
Bestprofit (20/2) – Harga emas bergerak stabil di sekitar $5.000 per ons setelah menguat selama dua sesi beruntun, di tengah pasar yang kembali menimbang risiko geopolitik di Timur Tengah. Pada perdagangan pagi di Asia, emas spot turun tipis 0,1% ke $4.990,09 per ons, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar setelah reli singkat sebelumnya.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski sentimen safe haven masih kuat, investor belum sepenuhnya yakin untuk mendorong harga kembali ke rekor tertinggi. Kombinasi faktor geopolitik, arah suku bunga Amerika Serikat, serta dinamika pasar energi menjadi penentu utama arah emas dalam jangka pendek.
Geopolitik Timur Tengah Kembali Memanas
Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan utama pasar global. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran hanya memiliki sekitar 10–15 hari untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan bahwa AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan, yang disebut sebagai pengerahan terbesar sejak periode menjelang perang Irak 2003.
Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa konflik terbuka dapat terjadi apabila negosiasi gagal mencapai titik temu. Bagi pasar keuangan, situasi seperti ini hampir selalu meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai, termasuk emas.
Investor global cenderung beralih ke emas ketika risiko geopolitik meningkat karena logam mulia ini dianggap memiliki nilai intrinsik yang relatif stabil dibandingkan aset berisiko seperti saham. Dalam kondisi ketidakpastian tinggi, emas sering kali menjadi “pelabuhan aman” untuk melindungi nilai kekayaan.
Kunjungi juga : bestprofit futures
Dampak pada Pasar Energi dan Premi Risiko
Ketegangan geopolitik juga menjaga premi risiko di pasar energi. Harga minyak mentah bertahan di area tertinggi dalam beberapa bulan terakhir karena kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah—wilayah yang memegang peran penting dalam produksi dan distribusi energi global.
Kenaikan harga minyak berpotensi memicu tekanan inflasi tambahan di berbagai negara. Inflasi yang tinggi dapat menjadi faktor pendukung emas, karena logam mulia ini sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap penurunan daya beli mata uang.
Namun, hubungan antara minyak, inflasi, dan emas tidak selalu linear. Jika inflasi mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, maka daya tarik emas bisa tertahan karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih mahal.
Arah Kebijakan Suku Bunga AS Masih Jadi Kunci
Selain faktor geopolitik, arah suku bunga AS tetap menjadi penggerak utama emas. Kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Federal Reserve sangat menentukan sentimen pasar terhadap logam mulia.
Emas biasanya diuntungkan ketika suku bunga turun, karena biaya peluang memegang emas—yang tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi—menjadi lebih rendah. Sebaliknya, ketika suku bunga tinggi atau diperkirakan tetap tinggi lebih lama, emas cenderung tertekan.
Dalam perkembangan terbaru, komentar sejumlah pejabat The Fed mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga yang terlalu dalam tahun ini. Pasar yang sebelumnya berharap pelonggaran agresif kini harus menyesuaikan proyeksinya. Hal ini membuat reli emas tertahan meskipun risiko geopolitik meningkat.
Pergerakan Dolar dan Dampaknya ke Emas
Indeks dolar AS juga memainkan peran penting dalam pergerakan emas. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Bloomberg Dollar Spot Index relatif datar pada hari tersebut, meskipun telah menguat sekitar 0,8% sepanjang pekan.
Dolar yang lebih kuat biasanya menekan harga emas, karena membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Sebaliknya, pelemahan dolar cenderung mendukung kenaikan emas.
Kombinasi dolar yang stabil dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pergerakan emas cenderung sideways di sekitar $5.000 per ons, tanpa dorongan kuat untuk menembus level psikologis baru dalam waktu dekat.
Volatilitas Tinggi Sejak Rekor Januari
Pasar emas masih berada dalam fase volatil sejak gejolak besar di akhir Januari. Saat itu, harga sempat menembus rekor di atas $5.595 per ons sebelum terkoreksi tajam dalam waktu singkat.
Lonjakan dan penurunan cepat tersebut mencerminkan rapuhnya posisi spekulatif di pasar berjangka. Ketika harga menembus level psikologis penting, aksi ambil untung dan likuidasi posisi leveraged dapat mempercepat koreksi.
Volatilitas tinggi ini membuat investor jangka pendek lebih berhati-hati, sementara investor jangka panjang cenderung melihat setiap koreksi sebagai peluang akumulasi, terutama jika fundamental pendukung masih bertahan.
Diversifikasi dari Aset Negara Jadi Penopang
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah faktor struktural dinilai masih menopang tren jangka panjang emas. Salah satunya adalah meningkatnya diversifikasi investor dari obligasi dan mata uang negara (sovereign assets).
Ketidakpastian geopolitik global, tingginya utang pemerintah di banyak negara maju, serta perubahan lanskap ekonomi global mendorong sebagian investor dan bank sentral untuk meningkatkan porsi emas dalam portofolio cadangan mereka.
Langkah ini tidak hanya didorong oleh pertimbangan imbal hasil, tetapi juga manajemen risiko jangka panjang. Emas dipandang sebagai aset yang tidak memiliki risiko kredit dan tidak bergantung pada kebijakan satu negara tertentu.
Perhatian ke Kinerja Produsen: Newmont
Dari sisi korporasi, perhatian pasar turut tertuju pada Newmont, produsen emas terbesar dunia. Perusahaan tersebut memperkirakan produksi emas tahun ini akan lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Penurunan ini dikaitkan dengan rencana peningkatan dan penyesuaian di beberapa aset tambangnya. Bagi pasar, proyeksi produksi yang lebih rendah bisa berdampak pada keseimbangan pasokan global, terutama jika permintaan tetap kuat.
Meskipun pasar emas bersifat global dan tidak bergantung pada satu produsen, perubahan output dari pemain besar seperti Newmont tetap dapat memengaruhi sentimen, khususnya dalam jangka menengah.
Pergerakan Logam Mulia Lain
Di pasar logam mulia lainnya, perak tercatat turun 0,7% ke $77,99 per ons. Sementara itu, platinum dan paladium relatif stabil.
Pergerakan perak sering kali lebih volatil dibandingkan emas karena memiliki karakter ganda sebagai logam mulia dan logam industri. Jika prospek ekonomi global melemah, permintaan industri terhadap perak bisa menurun, sehingga menekan harganya meskipun emas menguat karena faktor safe haven.
Platinum dan paladium, yang banyak digunakan dalam industri otomotif, juga dipengaruhi oleh prospek produksi kendaraan dan kebijakan emisi global.
Prospek Jangka Pendek: Konsolidasi atau Breakout?
Dengan harga bertahan di sekitar $5.000 per ons, pasar kini menghadapi dua kemungkinan utama: konsolidasi lanjutan atau breakout baru.
Jika ketegangan geopolitik meningkat secara signifikan, atau jika data ekonomi AS menunjukkan pelemahan yang mendorong The Fed melonggarkan kebijakan lebih cepat, emas berpotensi kembali mendekati rekor tertingginya.
Sebaliknya, jika dolar terus menguat dan ekspektasi suku bunga tetap tinggi, harga emas mungkin bergerak dalam rentang terbatas atau bahkan terkoreksi lebih dalam.
Kesimpulan
Harga emas yang stabil di sekitar $5.000 per ons mencerminkan keseimbangan antara sentimen safe haven dan tekanan dari kebijakan moneter yang masih ketat. Ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan jangka pendek, sementara arah suku bunga AS tetap menjadi faktor penentu utama.
Volatilitas tinggi sejak rekor Januari menunjukkan bahwa pasar emas masih sensitif terhadap perubahan sentimen. Namun, faktor struktural seperti diversifikasi cadangan dan meningkatnya ketidakpastian global tetap menjadi fondasi kuat bagi tren jangka panjang.
Dalam lingkungan global yang sarat risiko dan penuh ketidakpastian, emas tampaknya masih akan mempertahankan perannya sebagai salah satu aset lindung nilai utama dunia.
Jangan
lupa jelajahi website kami di demo bestprofit dan temukan beragam
informasi menarik yang siap menginspirasi dan memberikan pengetahuan
baru! Ayo, kunjungi sekarang untuk pengalaman online yang menyenangkan!
bestprofit futures
Tidak ada komentar:
Posting Komentar