1.900 pada akhir tahun karena inflasi meningkat. best profit

"Ada potensi signifikan untuk naik. Fed terus mengatakan bahwa tekanan harga tahun ini bersifat sementara. Itu tidak berarti pasar mempercayai mereka. Jika demikian, harga emas dalam kondisi jauh lebih baik," sambungnya.

Beberapa analis lebih optimistis untuk Q2 2021. Ahli strategi pasar senior LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss, melihat emas akan menguat pada pekan depan setelah berhasil menahan USD 1.700 per ounce.

Imbal hasil US Treasury dapat mundur sedikit pada Q2. Demikian pendapat dari broker komoditas senior RJO Futures, Daniel Pavilonis, yang juga optimis dengan emas pada pekan depan.

"Jika imbal hasil turun, itu bagus untuk emas. Di Q1, itu tentang seberapa cepat imbal hasil naik. Jika naik lebih lambat dan dengan cara yang lebih terkontrol, itu akan memberikan ruang lebih baik bagi emas," ungkap Pavilonis. best profit

Sumber : Liputan6