Kamis, 29 April 2021

Best Profit | Harga Emas Tersandung Imbal Hasil Obligasi AS, Paladium Mencatat Rekor Tertinggi Baru

 


Best Profit (30/4) – Harga emas turun lebih dari 1 persen dipicu imbal hasil obligasi AS melonjak karena data ekonomi AS yang optimis.

Sementara defisit pasokan mengangkat harga paladium ke rekor puncak baru, mengarahkan pada angka USD 3.000.

Melansir laman CNBC, Jumat (30/4/2021), harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi USD 1.764,50 per ounce. Harga ini mencapai titik terendah sejak 15 April di posisi USD 1.755,81.

Adapun harga emas berjangka AS turun 0,6 persen menjadi USD 1.764,20. “Meningkatnya imbal hasil obligasi dan minat risiko merusak logam safe haven,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff. best profit

Dikatakan jika harga emas masih dalam tren naik untuk jangka pendek pada grafik harian. “Namun tren harga naik sekarang berada dalam bahaya … Jika harga tidak dapat mendorong di atas USD 1.800, katakanlah dalam minggu depan atau lebih, maka harga mungkin akan bergerak kembali ke samping untuk menurunkannya,” jelas dia.

Tercatat, imbal hasil obligasi 10-tahunan naik ke posisi puncak sejak 13 April, dipicu usulan Presiden AS Joe Biden tentang pengeluaran baru bernilai triliunan dolar. Serta data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Amerika dipercepat pada kuartal pertama.

Hal yang juga mendorong emas jadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain adalah kenaikan dolar, yang naik 0,2 persen. best profit

Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq dibuka pada rekor tertinggi, semakin meredupkan daya tarik logam mulia tersebut.

Adapun Paladium justru mencapai posisi puncak ke USD 2.981,99 per ons, dan terakhir naik 0,2 persen menjadi USD 2.932,31. best profit

“Dinamika penawaran-permintaan tetap sangat positif untuk paladium … Kami melihat defisit pasokan lagi tahun ini,” kata analis independen Ross Norman.

“Anda mungkin menemukan paladium menemukan harga baru di USD 3.000 sebagai sesuatu yang menantang secara teknis karena mungkin ada beberapa pesanan jual di level tersebut,” tambah Norman.

Sedangkan harga Platinum turun 2,9 persen menjadi USD 1,183.77 per ounce dan perak turun 1,1 persen menjadi USD 25,90. best profit

Sumber : Liputan6

Rabu, 28 April 2021

Best Profit | Saham Wall Street Terkoreksi Merespon Kebijakan The Fed

 


Best Profit (29/4) - Merespon kebijakan Federal Reserve yang sesuai ekspektasi, bursa saham Amerika memperpanjang pelemahan  pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (29/4/2021). Indeks Dow Jones ditutup retreat,  Nasdaq dan S&P500 bertahan di zona merahnya.

Indeks Dow Jones terkoreksi 164,55 poin atau 0,5 persen menjadi 33.820,38, indeks Nasdaq merosot 39,19 poin atau 0,3 persen menjadi 14.051,03 dan indeks S&P 500 turun tipis 3,54 poin atau 0,1 persen menjadi 4.183,18 setelah sempat mencapai rekor tertinggi. Sentimen pasar tidak mampu bangkit setelah  The Fed menetapkan suku bunga dan pembelian obligasi tidak berubah.

Laporan kuartalan perusahaan besar yang mixed juga membebani sentimen pasar, perusahaan yang laporkan kinerja kuartalan optimis hingga angkat sahamnya seperti Alphabet dan Visa. Untuk yang laporkan kinerja yang lemah hingga turunnkan harga sahamnya seperti Microsoft dan Boeing. best profit

Saham Alphabet melonjak 2,37%  setelah perusahaan induk Google tersebut melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih baik dari yang diharapkan dan mengumumkan pembelian kembali saham senilai $50 miliar, kemudian saham Visa naik 1,47% setelah perusahaan raksasa kartu kredit  ini melaporkan hasil fiskal kuartal kedua yang mengalahkan perkiraan.

Namun saham Microsoft  anjlok 2,83% meskipun  melaporkan kinerja kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Saham   Amgen dan Boeing  anjlok masing-masing 7,36% dan 2,81%  setelah melaporkan kinerja kuartalan yang mengecewakan. best profit

Mayoritas sektor alami penurunan kecuali sektor energi yang merespon kenaikan harga minyak mentah, dimana Philadelphia Oil Service Index melonjak 5,8 persen, NYSE Arca Oil Index melonjak 3,6 persen dan NYSE Arca Natural Gas Index melonjak 2,7 persen.

Pelemahan sektor dipimpin oleh saham perangkat lunak yang dibebani oleh laporan kuartalan Microsoft , The Dow Jones U.S. Software Index turun 1,5 persen yang semakin jauh dari rekor penutupan tertinggi pada hari Senin. Kemudian disusul oleh anjloknya saham semikonduktor dengan penurunan 1,5 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. best profit

Sumber : Vibiznews

Selasa, 27 April 2021

Best Profit | Harga Emas Stabil, Menanti Pertemuan Bank Sentral AS

 


Best Profit (28/4) - Harga emas sedikit berubah pada hari Selasa menjelang pertemuan Federal Reserve AS. Sementara harga paladium mencapai rekor tertinggi baru di tengah kekhawatiran pasokan yang terus-menerus.

Melansir CNBC, Rabu (28/4/2021), harga emas di pasar spot stabil di USD 1.780,90 per ounce. Harga emas berjangka AS sedikit berubah pada USD 1.776,10 per ounce.

"Harga emas adalah semacam air menjelang pertemuan Fed," kata analis StoneX, Rhona O'Connell. “Keputusan menurunkan lebih lama dalam hal suku bunga AS cukup tak tergoyahkan. Jadi itu pada dasarnya akan mendukung harga emas. Belum tentu bullish langsung karena itulah yang diharapkan pasar," tambahnya.

Meskipun tidak ada perubahan kebijakan besar yang diharapkan dari pertemuan kebijakan dua hari Fed yang berakhir pada hari Rabu, investor akan memperhatikan prospek ekonomi Ketua Jerome Powell. best profit

The Fed memangkas suku bunga acuan semalam menjadi mendekati nol Maret lalu setelah pandemi melanda Amerika Serikat, dan telah berjanji untuk membiarkan biaya pinjaman tidak berubah sampai ekonomi mencapai lapangan kerja penuh dan inflasi mencapai 2 persen.

Pasar juga akan mengamati rilis data produk domestik bruto kuartalan AS minggu ini.

"Dalam jangka pendek, angin sakal utama emas akan memperbarui kenaikan dalam imbal hasil jangka panjang, terutama tingkat 10 tahun di belakang kekuatan baru dalam angka ekonomi AS," tambah analis O'Connell. best profit

Dolar naik tipis, membuat harga emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, paladium naik 1 persen menjadi USD 2.952 per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi USD 2.960,50.

“Kami memperkirakan pasokan, defisit permintaan akan melebar tajam pada 2021 ke tingkat yang tidak terlihat sejak 2014, dan menyempit pada 2022 tetapi tetap lebar. Ini akan meningkatkan tekanan pada saham di atas tanah terbatas dan harga bantuan, "analis HSBC mengatakan dalam sebuah catatan.

Perak sebagian besar menguat pada USD 26,22 per ounce. Platinum turun 0,1 persen menjadi USD 1.242.29. best profit

Sumber : Liputan6

Senin, 26 April 2021

Best Profit | Harga Emas Stabil Jelang Pertemuan The Fed, Paladium Kembali Cetak Rekor

 


Best Profit (27/4) - Harga emas stabil pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Investor tengah menunggu isyarat kebijakan yang akan diambil oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Sementara, harga paladium kembali mencetak rekor tertinggi karena menipisnya pasokan.

Mengutip CNBC, Selasa (27/4/2021), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1,779,50 per ounce, setelah mencapai level terendah dalam 1 minggu di USD 1.768,15 per ounce. Sementara itu untuk harga emas berjangka di tutup naik 0,13 persen menjadi USD 1.780,1 per ounce.

"Pasar emas hanya ingin melewati pertemuan the Fed untuk melihat apa yang mereka katakan mengenai inflasi sebelum melakukan aksi," jelas analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn. best profit

Ia melanjutkan, pelaku pasar juga akan fokus pada prospek jangka panjang bank sentral AS tentang suku bunga dan rencana tindakan mereka pada suku bunga dalam jangka pendek.

Pertemuan the Fed dijadwalkan dua hari dimulai pada hari Selasa dengan perhatian investor terfokus terutama pada apa yang akan dikatakan Gubernur the Fed Jerome Powell dalam konferensi pers pasca pertemuan pada Rabu. best profit

Nilai tukar dolar AS dan imbal hasil Treasury AS stabil.

Harga emas turun sekitar 6 persen sepanjang tahun ini, sebagian besar tertekan oleh kenaikan imbal hasil surat utang AS.

"Penembusan di atas level USD 1.800, bagaimanapun, mungkin baru bisa terwujud jika imbal hasil 10 tahun diperdagangkan di bawah 1,55 persen," kata analis di OCBC dalam sebuah catatan. best profit

Sementara itu, paladium memperpanjang rekor tertingginya dengan naik 1,8 persen menjadi USD 2.906,03 per ounce setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sepanjang masa di USD 2.941 ounce.

Harga logam yang digunakan dalam katalis pengurang emisi di mobil ini telah meningkat sekitar 19 persen sepanjang tahun ini.

"Harga paladium menemukan penarik dari prospek defisit pasokan baru," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

"Harga yang lebih tinggi ini hasil dari permintaan yang kuat dari industri otomotif karena peraturan emisi yang lebih ketat untuk mobil dengan mesin pembakaran ditambah dengan berkurangnya pasokan," lanjut cacatan tersebut. best profit

Sumber : Liputan6

Minggu, 25 April 2021

Best Profit | Harga Emas Bakal Tembus USD 1.800 per Ounce Pekan Ini?

 


Best Profit (26/4) - Ketidakpastian menyelimuti pasar emas. Pada pekan lalu harga emas tak mampu menembus angka USD 1.800 per ounce. Pekan ini pun diperkirakan bakal terjadi hal yang sama.

Dalam survei yang dilakukan oleh Kitco, terjadi pergeseran sentimen dari para analis di Wall Street. Pada pekan lalu, para analis yakin harga emas bakal bullish. Namun sayangnya harga emas tak mampu menembus angka USD 1.800 per ounce.

"Harga emas sedang istirahat tepat di bawah USD 1.800 per ounce, setelah naik dari double bottom di USD 1.675 per ounce," jelas analis Forexlive.com Adam Button dikutip dari Kitco, Senin (26/4/2021).

Minggu ini, 17 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco. dari jumlah tersebut, analis yang menyatakan netral dan bullish masing-masing tujuh orang atau 41 persen. Sedangkan tiga analis atau 18 persen menyatakan harga emas akan melemah pada minggu ini. best profit

Sementara itu, 850 suara diberikan dalam jajak pendapat online. Dari jumlah tersebut sebanyak 575 responden atau 68 persen percaya emas akan naik minggu ini. Sebanyak 154 responden 28 persen harga emas akan tertekan. Sedangkan 121 pemilih atau 14 persen menyatakan netral.

Di pekan lalu, harga emas merangkak perlahan menuju ke level USD 1.800 per ounce. Namun di akhir perdagangan atau di Jumat kenaikan tertahan karena data ekonomi AS diperkirakan akan membaik.

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penjualan rumah baru bulan Maret naik ke level tertinggi sejak 2006. Tepat sebelum data penjualan rumah baru, IHS Markit memperkirakan rekor tingkat optimisme baik di sektor jasa dan manufaktur. best profit

"Bisnis di sektor swasta AS mencatat rekor survei ekspansi output selama April, karena pelonggaran pembatasan Covid-19 dan permintaan klien yang kuat mendorong aktivitas bisnis," kata laporan itu.

Menurut beberapa analis, data ini dapat membebani harga emas dalam waktu dekat karena investor fokus pada pemulihan ekonomi AS yang kuat. Namun, logam mulia tetap menjadi lindung nilai inflasi jangka panjang yang menarik.

"Dengan kekuatan pemulihan ekonomi, penjualan emas saat ini sulit," kata presiden Phoenix Futures and Options LLC Kevin Grady. best profit

"Ketika kita benar-benar mulai melihat pertumbuhan ekonomi meningkat, kita akan mulai melihat kenaikan inflasi, dan itu akan menjadi penarik yang kuat untuk emas." tambah dia.

Grady memperkirakan harga emas akan netra di pekan ini.

Beberapa analis cukup optimistis. Terlepas dari aksi jual emas pada hari Jumat, Jim Wyckoff, analis senior Kitco, mengatakan harga emas masih dalam tren naik.

"Baik pasar emas dan perak berada dalam tren naik harga jangka pendek pada grafik harian, menunjukkan jalur dengan resistensi paling rendah untuk harga tetap menyamping ke lebih tinggi," katanya. best profit

Sumber : Liputan6

Kamis, 22 April 2021

Best Profit | Harga Emas Naik, Paladium Cetak Rekor Termahal

 


Best Profit (23/4) - Harga emas melonjak 1 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) didorong oleh penurunan imbal hasil Treasury AS. Sementara taruhan untuk kekurangan pasokan mendorong harga paladium cetak rekor tertinggi.

Dikutip dari CNBC, Kamis (22/4/2021), harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD 1.791,51 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 25 Februari di USD 1.797,41. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,7 persen menjadi USD 1.790,40.

"Masalah harga emas selama beberapa bulan terakhir adalah meningkatnya imbal hasil Treasury dan sekarang sudah cukup banyak berkurang," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA.

"Prospek ekonomi global saat ini masih beragam ... Anda akan melihat pendekatan yang jauh lebih hati-hati di kuartal berikutnya dan itu mungkin akan membuat emas mulai melihat aliran safe haven," tambah Moya. best profit

Tolok ukur imbal hasil Treasury AS 10-tahun merana di bawah 1,6 persen, mengurangi biaya peluang memegang emas tanpa bunga. Harga emas lantak mendapat dorongan lebih lanjut dari Wall Street yang lemah dan juga tampaknya mengabaikan penguatan dolar AS.

Pelaku pasar menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis dan pertemuan kebijakan Federal Reserve AS minggu depan.

Kepala Analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa mengatakan skenario teknis untuk harga emas telah membaik sejak menembus di atas resisten utama di USD 1.750. Dia menambahkan, setiap berita mengenai lebih banyak stimulus moneter dapat dilihat sebagai pendorong pasar yang lebih positif.

Sementara itu, harga palladium melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di USD 2.891,20 per ounce dan terakhir naik 4,4 persen pada USD 2.883,80. best profit

"Palladium diuntungkan dari penguatan pembacaan permintaan komoditas dan ekspektasi defisit menyusul gangguan tambang Arktik," kata TD Securities dalam sebuah catatan.

Harga paladium, yang digunakan dalam konverter katalitik untuk membersihkan asap knalpot mobil, telah meningkat lebih dari 23 persen sejak Nornickel Rusia, produsen paladium terbesar di dunia, menghentikan sebagian operasi di dua tambangnya pada 24 Februari.

Selain harga emas, harga perak naik 2,1 persen menjadi USD 26,42 per ounce. Sementara platinum naik 1,4 persen ke USD 1,203.53.

Harga emas diprediksi akan lebih tinggi pada pekan ini. Analis mengatakan emas berada di puncak level resistensi utama dan bergerak menuju USD 1.800 per ounce. best profit

Logam mulia mencapai kenaikan minggu kedua berturut-turut setelah awal positif untuk kuartal II 2021 di tengah melemahnya dolar AS, serta penurunan imbal hasil Treasury AS 10-tahun. Pada Jumat (16/4/2021) lalu, harga emas berjangka June Comex diperdagangkan pada USD 1.779,90, naik 2 persen pada pekan lalu.

"Pergerakan harga emas telah didominasi oleh dolar AS yang ters turun. Indeks dolar saat ini berada di 91,5. Sangat penting untuk dicatat bahwa kita melihat penurunan yang cukup signifikan dari imbal hasil 10 tahun dan kurva secara luas. Semua itu telah mendorong emas ke atas," kata kepala strategi global di TD Securities, Bart Melek, seperti dikutip dari Kitco pada Senin (19/4/2021).

Kendati demikian, Melek mengatakan masih dini untuk terlalu bersemangat dalam hal aksi harga emas di masa depan. "Kita melewati rata-rata pergerakan 50 hari, level berikutnya di sini sekitar USD 1.800," tambahnya.

Sebelum harga emas bergerak lebih tinggi, perlu ada kepastian bahwa kenaikan imbal hasil Treasury AS 10 tahun dapat dikendalikan. best profit

"Pertempuran besar di sini akan terjadi antara the Fed dan pasar. The Fed mengatakan bahwa setiap inflasi kemungkinan adalah sementara karena efek dasar, sedangkan pasar mungkin mulai khawatir bahwa mereka berada di belakang kurva," jelasnya.

Broker komoditas senior RJO Futures, Daniel Pavilonis, mengatakan kepada Kitco News, bahwa momentum sedang ada di pihak emas saat ini.

"Jika kita (harga emas) bisa menutup di atas USD 1.815 pekan depan (pekan ini), kita memiliki kesempatan bagus lagi pada pergerakan yang sangat penting ke tertinggi. Mungkin melanjutkan pasar bull emas," jelas Pavilonis.

Menurutnya, pasar saat ini sedikit tenang setelah sebelumnya mendapat begitu banyak tekanan dari Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa dengan mencoba meredakan ketegangan dalam imbal hasil.

"Ini berhasil dan apa yang telah mereka lakukan di belakang layar juga berhasil, memberikan logam beberapa penangguhan," tuturnya.

Ahli strategi pasar senior LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss, mengatakan tidak ada resistensi yang signifikan untuk harga emas sampai USD 1.800.

"USD 1.809,40 adalah rata-rata pergerakan 100 hari, dan seiring waktu kita akan mencapainya," katanya.  best profit

Sumber : Liputan6

Rabu, 21 April 2021

Best Profit | Kekuatan Bursa Wall Street Pulih, Saham Kapal Pesiar dan Maskapai Penerbangan Melonjak

 


Best Profit (22/4) - Pelemahan harga saham selama 2 sesi berturut tidak berlanjut kembali pada perdagangan bursa Amerika Serikat yang berakhir Kamis dinihari WIB (22/4/2021), dengan semua indeks utamanya melonjak keluar dari zona merah.  Kekuatan bursa Wall Street terlihat setelah sempat tertekan pada awal sesi.

Indeks Dow Jones melonjak 316,01 poin atau 0,9 persen menjadi 34.137,31, indeks Nasdaq melonjak 163,95 poin atau 1,2 persen menjadi 13.950,22 dan indeks S&P 500 naik 38,48 poin atau 0,9 persen menjadi 4.173,42. Rebound di Wall Street terjadi setelah 2 sesi berturut menggerus keuntungan dari rekor yang dicapai akhir pekan lalu.

Saham-saham yang terkait dengan pembukaan kembali ekonomi atau silikal cetak kekuatan yang signifikan dengan saham Norwegian Cruise Line  melonjak 10,3 persen. Lonjakan terjadi  Goldman Sachs meningkatkan peringkatnya pada saham operator jalur pelayaran menjadi Beli dari Netral. Saham di sektor yang sama juga ikut melonjak sepert saham Rivals Carnival  dan Royal Caribbean. best profit

Di sisi lain, saham Netflix  bergerak turun tajam dengan jatuh 7,4 persen  setelah perusahaan melaporkan pendapatan dan pendapatan kuartal pertama yang melampaui perkiraan tetapi pertumbuhan pelanggan jauh lebih lemah dari yang diharapkan. best profit

Secara sektoral, penguatan dipimpin oleh saham  maskapai penerbangan yang mendorong Indeks Maskapai Penerbangan NYSE Arca naik 3 persen setelah sebelumnya jatuh ke level penutupan dua bulan terendah. Kemudian disusul oleh saham  semikonduktor dengan lonjakan 2,8 persen oleh Indeks Semikonduktor Philadelphia. best profit

Saham kimia juga mengalami kinerja yang kuat, dengan Indeks Sektor Kimia S&P melonjak sebesar 2,3 persen ke rekor penutupan tertinggi. Saham emas, baja dan perbankan juga bergerak lebih tinggi bersama dengan sebagian besar sektor utama lainnya. best profit

Sumber : Vibiznews