Selasa, 07 Juni 2016

Minyak Diatas $ 50, ditetapkan Pada Level Tertinggi Di Lebih Dari 10 Bulan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/2) - Harga minyak memperpanjang kenaikan menjadi dua sesi beruntun pada Selasa, dengan lanjutan produksi di Nigeria serta tanda-tanda kenaikan permintaan global yang membantu untuk mengangkat harga AS terakhir pada $ 50 hingga tingkat tertinggi sejak akhir Juli.
Namun para pedagang tetap waspada terhadap potensi bahwa kenaikan harga baru-baru ini dapat memacu peningkatan output.
Minyak mentah West Texas Intermediate naik 38 sen, atau 0,8%, ke level $ 50,07 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga belum diselesaikan pada level tertinggi ini sejak 21 Juli.
Minyak mentah Brent Agustus di bursa ICE Futures London naik 59 sen, atau 1,2%, ke level $ 51,14 per barel, dengan harga yang ditetapkan pada level tertinggi sejak 9 Oktober.(yds)
Sumber: MarketWatch

Emas Melemah seiring Cina Hentikan Rentetan Pembelian Cadangan Emas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Emas mengalami penurunan pertama dalam tiga sesi menyusul Cina, yang merupakan konsumen top dunia unutk logam, menahan diri dari menambahkan bullion untuk cadangan mereka, sehingga memicu kekhawatiran bahwa permintaan fisik untuk logam kuning ini  melemah.
Bank Rakyat China mempertahankan aset emas tidak berubah pada bulan Mei, setelah harga melonjak dalam empat bulan pertama tahun ini. Negara Asia mendorong kepemilikan selama 10 bulan berturut hingga April, menyusul pengungkapan peningkatan 57 persen kepemilikan sejak tahun 2009.
Tanda-tanda melemahnya permintaan fisik menambah angin ribut untuk emas seiirng investor mengevaluasi untuk waktu kenaikan suku bunga AS. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik logam mulia dikarenakan ketidakmampuan logam ini menawarkan imbal hasil atau bunga. Dalam pidatonya Senin lalu, Ketua Federal Reserve Janet Yellen cenderung mengatakan hal yang kurang spesifik jika dibandingkan dengan pernyataan Yellen sebelumnya dalam menggambarkan kapan dia pikir Fed harus mengetatkan kebijakan moneter lagi.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus tergelincir kurang dari 0,1 persen untuk menetap di level $ 1.247 per ounce pada pukul 1:41 siang waktu New York di Comex. Bullion bertambah 2,9 persen selama dua sesi sebelumnya terkait dengan indikasi dari pasar tenaga kerja AS yang melemah, memicu spekulasi bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bulan ini atau pada bulan berikutnya.
Sementara Yellen mengatakan dia masih berpikir suku bunga "mungkin akan perlu dinaikkan secara bertahap dari waktu ke waktu," pedagang memberikan probabilita mendekati nol untuk kemungkinan bahwa pembuat kebijakan akan meningkatkan biaya pinjaman pada bulan Juni. Kemungkinan tidak akan berada di atas 50 persen sampai Desember, Data dari Fed fund futures menunjukkan.
Holdings di exchange-traded funds yang didukung emas bertambah 1,9 metrik ton menjadi 1.860 ton pada hari Senin. Itu merupakan level tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Aset naik untuk hari kelima berturut-turut. (Sdm)
Sumber: Bloomberg

Saham Jepang Dibuka Berayun Ditengah Jatuhnya Sektor Eksportir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring penurunan sektor eksportir pada yen sementara saham energi menguat setelah harga minyak mentah berjangka naik di atas $ 50 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara tumbuh lebih dari perkiraan awal.
Indeks Topix sedikit berubah pada level 1,340.28 pada pukul 09:13 pagi waktu Tokyo, setelah naik sebanyak 0,3 % dan jatuh 0,1 %. Sementara itu, Yen menguat 0,3 % diperdagangkan pada level 107,09 per dolar setelah kemarin lebih tinggi. Data direvisi menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 1,9 % pada basis tahunan di kuartal pertama, lebih tinggi dari perkiraan awal untuk kenaikan 1,7 %.
Bank of Japan (BOJ) akan mengadakan pertemuan pada tanggal 16 Juni untuk mengkaji kebijakan moneter, sehari setelah Federal Reserve memutuskan apakah akan menaikkan biaya pinjaman. Pada hari Senin, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan ekonomi sedang mengalami kemajuan meskipun tanda-tanda pertumbuhan pekerjaan melambat, membuat investor lebih nyaman dengan prospek untuk tingkat suku bunga secara bertahap. Peluang untuk peningkatan biaya pinjaman Amerika jatuh ke 18 % di bulan Juli, dari sebelumnya lebih dari 50 % pada pekan lalu.
Indeks Nikkei 225 Stock Average sedikit berubah di level 16,667.23 hari Rabu, sementara Indeks S&P 500 berjangka juga stagnan. Yang mendasari Indeks AS ditutup dekati semua waktu tertinggi dengan keuntungan pada harga minyak mentah mendorong saham energi lebih tinggi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Pangkas Gain, S&P 500 Diperdagangkan Di Level Tertinggi Sepanjang Masa

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/6) - Indeks S&P 500 memangkas banyak gainnya di satu jam terakhir perdagangan, setelah Indeks acuan datang 0,5% dari melebihi level tertinggi sepanjang masanya.
Reli pada produsen energi serta operator penerbangan melampaui penurunan pada saham kesehatan dan saham perbankan. Chevron Corp dan Exxon Mobil Corp naik setidaknya 1,5%. Indeks Bloomberg AS Airlines naik tajam dalam tiga bulan setelah JPMorgan Chase & Co mengatakan JetBlue Airways Corp menaikkan tarif domestiknya sebesar $ 3 setiap perjalanan, sehingga memacu operator penerbangan lainnya untuk menyesuaiakan di persaingan pasar\. Saham perawatan kesehatan memimpin penurunan Biogen Inc merosot 13% setelah percobaan obat multiple sclerosis gagal dalam uji coba di tahap pertengahan.
Indeks S&P 500 naik 0,1% menjadi 2,112.22 pada 16:00 sore di New York, setelah naik sebanyak 0,5%. Itu merupakan penutupan tertinggi sejak Juli, sedangkan volume di bursa AS adalah 13% di bawah rata-rata tiga bulan. Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 20,55 poin, atau 0,1%, ke level 17,940.88 hari ini, setelah sempat melampaui level 18.000 untuk pertama kalinya sejak April.
Saham energi membukukan gain terbesarnya, naik ke level tertinggi sejak November, minyak menguat sebelum data pemerintah AS diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah turun untuk pekan ketiga. Dengan semua saham turuun kecuali tiga saham di Indeks Energi S&P 500 menguat.(yds)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Senin, 06 Juni 2016

Emas Berjangka Naik seiring Taruhan Fed akan Tunda Kenaikan Suku Bunga Meningkat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Akhirnya, emas ditutup dengan gain beruntun pertama dalam hampir tiga minggu menyusul investor mempertimbangkan kembali pembacaan hawkish awal pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen.
Yellen menyebut penambahan kenaikan bertahap suku bunga pas untuk dilakukan tanpa menentukan waktu yang tepat untuk tindakan tersebut, sehingga mengirim harga emas berayun. Komentar nya, dalam teks yang disiapkan untuk pidato hari Senin, kurang spesifik daripada pernyataan sebelumnya dalam menggambarkan kapan dia pikir Fed harus menaikkan suku bunga lagi. Pada tanggal 27 Mei, katanya, kemungkinan kenaikan akan pas untuk dilakukan pada "bulan-bulan mendatang."
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus menguat 0,4 persen untuk menetap di level $ 1,247.40 per ounce pada pukul 1:40 siang waktu New York di Comex, memperpanjang kenaikan 2,5 persen Jumat lalu. Hal itu membuat kenaikan tahun ini menjadi 18 persen.
Harga meraih lonjakan terbesar dalam 11 minggu pada hari Jumat, setelah AS menambahkan pekerja dengan jumlah terkecil dalam hampir enam tahun, meningkatkan keraguan bahwa ekonomi cukup kuat untuk menahan kebijakan moneter yang lebih ketat. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik investasi logam mulia seiring kertidakmampuan logam ini menawarkan imbal hasil atau dividen.
Pedagang memberikan probabilitas 2 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bulan ini, dibandingkan dengan 30 persen seminggu sebelumnya, Fed Fund futures menunjukkan.
Kepemilikan di exchange-traded funds yang didukung emas naik 6,2 metrik ton menjadi 1,858.2 ton pada hari Jumat, dan tercatat sebagai tingkat tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. (Sdm)
Sumber: Bloomberg 
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Dolar Berfluktuasi Pasca Komentar Janet Yellen Terkait Suku Bunga

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Dolar sedikit berubah bahkan setelah Federal Reserve Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan akan meningkatkan suku bunga tambahan secara bertahap, tanpa menentukan waktu yang tepat mereka.
Indeks Bloomberg Spot Dollar berfluktuasi setelah penurunan 1,6% pekan lalu, yang dipicu oleh laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan para pengusaha pada Mei menambahkan jumlah paling sedikit pekerjaan dalam hampir enam tahun. Dalam pidato di Philadelphia Senin, Yellen mengatakan mendukung pertumbuhan pekerjaan AS serta inflasi yang lebih tinggi masih akan mungkin lebih besar daripada perkembangan negatif.
Dolar sedikit berubah pada $ 1,1372 per euro pada 12:53 di New York, setelah melemah 1,9% pada sesi sebelumnya. Reli 0,4% menjadi ¥106,98, menghentikan penurunan empat hari. Indeks dolar Bloomberg, yang menelusuri mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah setelah merosot 1,5% pada 3 Juni, level tertinggi sejak 3 Februari.(yds)
Sumber: Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG

Bursa Asia Naik Diiringi Pelemahan Yen, Saham Komoditi Rally

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/6) - Saham Asia naik karena melemahnya yen mendorong sektor eksportir Jepang dan penguatan saham komoditas setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengisyaratkan pertumbuhan ekonomi AS cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga secara bertahap.
Indeks MSCI Asia Pacific naik untuk hari ketiga untuk memperpanjang lima minggu tertinggi, menguat 0,4 % ke level 130,45 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Dolar melonjak tajam dalam tiga minggu terakhir terhadap yen seiring komentar Yellen yang mengatakan positif dalam perekonomian AS lebih besar daripada negatif, dan menegaskan kembali pandangan kenaikan suku bunga dilakukan bertahap.
Ekuitas di AS pada hari Senin naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir dan dalam 1 % dari semua waktu tertinggi terkait kekhawatiran investor mengenai kekuatan ekonomi AS mereda menyusul pidato Yellen, yang juga menghilangkan referensi dari Ketua Fed ketika kemungkinan melihat ke arah kenaikan suku bunga. Pedagang berjangka menurunkan kemungkinan lonjakan pada bulan Juli menjadi 21 % setelah pidatonya dari 27 %. Kemungkinan kenaikan di bulan September naik tipis menjadi 42 %. (knc)
Sumber : Bloomberg
BESTPROFIT FUTURES MALANG