Tampilkan postingan dengan label Harga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2025

Bestprofit | Emas Melemah, Investor Lepas Posisi

 

 https://best-profit-futures-malang.com/wp-content/uploads/2023/08/Bestprofit-Emas-5.jpeg

Bestprofit (24/10) – Harga emas kembali melemah pada awal perdagangan Asia, seiring meningkatnya kemungkinan pelepasan posisi long oleh para investor setelah reli singkat yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Para analis menilai tekanan jual ini dapat memicu penurunan moderat lanjutan dalam waktu dekat, terutama jika harga gagal bertahan di atas level psikologis penting, yakni $4.000 per ons.

Tekanan Baru di Awal Pekan: Emas Turun 0,4%

Pada perdagangan Jumat pagi di sesi Asia, emas spot turun 0,4% ke level $4.109,32 per ons, setelah sebelumnya sempat menunjukkan penguatan terbatas di sekitar area support. Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap logam mulia tersebut masih rapuh, di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya mendorong arus dana ke aset safe haven.

Menurut data pasar, harga emas sempat mencoba menembus kisaran $4.000–$4.022 per ons, yang diidentifikasi para analis sebagai area support kunci. Namun, penguatan itu tidak berlangsung lama karena para pelaku pasar tampak memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi ambil untung.

Analis: Potensi Penurunan Moderat Masih Terbuka

Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, menyampaikan pandangan bahwa penurunan emas masih mungkin berlanjut dalam waktu dekat.

“Analisis emas kami menunjukkan penurunan moderat lebih lanjut mungkin akan terjadi,” ujarnya dalam sebuah komentar pasar terbaru.

Razaqzada menambahkan bahwa meskipun emas sempat bangkit mendekati level support di kisaran $4.000–$4.022 per ons, hal itu tidak serta merta menandakan akhir dari tren bearish. Menurutnya, selama harga belum menembus dan bertahan di atas area resistance penting, tekanan jual masih akan mendominasi.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Level Psikologis $4.000 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Salah satu faktor teknikal yang kini menjadi fokus utama pelaku pasar adalah level $4.000 per ons, yang dianggap sebagai batas psikologis sekaligus teknikal. Jika harga emas ditutup di bawah level ini, Razaqzada menilai hal tersebut akan menjadi sinyal teknis yang bearish dan membuka peluang bagi penurunan lanjutan.

“Jika emas ditutup di bawah $4.000 per ons, itu akan menjadi perkembangan teknis yang bearish,” jelasnya.

Secara historis, level psikologis seperti ini kerap menjadi area pertarungan antara pembeli (bulls) dan penjual (bears). Jika tekanan jual mampu menembus level tersebut dengan volume yang kuat, maka bukan tidak mungkin emas akan menguji level support selanjutnya di kisaran $3.950–$3.970 per ons.

Pelepasan Posisi Long Jadi Pemicu Utama

Para analis memperkirakan bahwa penurunan harga emas kali ini disebabkan oleh aksi pelepasan posisi long setelah periode penguatan singkat sebelumnya. Posisi long biasanya dilakukan oleh investor yang memperkirakan harga akan naik, namun ketika momentum melemah, mereka cenderung menutup posisi untuk mengamankan keuntungan yang tersisa.

Fenomena ini sering terjadi setelah periode volatilitas tinggi, terutama ketika pasar mulai kehilangan arah yang jelas. Dalam konteks saat ini, pelaku pasar tampak ragu untuk mempertahankan posisi beli di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global dan fluktuasi nilai dolar AS.

Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Ikut Menekan Emas

Selain faktor teknikal, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yields) juga turut menekan harga emas. Dolar yang menguat membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sementara imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Jika tren penguatan dolar berlanjut, tekanan terhadap emas kemungkinan akan semakin kuat. Namun, di sisi lain, setiap tanda-tanda pelemahan ekonomi AS atau potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dapat kembali memberikan dorongan bagi logam mulia tersebut.

Kondisi Makroekonomi Global Masih Penuh Ketidakpastian

Ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi latar belakang penting dalam pergerakan harga emas. Konflik geopolitik di beberapa wilayah dunia, kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi China, serta arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia — semuanya masih menjadi faktor yang diawasi ketat oleh investor.

Biasanya, kondisi geopolitik yang tidak menentu dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Namun, dalam situasi saat ini, reaksi pasar cenderung terbagi karena sebagian investor justru lebih fokus pada potensi kenaikan suku bunga dan kekuatan dolar AS.

Pandangan Teknis: Area Support dan Resistance

Secara teknikal, pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih berada dalam fase konsolidasi menurun. Beberapa analis teknikal memetakan area kunci sebagai berikut:

  • Support utama: $4.000 – $3.970 per ons

  • Support tambahan: $3.950 per ons

  • Resistance terdekat: $4.150 per ons

  • Resistance lanjutan: $4.200 – $4.250 per ons

Jika harga menembus dan bertahan di bawah $4.000 per ons, arah selanjutnya cenderung ke bawah menuju area $3.950. Sebaliknya, jika harga mampu kembali ke atas $4.150, peluang pemulihan jangka pendek akan terbuka.

Strategi Investor: Waspadai Volatilitas Jangka Pendek

Bagi para investor dan trader emas, periode saat ini menuntut kedisiplinan dalam manajemen risiko. Volatilitas yang tinggi dan ketidakpastian arah kebijakan moneter membuat pasar emas rentan terhadap perubahan sentimen yang cepat.

Strategi konservatif dapat mencakup pembelian bertahap di dekat area support kuat, dengan penempatan stop loss ketat untuk mengantisipasi penembusan ke bawah. Sementara bagi trader jangka pendek, strategi sell on rally atau menjual pada saat harga naik mendekati resistance bisa menjadi alternatif yang lebih aman hingga tren jangka menengah menunjukkan arah yang lebih jelas.

Prospek Jangka Menengah: Antara Tekanan dan Potensi Pemulihan

Meskipun tekanan jangka pendek masih terasa, sebagian analis tetap melihat potensi pemulihan harga emas dalam jangka menengah hingga panjang. Faktor utama yang mendukung pandangan ini antara lain kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter global pada tahun depan, serta meningkatnya permintaan emas fisik dari bank sentral dan pasar Asia.

Namun, untuk jangka pendek, pasar emas tampaknya masih akan berjuang menghadapi kombinasi tekanan teknikal dan fundamental. Selama harga belum mampu bertahan di atas $4.150 per ons, tren bearish moderat masih akan membayangi.

Kesimpulan: Momentum Lemah, Waspadai Penutupan di Bawah $4.000

Penurunan harga emas sebesar 0,4% pada awal perdagangan Asia menjadi sinyal bahwa sentimen pasar terhadap logam mulia masih cenderung negatif. Aksi pelepasan posisi long, penguatan dolar AS, dan tekanan teknikal di sekitar level $4.000 per ons menjadi faktor utama yang menahan potensi rebound.

Analis seperti Fawad Razaqzada menilai bahwa penurunan moderat lebih lanjut masih mungkin terjadi, terutama jika emas menutup perdagangan di bawah level psikologis $4.000. Dalam kondisi ini, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan indikator teknikal serta pergerakan pasar global sebelum mengambil keputusan investasi baru.

Dengan pasar yang masih bergejolak dan ketidakpastian ekonomi global yang tinggi, emas tetap menjadi aset penting dalam diversifikasi portofolio — namun dengan pendekatan yang lebih selektif dan disiplin terhadap manajemen risiko.


Jangan lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!


bestprofit futures

Selasa, 06 April 2021

Best Profit | Harga Minyak Naik Didorong Pemulihan Ekonomi China dan AS

 


Best Profit (7/4) - Data ekonomi yang kuat dari China dan Amerika Serikat membantu mengangkat harga minyak pada hari Selasa. Menutup beberapa kerugian sesi sebelumnya, karena volatilitas yang dipicu oleh virus corona terus mendominasi.

Dikutip dari CNBC, Rabu (7/4/2021), harga minyak Brent naik 59 sen menjadi menetap di USD 62,74 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup 68 sen, atau 1,16 persen, lebih tinggi pada USD 59,33 per barel.

Kedua kontrak turun sekitar USD 3 pada hari Senin, menekan peningkatan pasokan minyak OPEC + dan meningkatnya infeksi COVID-19 di India dan sebagian Eropa.

Kematian terkait virus Corona di seluruh dunia melampaui 3 juta pada hari Selasa, menurut penghitungan Reuters, karena kebangkitan global terbaru dari infeksi COVID-19 menantang upaya vaksinasi di seluruh dunia. best profit

"Situasi saat ini rapuh, oleh karena itu meninjau kembali tertinggi baru-baru ini (harga minyak) tidak akan terjadi lagi," kata analis PVM Tamas Varga.

"Sampai ada tanda-tanda nyata dari penurunan tingkat infeksi, pasar minyak kemungkinan besar akan tetap ramai dan sibuk," tambahnya.

Sentimen pasar didukung karena data Maret menunjukkan aktivitas jasa AS mencapai rekor tertinggi. Sektor jasa China juga meningkat tajam dengan peningkatan penjualan paling tajam dalam tiga bulan.

Selain itu, Inggris akan melonggarkan lebih banyak pembatasan virus korona pada 12 April, dengan pembukaan bisnis termasuk semua toko, pusat kebugaran, salon rambut, dan area perhotelan luar ruangan. best profit

Namun, pembatasan baru di sebagian besar Eropa dan meningkatnya infeksi di India membebani harga.

"Hal ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran atas permintaan, mengingat bahwa, saat ini, sebagian besar prospek konstruktif untuk pasar minyak didasarkan pada asumsi bahwa kami melihat pemulihan permintaan yang kuat selama paruh kedua tahun ini," analis ING Kata Warren Patterson mengatakan tentang salah satu sentimen harga minyak.

Faktor-faktor tersebut membantu mengimbangi kekhawatiran tentang kesepakatan pekan lalu oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, untuk mengembalikan pasokan 350.000 barel per hari (bph) di bulan Mei, 350.000 bpd lainnya di bulan Juni dan 400.000 bpd atau lebih di bulan Juli.

Perhatian pasar sekarang tertuju pada pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia, yang dapat menyebabkan Washington mencabut sanksi pada sektor energi Iran. best profit

Goldman Sachs mengatakan setiap potensi pemulihan dalam ekspor minyak Iran tidak akan mengejutkan pasar dan pemulihan penuh tidak akan terjadi hingga musim panas 2022.

Pedagang juga menarik napas lega setelah sebuah kapal tanker menghadapi kesulitan di selatan Terusan Suez tetapi segera melanjutkan perjalanannya.

Otoritas Terusan Suez (SCA) mengatakan kepada Reuters bahwa masalah tersebut berlangsung sekitar 10 menit dan "telah diperbaiki".

Harga minyak melonjak pada akhir Maret setelah kapal kontainer raksasa memblokir kanal selama berhari-hari.

Sementara itu, ketegangan yang meningkat antara Arab Saudi dan India terus berlanjut. Pabrik penyulingan negara India berencana untuk membeli 36 persen lebih sedikit minyak dari Arab Saudi pada Mei dari biasanya, kata tiga sumber. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 17 Januari 2021

Best Profit | Harga Emas Merosot 1 Persen karena Tekanan Dolar AS

 


Best Profit (18/1) - Harga emas turun lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta), dan menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. Pendorong pelemahan harga emas ini karena penguatan dolar AS.

Mengutip CNBC, Sabtu (16/1/2021), harga emas dipasar spot turun 1 persen menjadi USD 1.827,90 per ons, setelah sebelumnya turun sebanyak 1,3 persen. Sementara harga emas berjangka AS turun 1,2 persen ke level USD 1.829,90 per ons.

The dollar index yang merupakan indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia, berada di jalurkenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2020. Penguatan dolar AS ini membuat emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Serangan kekuatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil AS telah memicu koreksi jangka pendek ke harga emas," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

"Pasar emas terjebak di antara pembelian jangka panjang di belakang ekspektasi inflasi yang meningkat karena langkah-langkah stimulus dan kekhawatiran atas pengurangan QE terwujud." tambah dia.

Untuk diketahui, imbal hasil obligasi pemerintah dengan jangka waktu 10 tahun bertahan mendekati level tertinggi dalam 10 bulan yang disentuh di awal pekan ini.

Pemerintahan Biden harus mendukung agenda kebijakan yang jauh lebih ekspansif dari sebelumnya, ”kata kepala perdagangan derivatif logam mulia di BMO, Tai Wong.

Presiden terpilih AS Joe Biden menguraikan proposal paket stimulus USD 1,9 triliun pada hari Kamis. Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus tersebut. best profit

Analis U.S. Global Investors Michael Matousek menjelaskan, dari sisi teknis, harga emas memiliki dukungan yang kuat sekitar USD 1.775 per ons, dan penurunan ke level itu dapat memicu aksi beli lagi.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dunia menguat dipicu komentar Gubenur Federal Reserve AS Jerome Powell yang memperkuat munculnya harapan seputar patokan suku bunga yang lebih rendah. Penyebab lain, prospek lebih banyak stimulus AS semakin mengangkat daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Melansir laman CNBC, Jumat (15/1/2021), harga emas di pasar spot naik 0,8 persen usai komentar Powell. Kemudian naik lagi 0,3 menjadi USD 1.848,22 per ounce. Adapun harga emas berjangka AS lebih rendah 0,2 persen menjadi USD 1.851,40 per ounce. best profit

Powell mengatakan kenaikan suku bunga akan terjadi dalam waktu dekat. Serta menolak saran yang menilai bank sentral mungkin harus mulai mengurangi pembelian obligasi dalam waktu dekat.

Powell menegaskan sikap dovish bank tersebut. "... Anda akan melihat bahwa The Fed akan tetap sangat akomodatif dan itulah mengapa harga emas naik," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA.

Suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang bagi pembeli emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil dan membebani dolar. best profit

Usai komentar Powell, indeks Dolar AS melemah, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi tunjangan pengangguran untuk pertama kali melonjak pada pekan lalu.

"Lonjakan signifikan ini mengingatkan semua orang bahwa situasi pasar tenaga kerja masih mengerikan, dan itu akan membutuhkan lebih banyak stimulus," kata Moya, menambahkan bahwa kekhawatiran atas pandemi virus corona tetap mendukung harga emas. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 10 Januari 2021

Best Profit | Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi dalam Hampir Setahun

 


Best Profit (11/1) - Harga minyak mencapai level tertinggi dalam hampir satu tahun dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan pada perdagangan Jumat. Hal ini didukung oleh komitmen Arab Saudi untuk memangkas produksi dan keuntungan yang kuat di pasar ekuitas utama.

Melansir laman CNBC, Sabtu (9/1/2021), harga minyak mentah Brent naik 94 sen atau 1,8 persen menjadi USD 55,35 per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik USD 1,41 atau 2,8 persen pada USD 52,24 per barel. Ini menjadi level tertinggi sejak akhir Februari.

Kedua harga patokan minyak ini berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 6 persen.

"Orang-orang menyadari pasar lebih ketat daripada sebelumnya dan bahwa komitmen Arab Saudi untuk mengurangi produksi akan menjaga keseimbangan pasar meskipun ada kekhawatiran tentang penutupan dari COVID," kata Phil Flynn, Analis Senior di Price Futures Group di Chicago. best profit

Arab Saudi minggu ini menjanjikan pengurangan produksi minyak tambahan secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada bulan Februari dan Maret sebagai bagian dari kesepakatan di mana sebagian besar produsen OPEC+ akan mempertahankan produksi stabil selama penguncian (lockdown) baru.

Para analis mengatakan harga minyak dapat mengalami koreksi dalam beberapa bulan mendatang jika permintaan bahan bakar tetap dibatasi oleh pandemi Covid-19.

Pembatasan ketat pada perjalanan dan aktivitas lain di seluruh dunia untuk menahan lonjakan kasus COVID-19 membebani penjualan bahan bakar, melemahkan prospek pemulihan permintaan energi pada paruh pertama 2021.

Pandemi tersebut mengklaim jumlah kematian tertinggi di AS pekan ini, memakan korban jiwa lebih dari 4.000 orang dalam satu hari, Sementara China melaporkan kenaikan terbesar dalam kasus harian dalam lebih dari lima bulan dan Jepang dapat memperpanjang keadaan darurat di luar wilayah Tokyo yang lebih besar. best profit

Reli ekuitas global mendorong indeks Nikkei Jepang dan saham AS ke rekor baru, karena investor fokus pada stimulus lebih lanjut untuk memperbaiki kerusakan ekonomi dari pandemi.

Kongres AS mungkin segera menyetujui lebih banyak bantuan pandemi, sebuah skenario yang menjadi lebih mungkin setelah Demokrat Georgia memenangkan kursi Senat yang menyerahkan kendali Demokrat atas kedua majelis Kongres begitu Biden dilantik sebagai Presiden AS.

"Kompleks energi menempatkan fokus khusus pada kemenangan demokratis dalam pemilihan umum Georgia yang, pada gilirannya, meningkatkan kemungkinan langkah-langkah stimulus yang lebih besar," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates. best profit

Harga minyak mentah dunia naik usai Arab Saudi yang merupakan eksportir terbesar dunia, secara sepihak setuju untuk memangkas produksi selama dua bulan ke depan dan karena stok minyak mentah AS yang turun.

Kerusuhan di Capitol AS oleh pendukung Presiden Donald Trump juga diprediksi akan berdampak pada pasar dan harga minyak. Meskipun beberapa analis yakin pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden akan mampu menekan produksi minyak AS.

Melansir laman CNBC, Jumat (8/1/2021), harga minyak mentah Brent naik 22 sen, atau 0,41 persen, menjadi USD 54,52 per barel, setelah naik 1,3 persen sebelumnya. best profit

Adapun US West Texas Intermediate (WTI) naik 23 sen, atau 0,45 persen diperdagangkan pada posisi USD 50,86 per barel. Kontrak harga minyak ini naik 1,4 persen sehari sebelumnya.

Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, mengatakan akan secara sukarela memangkas 1 juta barel per hari (bph) produksi pada Februari dan Maret. Ini dilakukan usai OPEC +, yang mengelompokkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen lain, termasuk Rusia, bertemu sebelumnya.

"Minyak mentah WTI tampaknya siap untuk naik lebih tinggi karena pemerintahan Biden akan menekan produksi minyak mentah AS, Saudi secara tentatif mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan dengan pemotongan 1 juta barel per hari mereka, dan karena hari-hari dolar tampaknya terhitung," kata Edward Moya, pasar senior analis di OANDA.

Menurut analis, Dolar yang lebih rendah, juga membuat harga minyak lebih murah karena komoditas tersebut sebagian besar diperdagangkan menggunakan greenback, juga mendukung harga. best profit

"Stok minyak mentah AS turun dan persediaan bahan bakar naik," mengutip penjelasan Lembaga Administrasi Informasi Energi AS.

Persediaan minyak mentah turun 8 juta barel dalam sepekan hingga 1 Januari menjadi 485,5 juta barel. Ini berbeda dengan jajak pendapat Reuters yang menunjukkan analis memperkirakan penurunan 2,1 juta barel.

Penurunan stok minyak mentah adalah kejadian akhir tahun yang biasa terjadi ketika perusahaan energi mengeluarkan minyak dari penyimpanan untuk menghindari tagihan pajak.

Namun, kenaikan harga WTI yang berkelanjutan dapat menyebabkan kebangkitan kembali output AS.

"Jika patokan AS membuat harga di atas USD 50 / bbl dan seterusnya, itu dapat mendorong tambahan pasokan AS, yang mungkin merepotkan dalam jangka panjang bagi banyak anggota OPEC +," kata Kevin Solomon, Analis Pasar energi di StoneX. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 24 November 2020

Best Profit | Harga Emas Kian Jatuh

 


Best Profit (25/11) - Harga emas turun ke level terendah empat bulan pada hari Selasa dan tampaknya akan turun di bawah level psikologis USD 1.800. Penurunan ini karena kemajuan vaksin COVID-19 dan harapan untuk transisi cepat di Gedung Putih mendorong investor menuju aset berisiko.

Diktui[ dari CNBC, Rabu (25/11/2020), harga emas di pasar spot turun 1,5 persen menjadi USD 1,807.95 per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 17 Juli di USD 1.800,01. Emas berjangka AS turun 1,8 persen pada USD 1.804.60.

"Lebih optimisme dalam hal ekonomi, perkembangan vaksin telah mengambil beberapa status safe haven dari pasar emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

"Kurangnya perhatian politik untuk bergerak maju" juga telah mengurangi kebutuhan akan tempat berlindung yang aman, tambah Meger. best profit

Indeks utama Wall Street melonjak setelah Joe Biden bergerak lebih dekat untuk mengambil kendali kekuasaan pada Januari.

“Pengubah permainannya adalah kemampuan semua vaksin untuk menunjukkan janji yang baik,” kata George Gero, direktur pelaksana di RBC Wealth Management, seraya menambahkan itu akan menjadi pendakian panjang untuk mendapatkan emas dalam keadaan ini.

Pada hari Senin, emas batangan safe-haven kehilangan 1,9 persen setelah perusahaan obat global lainnya AstraZeneca mengumumkan hasil uji coba yang menjanjikan menuju vaksin.

Selain itu, Biden diperkirakan akan mencalonkan mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS. Investor melihat Yellen sebagai kekuatan untuk lebih banyak tindakan fiskal untuk memerangi krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi. best profit

Penurunan emas juga terjadi meskipun dolar melemah, yang bertahan hampir mendekati level terendah tiga bulan.

Harga emas, perlindungan terhadap penurunan nilai mata uang dan inflasi, masih naik sekitar 19 persen tahun ini, terutama didorong oleh stimulus global yang dipimpin pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Harga emas tampaknya akan terombang-ambing antara menguat dan melemah pada pekan ini. Berdasarkan Kitco News Weekly Gold Survey, bakal ada tarik-menarik antara bullish dan bearish.

Meskipun sebagian besar atau mayoritas analis di Wall Street dan investor ritel memperkirakan harga emas bakal menguat, tetapi tak banyak sentimen yang mendukung bullish tersebut.

BACA JUGA

BERANI BERUBAH: Lorong Sayur Pembawa Berkah Berdasarkan level teknikal, harga emas akan bergerak di resistensi USD 1.900 per ounce dan dukungan pada USD 1.850 per ounce. best profit

Pada pekan lalu, harga emas tidak mampu menguat dan bergerak mendatar. Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.872,95 per ounce pada perdagangan Jumta, tetapi turun 0,8 persen untuk sepanjang pekan.

“Saya pikir harga emas terjebak dalam kisaran ini, dan akan tetap di sini sampai ada beberapa informasi baru atau sentimen baru,” kata Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady dikutip dari Kitco, Senin (23/11/2020).

"Agar harga emas bisa menembus di atas USD 1.900 per ounce, kita perlu melihat beberapa berita tentang langkah-langkah stimulus baru, tapi sepertinya itu bukan prioritas saat ini," tambah dia.

Pada pekan ini, 17 analis berpartisipasi dalam survei. Sebanyak delapan analis atau 47 persen menyerukan harga emas naik. Sementara itu, lima analis atau 29 persen menyerukan harga emas turun dan empat analis atau 24 persen netral.

Sementara itu, total 1.539 pelaku pasar ikut dalam jajak pendapat online. Di antara mereka, 642 pemilih atau 42 persen mengatakan harga emas akan bullish pada minggu ini.

Lalu 594 pelaku pasar atau 39 persen mengatakan bearish. Sementara 303 pemilih atau 20 persen menyatakan harga emas akan mendatar. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 04 Agustus 2020

Best Profit | Makin Kinclong, Harga Emas Terus Cetak Rekor Tertinggi


Best Profit (5/8) - Harga emas melonjak melewati angka kunci USD 2.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pada hari Selasa. Sentimen terkuat berasal dari lingkungan suku bunga yang sangat rendah dan harapan untuk lebih banyak stimulus A.S. untuk melindungi ekonomi yang terkena virus corona yang memperindah daya tarik logam safe-haven.

Dikutip dari CNBC, Rabu (5/8/2020), harga emas di pasar spot melonjak sebanyak 1,6 persen menjadi USD 2,009.13 per ounce, dan naik 1,4 persen pada USD 2,004.35. Emas berjangka AS, yang juga melonjak ke rekor tertinggi USD 2.027,30, menetap 1,7 persen lebih tinggi pada USD 2.021.

"Pembelian safe-haven telah mendorong harga emas untuk menembus USD 2.000 untuk pertama kalinya karena dolar AS menguji posisi terendah yang terakhir terlihat lebih dari dua tahun lalu, tingkat riil negatif turun ke level yang terakhir terlihat pada 2013 dan harapan untuk paket stimulus lebih lanjut terus membangun," kata analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

"Mengingat seberapa cepat harga emas telah reli, risiko kemunduran sementara telah meningkat," kata Cooper, menambahkan keseimbangan risiko masih tetap miring ke atas mengingat latar belakang makro tetap sangat menguntungkan untuk emas.

Pembicaraan antara Gedung Putih dan para pemimpin Demokrat di Kongres AS akhirnya bergerak ke arah yang benar ketika mereka mencoba mencapai kesepakatan mengenai RUU bantuan coronavirus utama, kata seorang Demokrat terkemuka Senat AS. best profit

Konfirmasi bahwa telah ada perkembangan dalam negosiasi dengan Partai Republik mengenai dukungan COVID-19 yang baru telah mendorong emas kembali ke level tertinggi baru-baru ini, kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar di BMO.

Emas telah melonjak menjadi 32 persen sepanjang tahun ini, didukung terutama oleh suku bunga yang lebih rendah dan stimulus luas oleh bank sentral global untuk meredakan pukulan ekonomi dari pandemi. best profit

Harga dapat naik menuju level USD 2.300 pada akhir tahun, menurut Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Pasar treasury memberi sinyal kuat bahwa lingkungan suku bunga yang lebih rendah ini akan tetap ada. Dalam dekade terakhir, treasury selalu lebih unggul daripada emas, tetapi saat ini bukan itu masalahnya, kita akan melihat fokus utama investor adalah pada emas. " best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 26 Juli 2020

Best Profit | Harga Emas Bakal Tembus USD 2.000 per Ounce Jika AS-China Makin Memanas


Best Profit (27/7) - Para analis menyebutkan sulit untuk menghentikan lonjakan harga emas mendekati USD 2000 per ounce.

Hal ini disebabkan ketegangan yang berlanjut antara AS dan China, dolar AS yang melemah, penurunan imbal hasil, stimulus fiskal tambahan, serta masih naiknya kasus COVID-19. Semuanya merupakan pendorong signifikan di balik melonjaknya harga emas pekan lalu.

Dikutip dari Kitco News, Senin (27/7/2020), pada Jumat pekan lalu, harga emas berjangka COMEX diperdagangkan pada USD 1.899, naik 0,52 persen. Hanya dalam lima hari perdagangan, harga emas naik lebih dari USD 80 dan mengalami kenaikan selama tujuh pekan berturut-turut. best profit

"Saya tidak melihat solusi cepat untuk ketegangan antara AS dan China, saya tidak melihat solusi cepat untuk masalah pandemi, dan saya tidak melihat solusi cepat untuk kekhawatiran global yang berasal dari peningkatan stimulus dan peningkatan utang, " ujar Direktur pelaksana RBC Wealth Management, George Gero. best profit

Tensi geopolitik AS-Cina berakibat pada melemahnya Dolar AS. Adapun Dolar tercatat melemah 0,3 persen, setelah mencapai posisi rendah hampir dua tahun sebelumnya. Ini membuat harga emas lebih murah untuk pemegang mata uang lainnya. best profit

Menurut analis, jika pekan ini emas menembus USD 1.920, maka tendensinya bisa mencapai angka yang lebih bulat, seperti USD 2000 per ounce.

"Kami semakin mendekati USD 1.920, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa dari 2011. Jika kami mendobraknya, kami seharusnya melihat lebih banyak pembelian daripada pengambilan keuntungan. Kecuali jika ada pembalikan lengkap dan semuanya kembali normal, kami terus menuju emas USD 2.000," kata wakil presiden senior di pedagang logam mulia MKS SA., Afshin Nabavi. best profit

Senada dengan Nabavi, kepala strategi pasar SIA Wealth Management, Colin Cieszynski menyatakan setuju, bahwa “Kami semakin dekat dengan level tertinggi sepanjang masa. Jika emas menembus USD 1.920, level USD 2.000 akan berada dalam jarak yang sangat dekat. Secara keseluruhan, trennya tetap positif," katanya. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 23 Juli 2020

Best Profit | Harga Emas Dunia Melonjak, Dekati Level USD 1.900 per Ounce

Best Profit(24/7) - Harga emas melonjak lebih dari 1 persen mendekati level USD 1.900 per ounce. Kenaikan didorong pelonggaran dolar dan harapan lebih banyak stimulus untuk menghidupkan kembali ekonomi yang terkena virus.

Di sisi lain, kenaikan klaim pengangguran AS menimbulkan kekhawatiran pemulihan ekonomi menjadi lebih lambat.

Melansir laman Financial Post, Jumat (24/7/2020), harga emas di pasar spot menguat 0,8 persen menjadi USD 1.886,09 per ounce, usai mencapai posisi tertinggi sejak September 2011 di USD 1.897,91 per ounce.

Adapun harga emas berjangka AS ditutup naik 1,3 persen menjadi USD 1.890. “Lingkungan makro terus berkembang dengan baik untuk emas dengan indeks dolar melemah ke posisi terendah dua tahun dan hasil nyata negatif turun lebih lanjut,” kata Analis Standard Chartered, Suki Cooper. best profit

Adapun Dolar tercatat melemah 0,3 persen, setelah mencapai posisi rendah hampir dua tahun sebelumnya. Ini membuat harga emas lebih murah untuk pemegang mata uang lainnya.

“Harapan akan stimulus dan peningkatan lebih lanjut ketegangan geopolitik terus meningkatkan permintaan safe-haven, ” Cooper menambahkan.

Harga emas yang tidak menghasilkan telah melonjak 24 persen pada tahun ini, didukung oleh suku bunga yang lebih rendah dan langkah-langkah stimulus meluas dari bank sentral utama. best profit

Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguransecara tak terduga naik minggu lalu untuk pertama kalinya dalam hampir empat berbulan-bulan, menunjukkan pasar tenaga kerja macet di tengah kebangkitan infeksi baru.

"Ini (data klaim pengangguran) memberi tahu Anda setidaknya di sini Amerika, kita masih memiliki jalan panjang sebelum kita pulih, " kata Edward Meir, analis di ED&F Man Capital Markets.

Di sisi lain, harga perak 2,2 persen lebih rendah menjadi USD 22,52 per ons, telah mencapai level tertinggi hampir tujuh tahun di awal sesi. best profit

Harga palladium turun 0,2 persen menjadi USD 2.142,79 per ons, dan platinum turun 1,1 persen menjadi USD 911,53.

Ketatnya pasar di paruh kedua tahun 2020, didukung oleh langkah-langkah stimulus moneter dan fiskal, harus mendukung harga paladium selama 12 bulan ke depan, menurut catatan UBS. Kondisi itu menambahkan harapan harga logam tersebut bisa mencapai USD 2.500 / oz pada pertengahan 2021. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 16 Juli 2020

Best Profit | Harga Emas Diprediksi Tembus USD 2.000 per Ounce di Akhir Tahun

Best Profit (17/7) - Harga emas naik tipis pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) dan bertahan di atas level USD 1.800. Hal ini karena lonjakan kasus virus corona dan mendidihnya ketegangan AS-Cina yang mendorong permintaan safe-haven. Namun pasar ekuitas yang kuat membatasi kenaikan.

Meski demikian, harga emas di akhir tahun diprediksi bisa menembus angka USD 2.000 per ounce.

Dikutip dari CNBC, Kamis (16/7/2020), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.811,41 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 9 Juli pada USD 1.814,40. best profit

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup tidak berubah pada USD 1.813,80.

"Lonjakan kasus yang dikonfirmasi, terutama di seluruh AS, langkah-langkah lockdown sedang dipulihkan, serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan China, telah mendukung permintaan emas," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

Pada Selasa pekan ini, Presiden Donald Trump memerintahkan untuk mengakhiri status khusus Hong Kong di bawah hukum AS, yang memberikan perlakuan ekonomi istimewa kepada kota tersebut. Ini mendorong Beijing untuk memperingatkan sanksi pembalasan.

"Ekuitas yang lebih kuat dan optimisme vaksin telah membatasi momentum kenaikan harga emas, mendukung selera risiko, tetapi minat investor yang mendasarinya tetap kuat," tambah Cooper. best profit

Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago Phillip Streible mengatakan harga emas dapat menyentuh USD 2.000 per ons pada akhir tahun. Hal ini didorong oleh suku bunga riil yang lebih rendah, stimulus fiskal besar-besaran dan ekonomi yang lemah.

Ini mencerminkan daya tarik untuk emas, kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa SPDR Gold Trust mendekati level tertinggi sejak April 2013.

Sementara di tempat lain, paladium naik 1,0 persen menjadi USD 1.979,74 per ons, platinum naik 0,5 persen menjadi USD 830,50 per ons, dan perak naik 0,7 persen menjadi USD 19,34. best profit

Sumber : Liputan6

Rabu, 15 Juli 2020

Best Profit | Harga Emas Naik Usai Sejumlah Negara Lakukan Pembatasan Sosial

Best Profit (16/7) - Harga emas menguat di atas level kunci USD 1.800 pada hari Selasa, didukung oleh kekhawatiran atas pemasangan kasus virus corona secara global karena banyak daerah memperkenalkan kembali pembatasan untuk membatasi wabah.

Dikutip dari CNBC, Rabu (15/7/2020), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1,809.83 per ounce. Emas berjangka AS diselesaikan sebagian besar tidak berubah pada USD 1,813.40.
"Ada antisipasi penutupan yang lebih luas yang menarik orang kembali ke emas untuk melakukan lindung nilai terhadap ketidakpastian," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments. best profit

"Akan ada kemungkinan besar bahwa kita akan melihat Federal Reserve AS tidak hanya melanjutkan program stimulus ekonomi, tetapi dalam beberapa kasus mempercepatnya sehingga membantu harga emas secara signifikan," tambah dia.

Banyak bagian di Asia menemukan alasan untuk menghentikan pembukaan kembali ekonomi mereka sebagai akibatc dari lompatan kasus virus yang dikhawatirkan menjadi gelombang kedua. Sementara California melakukan pembatasan baru pada bisnis saat infeksi melonjak. best profit

Organisasi Kesehatan Dunia pada Senin memperingatkan pandemi hanya akan menjadi lebih buruk jika negara-negara gagal mematuhi tindakan pencegahan yang ketat.

Harga emas telah meningkat lebih dari 19 persen sepanjang tahun ini, terutama diuntungkan oleh suku bunga yang lebih rendah dan langkah-langkah stimulus luas dari bank sentral utama karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. best profit

Dolar jatuh karena euro naik di tengah optimisme tentang kemungkinan paket stimulus Uni Eropa.
Investor terus memantau keretakan AS-China yang tumbuh di wilayah Laut China Selatan, dengan pengumuman Beijing bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi terhadap Lockheed Martin karena keterlibatan dalam penjualan senjata AS terbaru ke Taiwan yang diklaim Tiongkok. best profit

Sumber : Liputan6

Selasa, 14 Juli 2020

Best Profit | Harga Emas Melampaui USD 1.800 per Ounce karena Ledakan Virus Corona

Best Profit (15/7) - Harga emas menguat ke atas level USD 1.800 per ounce pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas karena adanya lonjakan kasus virus Corona di Amerika Serikat (AS).

Lonjakan kasus ini mendorong harapan akan adanya langkah-langkah stimulus yang lebih masif dari Bank Sentral AS atau the Fed. Dengan adanya stimulus ini diharapkan bisa meredam kejatuhan ekonomi.

Mengutip CNBC, Selasa (14/7/2020), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1.809,74 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,7 persen ke level USD 1,814,1 per ounce.

"Dengan meningkatnya kasus virus Corona di Amerika Serikat, ada potensi lockdown lagi," jelas analis senior di RJO Futures, Bob Haberkorn. best profit

"Emas sangat diuntungkan dan akan terus mendapat manfaat jika Bank Sentral AS dan bank sentral di negara lain merilis tindakan antisipasi untuk mendorong ekonomi," tambah dia.

Kasus positif virus Corona di dunia telah melewati angka 13 juta penderita pada Senin. Sementara kasus di AS melonjak selama akhir pekan, dengan Florida melaporkan peningkatan lebih dari 15.000 kasus baru dalam 24 jam, sebuah rekor untuk negara bagian mana pun.

Harga emas telah meningkat lebih dari 19 persen sepanjang tahun ini karena stimulus besar-besaran dari pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia untuk menghidupkan kembali ekonomi yang terkena virus Corona. best profit

Sebelumnya, harga emas diprediksi akan terus berada di level USD 1.800 per ounce dan menuju rekor tertinggi pada pekan ini. Hal ini dibayangi oleh terus meningkatnya jumlah kasus virus corona.
Dikutip dari Kitco, pada Senin 13 Juli 2020, harga emas bertahan di atas USD 1.800 per ons dengan perdagangan emas berjangka Comex Agustus di USD 1.808,30, naik 0,25 persen pada pekan lalu.
Investor tampaknya terpecah antara harapan pemulihan ekonomi dan meningkatnya jumlah kasus virus corona yang mengkhawatirkan di AS, yang dapat memperlambat pemulihan ekonomi kembali. best profit

AS melaporkan 60 ribu kasus baru pada Kamis pekan lalu dan menjadi rekor tertinggi harian baru. Meskipun tren ada bullish dalam emas, ekuitas naik lebih tinggi pada Jumat pekan lalu di mana sebagian besar mengabaikan kekhawatiran COVID-19.

"Pembukaan kembali ekonomi mungkin tidak secepat yang dipikirkan orang. Bisa melihat lebih banyak penutupan di negara-negara bagian seperti Florida dan Texas. Selain itu, negara-negara lain bisa lebih berhati-hati ketika membuka kembali kegiatan ekonomi. Kita bisa melihat ekonomi menderita," kata Kepala Strategi Global TD Securities Bart Melek.

Menurut Pakar Logam Mulia Gainesville, Everett Millman, harga emas bertahan di atas USD 1.800 per ounce pada pekan lalu menjadi tren yang sangat bullish.
 
"Kami belum melihat level ini (harga emas) dalam 9 tahun," kata Millman. best profit

Sumber : Liputan6

Senin, 22 Juni 2020

Best Profit | Harga Emas Bisa Tembus USD 2.000 per Ounce

Best Profit (23/6) - Harga emas terus memguat selama pandemi Corona ini. Bahkan analis Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan terus melanjutkan reli dipicu karena pelemahan dolar AS.

Mengutip CNBC, Senin (21/6/2020), harga emas diperdagangkan di atas USD 1.736 per ounce pada Jumat lalu di bursa Eropa. Angka tersebut naik sekitar0,8 persen dalam perdagangan sepanjang hati itu.

Harga emas memang cukup stabil dalam 2 bulan terakhir karena langkah langkah-langkah penanganan virus Corona telah membuahkan hasil. Hal tersebut menghentikan reli yang terjadi pada Maret di saat pertama kali dunia terkejut dengan penyebaran virus yang berasal di China tersebut. best profit
Namun, dalam catatan Goldman Sachs terbaru, analis mereka memperkirakan harga emas akan terus merangkak naik dalam tiga, enam dan 12 bulan ke depan.

Tak tanggung-tanggung, perkirakan tersebut terus mendaki menjadi USD 1.800 per ounce, 1.900 per ounce dan 2.000 per ounce. Sedangkan perkiraan sebelumnya tercatat USD 1.600 per ounce, USD 1.700 per ounce dan USD 1.800 per ounce. best profit

Analis Goldman memperkirakan kenaikan tersebut aan didorong oleh permintaan akan instrumen lindung nilai yang tinggi karena keragu-raguan pelaku pasar akan pertumbuhan ekonomi dunia.
Kombinasi peningkatan sentimen risiko di pasar negara-negara maju karena negara-negara besar mengangkat langkah-langkah penguncian, dan pasar negara berkembang yang kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, dapat menyebabkan ekspektasi koreksi harga emas.

"Namun, seperti yang telah kami nyatakan di masa lalu, permintaan investasi emas cenderung tumbuh ke tahap awal pemulihan ekonomi, didorong oleh kekhawatiran penurunan nilai dan tingkat riil yang lebih rendah," kata catatan itu. best profit

Sebelumnya, harga emas naik pada perdagangan hari Jumat karena kenaikan kasus virus corona yang menyebabkan kekhawatiran gelombang kedua pandemi yang dapat memaksa pemerintah untuk menerapkan lockdown baru.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (20/6/2020), harga emas di pasar spot naik 1,1 persen menjadi USD 1,740,79 per ounce. Sementara emas berjangka AS ditutup 1,3 persen di USD 1,753 per ounce.Harga spot mencapai level tertinggi sejak 2012 bulan lalu di USD 1,764.55. best profit

“Ada peningkatan berkelanjutan dalam COVID-19 di seluruh Selatan dan Barat Daya AS dengan jumlah pasien rawat inap meningkat. Itu telah menyebabkan sedikit kekhawatiran pasar, yang menguntungkan emas,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Lebih dari 8,38 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus corona baru. Awal pekan ini sekitar 400 pekerja di sebuah rumah pemotongan hewan di Jerman utara melakukan tes untuk virus tersebut, dan Cina pada hari Jumat melaporkan 32 kasus baru virus.

"Tidak peduli apa konsekuensi jangka panjangnya, seperti inflasi, akan ada stimulus lanjutan di seluruh dunia dan itu akan menjaga harga emas tetap tren naik dalam jangka panjang," kata Sica. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 28 Mei 2020

Best Profit | Harga Emas Jatuh ke Level Terendah dalam 2 Pekan Terakhir

Best Profit (29/5) - Harga emas turun ke level terendah dalam dua minggu pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena harapan pemulihan ekonomi yang cepat mendorong investor beralih ker aset berisiko. Meskipun ketegangan AS-Cina atas Hong Kong membuat harga di bawah harga emas.
Dikutip dari CNBC, Kamis (28/5/2020), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen pada USD 1.700,30 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,8 persen menjadi USD 1.691,80.

“Sangat penting bagi harga emas untuk tetap di atas USD 1.700. Kalau tidak, jika koreksi harga terus berlanjut, investor spekulatif cenderung meninggalkan 'perahu' ini dan meningkatkan tekanan pada harga,” kata Analis Commerzbank, Eugen Weinberg. best profit

“Orang bisa mengatakan bahwa ketegangan geopolitik berkontribusi sedikit dan mendukung harga emas saat ini. Tapi, sampai sekarang situasi ini telah gagal memicu kekhawatiran di pasar ekuitas," lanjut dia.

Optimisme tentang pengembangan vaksin virus corona dan kebangkitan aktivitas bisnis telah mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan. best profit

Setelah serangkaian laporan ekonomi yang buruk dari Amerika Serikat, data pada hari Selasa menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik di bulan Mei dan penjualan rumah baru mengalahkan ekspektasi.

Terlepas dari mundurnya harga emas, tetap ada prospek positif untuk emas, yang dipandang sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, kata para analis. best profit

Keresahan politik yang berkembang di Hong Kong atas undang-undang keamanan nasional yang diusulkan Beijing telah membuat para investor tetap di tepi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang mengerjakan tanggapan yang kuat terhadap China dan akan diumumkan sebelum akhir minggu.

Sementara di tempat lain, paladium turun 0,1 persen menjadi USD 1.954,75 per ons. Perak turun 0,3 persen menjadi USD 17,05 dan platinum stabil di USD 839,74. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 24 Mei 2020

Best Profit | Harga Emas Naik Dipicu Ketegangan AS-China

Best Profit (25/5) - Harga emas naik pada hari Jumat karena meningkatnya ketegangan AS-China. Ini menambah kekhawatiran lambatnya pemulihan ekonomi global yang telah pulih dari pandemi virus corona.

Dikutip dari laman CNBC, Sabtu (23/5/2020), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1,735.43 per ons, setelah jatuh 1,4 persen pada hari Kamis, dan menuju penurunan mingguan. Emas berjangka AS naik 0,8 persen menjadi USD 1,736.20.

"Sikap agresif Cina terhadap keamanan Hong Kong dapat memperburuk hubungan yang sudah tegang (dengan AS) dan kemungkinan konfrontasi antara kapal perang AS dan kapal angkut Iran menuju Venezuela adalah kekhawatiran utama menuju akhir pekan yang panjang, mendorong pembelian investor," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO. best profit

Gesekan AS-Cina muncul ke permukaan lagi atas sumber virus corona dan semakin meningkat dengan proposal China untuk memberlakukan undang-undang keamanan di Hong Kong, sekaligus menarik kritik dari Washington.

Ketegangan ini menambah kekhawatiran pemulihan ekonomi global yang lebih lambat, menekan pasar ekuitas tetapi mendukung dolar AS, juga dianggap sebagai tempat yang aman. Meningkatkan kesengsaraan ekonomi, Beijing menurunkan target pertumbuhan tahunan untuk pertama kalinya. best profit

Fitch Solutions memperkirakan emas telah bertahan di atas level kunci USD 1.700 per ons, membangun dorongan untuk mencapai puncak 2011 di kuartal mendatang.

Suku bunga lebih rendah untuk jangka waktu lebih lama dengan pelonggaran kuantitatif, ketidakpastian makro dan geopolitik dan arus investor yang kuat harus terus mendukung emas pada enam hingga 12 bulan, kata Fitch.

Di sisi fisik, permintaan meningkat di pusat-pusat Asia karena ekonomi mulai bangkit akibat pelonggaran lockdown. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 21 Mei 2020

Best Profit | Harga Emas Naik di Tengah Guyuran Stimulus

Best Profit (22/5) - Harga emas naik pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah-tengah adanya paket stimulus yang dikeluarkan oleh otoritas di beberapa negara.
Mengutip CNBC, Kamis (21/5/2020), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1.746,32 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka naik 0,2 persen menjadi USD 1.748,80 per ounce.
"Ternyata kebutuhan akan aset safe-haven seperti emas masih ada di tengah fakta bahwa beberapa injeksi likuiditas dari bank sentral," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger. best profit
Harga emas mampu sedikit bertahan di tengah kenaikan ekuitas. Pasar saham naik karena harapan pemulihan dan stimulus lebih lanjut setelah beberapa media melaporkan adanya hasil positif dari uji coba vaksin Corona COVID-19 Moderna Inc.
Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi dari pandemi Corona telah mendukung harga emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Sebelumnya, harga emas naik pada hari Selasa di tengah ketidakpastian tentang bagaimana ekonomi akan bangkit dari perlambatan yang dalam. Meskipun optimisme tentang vaksin untuk coronavirus membatasi kenaikan emas batangan. best profit
Dikutip dari laman CNBC, Rabu (20/5/2020), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1,741.68 per ounce. Emas berjangka AS naik 0,7 persen menjadi USD 1.747.
“Dari semua sentimen ini harga emas masih di kisaran seperti saat ini. Kecuali jika kita memiliki lebih banyak optimisme tentang vaksin, kita akan mulai melihat momentum optimisme ekonomi yang baru,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.
"Masih ada kekhawatiran tentang wabah corona ini di seluruh dunia. Setiap berita tentang kemunduran bisnis dalam perekonomian pada akhirnya akan membawa emas lebih tinggi," tambanya. best profit
Langkah-langkah stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh lockdown dan penangguhan bisnis untuk membatasi penyebaran virus corona telah mendukung emas, karena itu secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Senator A.S. diharapkan bertemu Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang tindakan yang masih diperlukan untuk menjaga ekonomi terbesar di dunia bertahan dari virus. Salah langkah yang sudah dilakukan sejauh ini denhan menggalang bantuan sekitar USD 3 triliun.
Di Eropa, Prancis dan Jerman mengusulkan dana pemulihan 500 miliar euro (USD 543 miliar). Membawa permintaan untuk tempat berlindung yang aman, seperti emas. best profit
Sumber : Liputan6

Kamis, 14 Mei 2020

Best Profit | Harga Emas Gapai Posisi Tertinggi dalam 3 Pekan

Best Profit (15/5) - Harga emas naik ke level tertinggi dalam tiga minggu didorong permintaan yang naik. Investor memilih meninggalkan aset berisiko di tengah kekhawatiran pelemahan ekonomi dalam jangka panjang dan memperbaharui ketegangan perdagangan AS-China.

Melansir laman CNBC, Jumat (15/5/2020), harga emas di pasar spot gold naik 0,8 persen menjadi USD 1.729,46 per ounce, setelah mencapai posisi tertinggi sejak 24 April di USD 1.734,39. Harga emas berjangka AS naik 1,3 persen menjadi USD 1.738,90.

"Tampaknya beberapa investor berbalik bearish pada ekuitas, hubungan AS-Cina terus berputar ditambah adanya laporan data yang sangat suram dari AS dan semua yang mendukung safe-haven (permintaan)," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior analyst di OANDA. best profit

Dia mengatakan, harga emas berfluktuasi selama beberapa minggu terakhir tetapi tampaknya sekarang ini terdapat kondisi ekonomi makro yang akan mendukung harga emas naik dalam waktu dekat.

Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell memperingatkan pada hari Rabu tentang "periode panjang" pertumbuhan ekonomi yang lemah. best profit

Dia memastikan pihaknya menggunakan kekuatan bank sentral sesuai kebutuhan, dan menyerukan belanja fiskal tambahan untuk membendung dampak dari pandemi coronavirus.
Data terbaru menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran di AS mencapai 2,981 juta pada pekan yang berakhir 9 Mei.

Meski turun dari posisi 3,176 juta pada minggu sebelumnya dan menandai penurunan mingguan keenam beruntun, klaim tetap sangat tinggi. best profit

Pasar saham dunia turun untuk hari ketiga berturut-turut karena data pekerjaan yang mengecewakan dan sinyal bank sentral bahwa stimulus pemerintah lebih lanjut mungkin diperlukan memicu kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi global.

Emas juga diuntungkan dari ketidakpastian baru atas perdagangan China-AS. setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia sangat kecewa di China atas kegagalannya untuk menahan virus corona, mengatakan pandemi di seluruh dunia membuat kutukan atas kesepakatan perdagangannya dengan Beijing.

Di tempat lain, harga paladium turun 1,4 persen menjadi USD 1.793,09 per ounce. Platinum naik 1 persen menjadi USD 764,07 per ounce, sementara perak 0,6 persen lebih tinggi menjadi USD 15,73 per ounce. best profit

Sumber : Liputan6

Rabu, 13 Mei 2020

Best Profit | Harga Minyak Tergelincir Meski Stok di AS Turun

Best Profit (14/5) - Harga minyak turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) meskipun terjadi penurunan persediaan minyak mentah AS untuk pertama kalinya sejak Januari
Pasar telah rally dalam beberapa hari terakhir di tengah optimisme bahwa permintaan bahan bakar telah mencapai titik terendah dan produsen telah secara agresif memangkas produksi untuk mengatasi kelebihan pasokan akibat pandemi.

Namun, sinyal dari pemerintah dimana butuh waktu panjang sebelum aktivitas ekonomi kembali melambung membuat aset berisiko seperti saham dan minyak tergelincir. best profit

Dikutip dari CNCB, Kamis (14/5/2020), harga minyak mentah Brent turun 79 sen atau 2,6 persen ke USD 29,19 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate turun 49 sen atau 1,9 persen menjadi USD 25,29 per barel.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan stok minyak mentah AS turun 745 ribu barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang mengalami kenaikan 4,1 juta barel.

EIA sekarang memperkirakan permintaan minyak dunia turun 8,1 juta barel per hari (bph) tahun ini menjadi 92,6 juta bph, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang turun 5,2 juta barel per hari. best profit

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga memangkas perkiraan permintaan minyak dunia, sekarang memperkirakan akan berkontraksi sebesar 9,07 juta barel per hari tahun ini, katanya dalam laporan bulanan. Bulan lalu, OPEC memperkirakan kontraksi 6,85 juta barel per hari.

OPEC dan produsen lain termasuk Rusia yang tergabung dalam OPEC+, ingin mempertahankan pemotongan tetap ada setelah Juni.

OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari pada bulan Mei dan Juni dan untuk menurunkan kembali potongan menjadi 7,7 juta barel per hari untuk sisa tahun ini. best profit

Arab Saudi telah mendesak negara-negara OPEC+ untuk mengurangi produksi lebih lanjut untuk mengembalikan keseimbangan di pasar minyak mentah global.

Riyadh mengatakan akan menambah pemotongan yang direncanakan dengan mengurangi produksi sebesar 1 juta bph lebih lanjut bulan depan, membawa output turun menjadi 7,5 juta bph. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 30 April 2020

Best Profit | Harga Emas Turun 1,6 Persen di Tengah Upaya Perbaikan Ekonomi Global

Best Profit (1/5) - Harga emas jatuh pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta). Namun harga emas ini masih berada dalam bulan terbaiknya sejak Agustus 2019 lalu berkat sejumlah stimulus guna membendung kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh wabah virus corona (COVID-19).

Dikutip dari CNBC, Jumat (1/5/2020), harga emas di pasar spot turun 1,6 persen menjadi USD 1.683,72 per ounce, setelah mencapai titik terendah sejak 22 April di USD 1.680,25. Sedangkan harga emas berjangka AS menetap 1,1 persen pada 1.694,20.

Sepanjang April, harga emas naik lebih dari 7 persen setelah mencapai USD 1.746,50 per ons pada 14 April, tertinggi lebih dari tujuh tahun. best profit

“Kekhawatiran tentang virus tampaknya sedikit surut karena lebih banyak negara membuka dan melonggarkan pembatasan," kata Edward Meir, Analis di ED&F Man Capital Markets.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Inggris sekarang melewati puncak wabah virus corona dan berjanji untuk menetapkan strategi untuk menghentikan lockdown minggu depan, bergabung dengan ekonomi lain seperti Amerika Serikat, Selandia Baru dan Australia secara bertahap mengurangi pembatasan. best profit

Pada hari Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga mendekati nol dan berjanji untuk memperluas program darurat yang diperlukan untuk membantu ekonomi yang terpukul.

Data menunjukkan jutaan lebih banyak orang Amerika mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran pekan lalu, menunjukkan PHK menyebar ke industri yang awalnya tidak secara langsung dipengaruhi oleh penutupan bisnis dan gangguan yang berkaitan dengan coronavirus.

"Klaim pengangguran jelas mungkin salah satu indikator ekonomi paling dramatis tentang bagaimana kita telah dipengaruhi oleh virus corona dan saya tidak melihat klaim pengangguran itu berbalik dengan cepat begitu kita mulai membuka kembali," kata David Meger, direktur logam berdagang di High Ridge Futures. best profit

Untuk logam mulia lainnya, perak tergelincir 3,1 persen menjadi USD 14,89 per ons dan berada dalam kenaikan bulanan terbesar sejak Oktober.

Palladium naik 2 persen menjadi USD 1.974,97 per ons, tetapi berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar sejak November 2015. Sedangkan Platinum stabil di USD 774,88 dan siap untuk kenaikan bulanan pertama dalam empat. best profit

Sumber : Liputan6

Senin, 20 April 2020

Best Profit | Harga Minyak AS Negatif USD 37,63 per Barel, Terendah dalam Sejarah

Best Profit (21/4) - Sejarah baru di sektor minyak dan gas (migas). Kontrak berjangka untuk harga minyak mentah Amerika Serikat (AS)turun lebih dari 100 persen dan berubah negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah pada perdagangan Senin. Hal ini menunjukkan seberapa turunnya permintaan minyak dunia akibat dari pandemi Corona.

Namun para pedagang mengingatkan bahwa runtuhnya harga minyak ke level negatif ini tidak mencerminkan kenyataan sebenarnya di pasar minyak. Harga kontrak berjangka yang turun hingga negatif ini untuk pengiriman Mei yang kontraknya akan berakhir pada perdagangan Selasa. Sedangkan untuk kontrak bulan berikutnya masih diperdagangkan di atas USD 20 per barel.

Mengutip CNBC, Selasa (21/4/2020), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun lebih dari 100 persen menjadi menetap di negatif USD 37,63 per barel, yang berarti produsen akan membayar pedagang untuk mengambil minyak dari tangan mereka. best profit

Harga negatif ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk kontrak berjangka. Kontrak berjanhka minyak WTI untuk pengiriman Juni, yang berakhir pada 19 Mei, turun sekitar 18 persen menjadi USD 20,43 per barel. Kontrak ini, yang lebih aktif diperdagangkan, merupakan cerminan yang lebih baik dari kenyataan di pasar minyak.

Untuk kontrak Juli turun 11 persen ke level USD 26,18 per barel.
Sedangkan patokan internasional, minyak mentah Brent, yang telah bergulir ke kontrak Juni, harganya turun 8,9 persen ke level USD 25,57 per barel. best profit

Harga minyak untuk kontak Mei jatuh dalam karena pengiriman banyak dibekukan akibat lockdown sebagai dampak dari pengendalian virus Corona.

Satu-satunya pembeli minyak berjangka untuk kontrak itu adalah entitas yang ingin secara fisik menerima pengiriman minyak seperti kilang atau maskapai penerbangan. Tetapi permintaan telah turun dan tangki penyimpanan diisi, sehingga mereka tidak membutuhkannya. best profit

Analis RBC Capital Helima Croft menjelaskan, masih banyak pasokan minyak mentah saat ini sedangkan kilang-kilang juga tidak membutuhkan tambahan. "Saat ini kami belum bisa memprediksikan harga minyak dalam waktu dekat," jelas dia.

Pandemi virus Corona telah memberikan pukulan hebat bagi aktivitas ekonomi di seluruh dunia dan melemahkan permintaan akan minyak. Sementara OPEC dan sekutu telah menyelesaikan perjanjian bersejarah awal bulan ini untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari mulai 1 Mei.
Banyak yang berpendapat bahwa pemotongan produksi tersebut masih tidak akan cukup untuk mengimbangi jatuhnya permintaan. best profit

Badan Energi Internasional memperingatkan dalam laporannya bahwa permintaan pada April bisa 29 juta barel per hari lebih rendah dari tahun lalu, mencapai tingkat yang terakhir terlihat pada 1995.

"Masalah sebenarnya dari ketidakseimbangan pasokan-permintaan global telah mulai benar-benar terwujud dalam harga," kata analis Rystad Energy Bjornar Tonhaugen kepada CNBC. "Karena produksi terus berjalan dan kilang mulai terisi penuh dari hari ke hari." kata dia. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 22 Maret 2020

Best Profit | Dampak Virus Corona, Harga Emas Bakal Bergerak Fluktuatif Pekan Ini

Best Profit (23/3) - Indeks saham utama AS terus melonjak dari hijau ke merah pada Jumat lalu karena emas berjuang untuk mempertahankan kenaikan hariannya dengan harga emas yang tersisa di bawah USD 1.500 per ons. Emas berjangka comex terakhir untuk pengiriman April akan ditutup pada USD 1,494.00 minggu ini.

Ketidakpastian pasar masih akan berlanjut hingga minggu depan karena wabah COVID-19 atau virus corona terus menyebar di AS dan Eropa, menutup banyak bisnis dan mengganggu perekonomian lokal.

Baru-baru ini, Gubernur California, Gavin Newsom mengeluarkan kebijakan untuk tinggal di rumah dan secara efektif berlaku mulai Kamis malam. best profit

Kemudian, pada hari Jumat, Gubernur New York, Andrew Cuomo memerintahkan semua bisnis yang tidak penting untuk dikerjakan dari rumah dalam upaya untuk menekan penyebaran virus corona.
Kepala Ekonom Internasional ING, James Knightley menyebutkan akibat dari kebijakan tersebut adalah data pengangguran awal minggu lalu melonjak 70 ribu atau 33 persen menjadi 281 ribu.
"Namun diperkirakan lonjakan yang lebih besar kemungkinan akan terjadi minggu depan," katanya. best profit

Situasi tersebut ternyata berdampak pada harga emas. Sebab, emas merupakan investasi yang aman dan dapat diandalkan selama masa-masa sulit seperti ini.

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali melihat level USD 1.440 pada sisi negatifnya dan USD 1.515 per ons pada terbalik untuk minggu depan untuk emas berjangka.

Selama beberapa minggu terakhir, ada lonjakan besar-besaran dalam permintaan dolar AS, dan terlihat banyak investor menjual emas. Menurut Ghali, hal tersebut didorong oleh perusahaan-perusahaan yang perlu mengamankan kas mereka untuk membayar karyawan. best profit

Meski demikian, banyak analis tetap netral terhadap harga emas sementara waktu. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pilihan untuk menguangkannya masih berlanjut untuk dipertimbangkan.
“Tidak dapat diketahui siapa pun mengambil posisi besar dalam situasi sekarang. Cash (uang tunai) adalah raja dan akan tetap seperti itu, ”kata kepala analisis pasar untuk EMEA dan kawasan Asia untuk INTL FCStone, Rhona O'Connell.

Menurut O'Connell, setiap pembalikan arah dalam saham atau pasar lain cenderung membuktikan kecenderungannya hanya sementara. best profit

“Semuanya yang berbalik arah, umumnya berlangsung sangat sebentar. Penggerak utama dalam pasar adalah tergantung pada apa yang terjadi dengan rangsangan fiskalnya ”katanya kepada Kitco News, Jumat (20/3/2020).

Menurutnya, ketidakpastian terkait dengan wabah COVID-19 akan tetap mempengaruhi pergerakan pasar utama minggu depan, sebab itu bukan krisis buatan manusia seperti yang terjadi pada tahun 2008, sehingga sulit untuk dipastikan. best profit

"Banyak orang harus menguangkannya. Karena ini memang sudah menjadi mekanisme untuk mengumpulkan uang," kata O'Connell.

"Setelah semuanya kembali pada jalur yang stabil, akan ada penyeimbangan kembali dan lebih banyak minat masuk ke dalamnya," imbuhnya.

Kepala Blue Line Futures, Phillip Streible mengungkapkan, level USD 1.500 tetap menjadi titik kritis untuk emas minggu depan.

Emas akan mengalami kesulitan bergerak naik sementara banyak investor dipaksa untuk menjual logam demi mengumpulkan uang tunai untuk menutupi kerugian selama corona. best profit

Sumber : Liputan6