Best Profit (16/3) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih
dari 10 persen pada perdagangan pekan lalu. Sedangkan sepanjang tahun
ini atau jika dihitung sejak awal tahun (YTD), IHSG sudah turun 22,28
persen
Di satu sisi, anjloknya pasar saham dapat dilihat sebagai
peluang bagi investor untuk masuk dan berinvestasi. Di lain pihak, kita
pun harus terus mencermatinya dengan hati-hati, apakah saat itu adalah
saat yang paling tepat untuk berinvestasi? best profit
Lalu
apa yang sebaiknya harus dilakukan oleh investor. Mari simak penjelasan
Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
(MAMI), Freddy Tedja:
Jangan mudah terpengaruh kondisi pasar
Pelemahan
pada bursa-bursa saham di Asia yang dibebani oleh ketidakpastian wabah
novel coronavirus (Covid-19), dan kejatuhan harga minyak dunia setelah
OPEC gagal mencapai kesepakatan dengan sekutunya mengenai pemotongan
produksi, turut berpengaruh ke kondisi pasar modal Indonesia sepanjang
pekan ini. best profit
Anjloknya IHSG yang diikuti dengan
volatilitas tinggi membuat investor cenderung menahan diri untuk masuk
ke pasar saham. Pasar saham memang memiliki tingkat volatilitas yang
lebih tinggi dibandingkan pasar obligasi atau pasar uang.
Kadang,
pasar saham berada dalam tren penguatan (bullish), kadang dalam tren
pelemahan (bearish), atau terkadang berada dalam pola mendatar
(sideways).
Untuk itulah pasar saham hanya cocok bagi investor
yang memiliki profil risiko agresif dan memiliki horizon jangka panjang,
dalam arti dana yang diinvestasikan tidak untuk digunakan dalam waktu
dekat. best profit
Saat IHSG mengalami penurunan, akan
muncul berita-berita pesimis yang mudah ditemui di berbagai media baik
tertulis, daring (online), maupun berita-berita yang belum jelas
kesahihannya yang menyebar lewat media sosial sehingga menimbulkan
kekhawatiran bagi investor awam.
Sebaliknya, ketika IHSG menguat
kita pun dengan mudah pula akan menemukan berita dan analisa yang
berlebihan memprediksi seberapa menguat IHSG akan berlanjut. Kedua
kondisi di atas – terlalu optimis atau terlalu pesimis - dapat
menimbulkan kekhawatiran irasional ataupun eforia berlebihan bagi
investor awam, terutama yang terbiasa dengan filosofi investasi “ikut
saja apa yang orang lain lakukan”. best profit
Terlihat
bahwa faktor lingkungan ini juga berperan signifikan dalam membentuk
bias psikologi, kebiasaan investasi, atau persepsi dari seorang
investor.
Sulit untuk menebak dengan pasti apakah IHSG masih akan
terus melemah atau justru berbalik menguat. Namun yang sering terjadi
adalah, ketika pasar saham turun, investor reksa dana saham takut pasar
saham akan terkoreksi, sehingga memilih untuk menunda investasi. best profit
Sebaliknya,
ketika pasar saham menguat, investor reksa dana saham pun tidak
berinvestasi karena takut pasar saham sudah kemahalan. Kalau turun
takut, naik takut, lalu kapan investasinya?
Keputusan investasi seharusnya tidak dilakukan dengan cara menebak-nebak, karena pasar finansial memang tidak bisa ditebak!
Bagi
investor yang memiliki profil risiko agresif, memiliki tujuan jangka
panjang, memiliki dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, dapat
berinvestasi secara berkala (regular) tanpa memperhatikan pergerakan
pasar naik atau turun. best profit
Pernahkan kita
memikirkan kerugian yang terjadi ketika kita menunda investasi karena
terlalu lama menebak-nebak? Investasi secara berkala akan mengoptimalkan
peluang yang dapat kita raih, namun di saat yang sama kita pun
meminimalkan risiko yang terjadi dibandingkan kita berinvestasi
sekaligus dalam jumlah yang sangat besar.
Bagaimana dengan
investor yang memiliki profil risiko konservatif atau moderat? Pilihan
bisa ke reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang.
Jika ingin
memperluas alokasi aset, menambah sedikit porsi investasi di reksa dana
saham, maksimal 20 persen. Tentu kuncinya adalah lakukan investasi
secara berkala. Sehingga mau pasar saham naik atau turun, siapa takut? best profit
Sumber : Liputan6
PT Bestprofit Futures | Sejak masa Millenium yang baru, PT. Bestprofit Futures berkeyakinan bahwa perekonomian akan terus semakin membaik. Dengan berlandaskan peraturan dan kebijakan yang telah ada di PT. Bestprofit Futures menetapkan bisnisnya dengan spesifikasi layanan transaksi Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta.
Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IHSG. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Maret 2020
Best Profit | IHSG Terus Bergejolak, Waktunya Beli atau Jual Saham?
Label:
Best Profit,
Best Profit Futures,
Bestprofit,
Bestprofit Futures,
IHSG,
Indeks,
Investor,
PT Best Profit,
PT Best Profit Futures,
PT Bestprofit,
PT Bestprofit Futures,
Saham
Minggu, 05 Juni 2016
IHSG Akan Lanjutkan Penguatan di Awal Pekan
BESTPROFIT
FUTURES MALANG (6/6) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
berpotensi menguat pada perdagangan saham Senin pekan ini. Penguatan
IHSG dapat terjadi bila investor asing kembali masuk ke bursa saham.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan potensi penguatan IHSG masih terlihat cukup besar. Hal itu mengingat aliran dana investor asing yang masih terus terjadi.
Ia mengatakan, IHSG sedang berusaha menguat seiring terapresiasinya nilai tukar rupiah. Ditambah kestabilan harga minyak.
"Kondisi level support 4.802 IHSG terlihat mulai ditinggalkan dan sedang berusaha menembus level resistance 4.877 untuk memperkuat pola kenaikan jangka pendek," ujar William dalam ulasannya, Senin (6/6/2016).
Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan IHSG akan bergerak variasi dengan kisaran 4.814-4.860 pada perdagangan saham awal pekan ini.
"Bila dilihat daria analisa teknikal IHSG bergerak cenderung konsolidasi positif dengan resistance 4.850 namun kondisi pergerakan yang masih cenderung menurun membuat momentum juga terkonsolidasi," ujar dia.
Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 3 Juni 2016, IHSG naik 20,70 poin atau 0,43 persen ke level 4.853,92 dengan volume perdagangan moderat. Sentimen tax amnesty dan harga minyak menguat menjadi pendorong kenaikan IHSG.
Sumber : Liputan6
BESTPROFIT FUTURES MALANG
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan potensi penguatan IHSG masih terlihat cukup besar. Hal itu mengingat aliran dana investor asing yang masih terus terjadi.
Ia mengatakan, IHSG sedang berusaha menguat seiring terapresiasinya nilai tukar rupiah. Ditambah kestabilan harga minyak.
"Kondisi level support 4.802 IHSG terlihat mulai ditinggalkan dan sedang berusaha menembus level resistance 4.877 untuk memperkuat pola kenaikan jangka pendek," ujar William dalam ulasannya, Senin (6/6/2016).
Sementara itu, Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menuturkan IHSG akan bergerak variasi dengan kisaran 4.814-4.860 pada perdagangan saham awal pekan ini.
"Bila dilihat daria analisa teknikal IHSG bergerak cenderung konsolidasi positif dengan resistance 4.850 namun kondisi pergerakan yang masih cenderung menurun membuat momentum juga terkonsolidasi," ujar dia.
Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 3 Juni 2016, IHSG naik 20,70 poin atau 0,43 persen ke level 4.853,92 dengan volume perdagangan moderat. Sentimen tax amnesty dan harga minyak menguat menjadi pendorong kenaikan IHSG.
Sumber : Liputan6
BESTPROFIT FUTURES MALANG
Tren Positif Berlanjut, IHSG Bakal Menguat
BESTPROFIT
FUTURES MALANG (6/6) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi
akan melaju di zona hijau dalam sepekan. Sektor properti dan tambang
akan menjadi sektor yang menarik selama sepekan.
Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan.
"Kondisi IHSG sedang bertahan untuk tetap bertahan di zona positif. Namun demikian, masih perlu dukungan kuat dari sentimen yang ada seiring dengan kenaikan yang cukup terbatas sepanjang pekan kemarin ," kata dia, Jakarta, Senin (5/6/2016).
Selama sepekan, beberapa data mewarnai pergerakan IHSG. Di antaranya, dari Indonesia terdapat data penjualan mobil, dari China neraca perdagangan dan inflasi. Dia mengatakan, selama sepekan IHSG akan bergerak pada support 4.785-4.825 dan resistance 4.875-4.885.
Senada, Riset PT HD Capital menyatakan IHSG berpeluang menguat dalam sepekan. Menurut HD Capital, prospek makro ekonomi RI menjadi penopang penguatan IHSG. Sektor properti dan tambang akan menjadi sektor yang menarik selama sepekan.
"Naiknya harga komoditas terutama minyak dan produk turunan akibat ekspektasi pemulihan ekonomi global," tulis riset tersebut.
Reza Priyambada merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) untuk dicermati pelaku pasar.
Sementara, HD Capital merekomendasikan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Sumarecon Agung Tbk (BSDE), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY).
Sebagai informasi, selama sepekan (30 Mei-3 Juni 2016) IHSG mengalami kenaikan 0,81 persen ke posisi 4.853,92 atau naik dari pekan sebelumnya di level 4.814,73. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp 5.160 triliun dari Rp 5.116 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami kenaikan 24,3 persen menjadi Rp 5,5 triliun dari Rp 4,4 triliun. Rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan 9,8 persen dan rata-rata frekuensi harian naik 3,2 persen.
Sepanjang sepekan, investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 1,6 triliun. Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat melakukan pembelian bersih dengan nilai Rp 4,9 triliun.
Sumber : Liputan6
BESTPROFIT FUTURES MALANG
Analis NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan.
"Kondisi IHSG sedang bertahan untuk tetap bertahan di zona positif. Namun demikian, masih perlu dukungan kuat dari sentimen yang ada seiring dengan kenaikan yang cukup terbatas sepanjang pekan kemarin ," kata dia, Jakarta, Senin (5/6/2016).
Selama sepekan, beberapa data mewarnai pergerakan IHSG. Di antaranya, dari Indonesia terdapat data penjualan mobil, dari China neraca perdagangan dan inflasi. Dia mengatakan, selama sepekan IHSG akan bergerak pada support 4.785-4.825 dan resistance 4.875-4.885.
Senada, Riset PT HD Capital menyatakan IHSG berpeluang menguat dalam sepekan. Menurut HD Capital, prospek makro ekonomi RI menjadi penopang penguatan IHSG. Sektor properti dan tambang akan menjadi sektor yang menarik selama sepekan.
"Naiknya harga komoditas terutama minyak dan produk turunan akibat ekspektasi pemulihan ekonomi global," tulis riset tersebut.
Reza Priyambada merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Intiland Development Tbk (DILD), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) untuk dicermati pelaku pasar.
Sementara, HD Capital merekomendasikan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Sumarecon Agung Tbk (BSDE), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY).
Sebagai informasi, selama sepekan (30 Mei-3 Juni 2016) IHSG mengalami kenaikan 0,81 persen ke posisi 4.853,92 atau naik dari pekan sebelumnya di level 4.814,73. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp 5.160 triliun dari Rp 5.116 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami kenaikan 24,3 persen menjadi Rp 5,5 triliun dari Rp 4,4 triliun. Rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan 9,8 persen dan rata-rata frekuensi harian naik 3,2 persen.
Sepanjang sepekan, investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 1,6 triliun. Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat melakukan pembelian bersih dengan nilai Rp 4,9 triliun.
Sumber : Liputan6
BESTPROFIT FUTURES MALANG
Selasa, 31 Mei 2016
IHSG Lanjutkan Penguatan, 8 Saham Ini Jadi Pilihan
BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/5) - Laju
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada
perdagangan saham Selasa pekan ini. Pergerakan harga minyak dunia akan
mempengaruhi laju IHSG.
Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Purnomo menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 4.850-4.885 pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Harga minyak dunia mendekati level US$ 50 dinilai mempengaruhi pergerakan IHSG. Lucky menuturkan, pelaku pasar akan mengapresiasi pergerakan harga minyak dunia itu dalam jangka pendek.
Selain itu, Lucky menilai, inflasi akan relatif stabil menjelang puasa. Pemerintah cukup baik menjaga pergerakan inflasi. "Inflasi harus dijaga sehingga tetap rendah. Dengan sentimen ini pasar akan cenderung menguat," ujar Lucky saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Selasa (31/5/2016).
Lebih lanjut ia menuturkan, keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) tetap mempertahankan suku bunga juga memberikan sentimen positif. Lucky menilai, meski bank sentral AS memberikan sinyal menaikkan suku bunga namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. "Janet Yellen sulit untuk menaikkan suku bunga. Kalau naik maka terlalu dini dan tidak objektif," ujar Lucky.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi jelang pergantian bulan. Pola gerakk IHSG masih berada dalam kisaran yang wajar.
"Koreksi jika terjadi juga masih terlihat sebagai koreksi wajar. Awal bulan tentunya data ekonomi baru akan stabil sehingga dapat memberikan sentimen posiif terhadap pergerakan IHSG," ujar dia.
William memperkirakan, IHSG akan bergerak di level support 4.738 dan resistance 4.877. Level resistance IHSG itu perlu digapai kembali untuk memperkuat pola kenaikannya.
Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko melihat kalau harapan terhadap lolosnya peraturan pengampunan pajak atau tax amnesty sebelum sidang DPR 14 Juli 2016.
Selain itu, kepastian bank sentral AS atau The Federal Reserves/The Fed menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan menjadi pemicu positif untuk membuat pelaku pasar akumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua sehingga membuat IHSG di atas level psikologis 4.800.
"IHSG akan bergerak di kisaran support 4.750-4.670-4.615-4.525 dan resistance 4.875-4.925-5.050," ujar Yuganur.
Sumber : Liputan6
Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Purnomo menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 4.850-4.885 pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Harga minyak dunia mendekati level US$ 50 dinilai mempengaruhi pergerakan IHSG. Lucky menuturkan, pelaku pasar akan mengapresiasi pergerakan harga minyak dunia itu dalam jangka pendek.
Selain itu, Lucky menilai, inflasi akan relatif stabil menjelang puasa. Pemerintah cukup baik menjaga pergerakan inflasi. "Inflasi harus dijaga sehingga tetap rendah. Dengan sentimen ini pasar akan cenderung menguat," ujar Lucky saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Selasa (31/5/2016).
Lebih lanjut ia menuturkan, keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) tetap mempertahankan suku bunga juga memberikan sentimen positif. Lucky menilai, meski bank sentral AS memberikan sinyal menaikkan suku bunga namun hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. "Janet Yellen sulit untuk menaikkan suku bunga. Kalau naik maka terlalu dini dan tidak objektif," ujar Lucky.
Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi jelang pergantian bulan. Pola gerakk IHSG masih berada dalam kisaran yang wajar.
"Koreksi jika terjadi juga masih terlihat sebagai koreksi wajar. Awal bulan tentunya data ekonomi baru akan stabil sehingga dapat memberikan sentimen posiif terhadap pergerakan IHSG," ujar dia.
William memperkirakan, IHSG akan bergerak di level support 4.738 dan resistance 4.877. Level resistance IHSG itu perlu digapai kembali untuk memperkuat pola kenaikannya.
Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko melihat kalau harapan terhadap lolosnya peraturan pengampunan pajak atau tax amnesty sebelum sidang DPR 14 Juli 2016.
Selain itu, kepastian bank sentral AS atau The Federal Reserves/The Fed menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan menjadi pemicu positif untuk membuat pelaku pasar akumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua sehingga membuat IHSG di atas level psikologis 4.800.
"IHSG akan bergerak di kisaran support 4.750-4.670-4.615-4.525 dan resistance 4.875-4.925-5.050," ujar Yuganur.
Sumber : Liputan6
Rabu, 25 Mei 2016
IHSG Berpeluang Kembali Menguat
BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/5) - Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada perdagangan
saham Kamis (26/5/2016).
Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, penutupan IHSG kemarin didongkrak oleh penguatan saham aneka industri. Alhasil, IHSG naik sebanyak 62,19 poin atau 1,32 persen ke level 4.772,98. Aksi beli bersih yang terjadi Rp 338,83 miliar.
Kemudian, hal tersebut juga didorong optimisme pelaku pasar akan penerapan kebijakan tax amnesty pada tahun ini.
"Tax amnesty yang kemungkinan dapat berjalan pada bulan Juli 2016 menjadi dorongan lebih pada IHSG. Meskipun pergerakan rupiah terkonsolidasi pada level 13.600an," kata dia dalam ulasannya.
Hal tersebut sejalan dengan penguatan Bursa Asia. Dia mengatakan, penguatan tersebut didorong oleh optimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonom dunia.
"Data output layanan dan harga rumah yang cukup baik membuat investor berspekulasi bahwa The Fed cukup percaya diri untuk menaikkan suku bunga. Ditambah kemungkinan gagal keluarnya Ingris dari Uni Eropa menjadi dorongan positif," tambah dia.
Dia memperkirakan IHSG akan bergerak pada support 4.760-4.820.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan IHSG akan menguat pada perdagangan saham hari ini. Hal tersebut didorong oleh arus modal yang mulai masuk.
"Jelang pergantian bulan di pekan depan tentunya rilis data ekonomi yang sinyalir stabil akan kembali membooster kenaikan IHSG. Ditambah dengan jika kondisi global dan regional kuat bertahan," jelas dia.
Sumber : Liputan6
Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, penutupan IHSG kemarin didongkrak oleh penguatan saham aneka industri. Alhasil, IHSG naik sebanyak 62,19 poin atau 1,32 persen ke level 4.772,98. Aksi beli bersih yang terjadi Rp 338,83 miliar.
Kemudian, hal tersebut juga didorong optimisme pelaku pasar akan penerapan kebijakan tax amnesty pada tahun ini.
"Tax amnesty yang kemungkinan dapat berjalan pada bulan Juli 2016 menjadi dorongan lebih pada IHSG. Meskipun pergerakan rupiah terkonsolidasi pada level 13.600an," kata dia dalam ulasannya.
Hal tersebut sejalan dengan penguatan Bursa Asia. Dia mengatakan, penguatan tersebut didorong oleh optimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonom dunia.
"Data output layanan dan harga rumah yang cukup baik membuat investor berspekulasi bahwa The Fed cukup percaya diri untuk menaikkan suku bunga. Ditambah kemungkinan gagal keluarnya Ingris dari Uni Eropa menjadi dorongan positif," tambah dia.
Dia memperkirakan IHSG akan bergerak pada support 4.760-4.820.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan IHSG akan menguat pada perdagangan saham hari ini. Hal tersebut didorong oleh arus modal yang mulai masuk.
"Jelang pergantian bulan di pekan depan tentunya rilis data ekonomi yang sinyalir stabil akan kembali membooster kenaikan IHSG. Ditambah dengan jika kondisi global dan regional kuat bertahan," jelas dia.
Sumber : Liputan6
Senin, 23 Mei 2016
IHSG Berpotensi Kembali Menguat
BESTPROFIT
FUTURES MALANG (24/5) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
diperkirakan menguat pada perdagangan saham Selasa (24/5/2016).
Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, penguatan IHSG kemarin ditopang oleh aksi beli investor asing. IHSG sendiri ditutup menguat sebanyak 31,78 poin atau sebanyak 0,67 persen ke level 4.743.
"Investor asing pun tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 176, 33 miliar. Di saat nilai tukar rupiah terhadap dolar mulai membaik mendekati 13.500," kata dia dalam ulasannya.
Lebih lanjut Lanjar mengatakan, Bursa Asia ditutup variatif dengan bursa Jepang melemah sementara bursa saham China menguat.
"Terapresiasinya nilai tukar Yen menjadi faktor utama pelemahan bursa Jepang selain data penurunan ekspor bulanan hingga muncul peringatan pejabat Jepang untuk melakukan intervensi pelemahan mata uang yang telah menguat hingga 10 persen pada tahun ini," jelas dia.
Dia memperkirakan IHSG bakal bergerak pada level support 4.730 dan resistance 4.805 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, IHSG akan menguat pada perdagangan saham hari ini. Ada pun gerak IHSG diperkirakan pada support 4.702 dan resistance 4.774.
"IHSG bergerak menguat pola penguatan masih bersifat teknikal rebound," kata dia.
Sumber : Liputan6
Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, penguatan IHSG kemarin ditopang oleh aksi beli investor asing. IHSG sendiri ditutup menguat sebanyak 31,78 poin atau sebanyak 0,67 persen ke level 4.743.
"Investor asing pun tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 176, 33 miliar. Di saat nilai tukar rupiah terhadap dolar mulai membaik mendekati 13.500," kata dia dalam ulasannya.
Lebih lanjut Lanjar mengatakan, Bursa Asia ditutup variatif dengan bursa Jepang melemah sementara bursa saham China menguat.
"Terapresiasinya nilai tukar Yen menjadi faktor utama pelemahan bursa Jepang selain data penurunan ekspor bulanan hingga muncul peringatan pejabat Jepang untuk melakukan intervensi pelemahan mata uang yang telah menguat hingga 10 persen pada tahun ini," jelas dia.
Dia memperkirakan IHSG bakal bergerak pada level support 4.730 dan resistance 4.805 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, IHSG akan menguat pada perdagangan saham hari ini. Ada pun gerak IHSG diperkirakan pada support 4.702 dan resistance 4.774.
"IHSG bergerak menguat pola penguatan masih bersifat teknikal rebound," kata dia.
Sumber : Liputan6
Langganan:
Postingan (Atom)